----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Susah menemui orang yang tida bisa dibeli dengan duit
jaman sekarang ini. Atau yang cukup kuat menahan hempasan
angin puji pujian, atau yang tegar menghadapi godaan kedekatan
pada kekuasaan dan membongkok bongkok dengan penggede
penggede yg over wibawa baik di pemerintahan atau pengusaha
pengusaha ber asset gede. Pokoknya memang hampir mustahil
bagi kita untuk menghindari rayuan untuk hidup enak atau terkenal
secara gampang.

Tapi kita adalah orang awam, obsesi orang rata rata seperti kita
jelas masih bisa dimaklumi. Sebab kita rata rata adalah orang yang
mengjabiskan sebagian besar dari waktu untuk berjuang bertempur
sekedar melanjutkan hidup.

Bagi orang yang kepepet dan dalam keadaan darurat orang memang
bisa saja menjadi pelacur atau cabo seperti ikan ikan di Kramat Tunggak itu.
Tapi dalam masyarakat kelas menengah bahkan kelas adem diatas
mental untuk menjadi pelacur tetap saja liar berkeliaran.

Menjual diri rumantiran macam " Maya Rumantir"  yang bersedia
ngangkang untuk memanjat status dan duit yang lebih berlimpah
pada seorang anak bajingan ex yang punya ini negeri bukan saja
dimiliki para artis atau penyanyi kampungan.

Dalam politik kita bisa melihat Amien Rais baru baru ini bikin
pesta orgy dengan Andi Ghalib. si Rumantir pendek ketua PAN
yang galak bila orang yang di kritik tidak ada didekat dekat,
kali ini bahkan saling berdekapan dan saling melempar pujian
dengan seorang Germo penjaga gawang orde baru yang
bertahan di Mahkamah Agung.

Yang lebih benar benar keterlaluan lagi, perek PAN dekil
ini mengucapkan statemen " bersedia koalisi dengan siapa
saja, Mega, Hamengkubowono atau Habibie asal dia yang
menjadi presidennya "

Orang pendek satu ini benar benar lebih rendah dari
bencong Taman Lawang . Sesungguhnya dari sana akan
tampak bahwa manuver manuver pelacur yang dilakukan
Amien dalam era reformasi cuma sekedar memuaskan
ambisi kepingin jadi Presiden dan tenar. Dia menghalalkan
segala cara untuk mencapai satu ini, tidak perduli koalisi
dengan partai setan sekalipun. Tidak perduli pada Habibie
atau anak anjing sekalipun.

Duit dan kedudukan memang sanggup menyilaukan semua
orang. Bukan cuma Amien atau Hamengkubowono atau Mega
bahkan seorang scholar macam Anwar Nasution yang dulu
nampak garang sekarang menghilang lantaran kedudukan dan
duit yang di hadiahkan padanya dari setan setan pemerintahan.

Begitu juga yang terjadi pada Marie Muhammad. Setelah
nggak kepake jadi mentri , Mr Clean ini melolong lolong
minta perhatian Habibie, begitu diberikan kedudukan
Arab satu ini mulai menunjukan gejala hipokrit untuk
melembekkan sikap oposisi terhadap kesewenang wenangan.

Begitu juga Marzuki Darusman, begitu mendapatkan kedudukan
dia tidak lagi galak terhadap sang Habib, presiden karikatur
yang hobby meresmikan mesjid dari pada memikirkan bagaimana
mengasih makan rakyat.

Germo dan para rumantiran ini berkumpul membentuk
kubu kubu yang memuakkan. Disana anda bisa melihat
berbegai  macam pelacur segala jenis dan bisnis.
Mereka berjejeran minta anda tawar, mereka menerapkan
harga dan anda tinggal bargain dengan sejumlah janji.
Bila harganya pas anda bisa make ini orang untuk
melakukan apa saja sekehendaknya.

Bekas pelacur yang nggak laku lagi seperti Fuad Bawazir
Rudini,Theo Syafei, orang orang BARNAS ,Jowono
Surasono ( babi keluaran UI ) dan si kakek
renta tidak berguna seperti Jendral Nasution juga masih
berusaha jualan diri.Mereka nungging nungging mecari
perhatian dan minta di boking rada mahalan.

Sementara pelacur Makasar seperti Baramuli dan
Tanri Abeng mulai merasa perlunya mempertahankan
kedudukan sang raja Cabo agar mereka bisa lebih lama
besenang senang dengan menghambur hamburkan uang.

Apa beda manusia manusia ini dengan Maya Rumantir?
Tidak ada kawan. mereka bukan orang orang susah
seperti si Maya, mereka cuma ingin hidup lebih enak
nama makin melejit dan sosok lebih berwibawa..

Nah apa salahnya kalau saya bilang mereka mereka
ini adalah segerombolan perek busuk yang jauh lebih
hina dari pada cabo Kramat Tunggak..

Mereka adalah contoh buruk generasi germo..
Dan kita semua harus sadar hal itu..


Hasan Basri
[EMAIL PROTECTED]

Lebih baik Mega dari Amien..

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 15 May 1999 jam 23:38:45 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke