----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------
Bagi yang ingin hiburan dan bacaan ringan
harap jangan baca tulisan ini, karena hari ini
Proletar-sang penulis cerita pop sedang mutan
menjadi guru agama/kritikus agama...
Jendral Sudirman telah menggali kapak perangnya.
Dan terus terang dari pada tulisan Rasyidi yang
mempunyai argumentasi lemah, Jendral Sudirman
cukup oke karena menjawab langsung pertanyaan
pertanyaan saya dalam tulisan sebelumnya...
Tapi kawan, dalam perdebatan yang diperlukan bukan
cuma sekedar adu referensi. Yang terpenting adalah
bagaimana kita menyerap dang mengakomodasikan
referensi itu dalam sebuah pemahaman yang tidak kaku
dan tidak asal setuju .Sebagai mahluk rasional, manusia
itu sebenarnya punya kemampuan untuk menyatakan
sebuah fakta atau peristiwa atau kejadian itu bertentangan
dengan akal sehat atau tidak. Batasan ini mungkin yg dinamakan
batasan moral...
Oke langsung saja..
Jendral Sudirman menulis:
>>Stockholm, 17 Mei 1999
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
MENURUT PIKIRAN HASAN BASRI MENJADI SEORANG MUNAFIK ADALAH LEBIH SELAMAT
DAN AMAN, DARIPADA MENJADI SEORANG MURTAD.
Ahmad Sudirman
Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA.<<<
HB:Pertama ada kesalahan judul: menjadi munafik? Manusia munafik
adalah manusia yang menyembunyikan perasaannya sendiri.Berpura
pura percaya tapi tapi jauh didasar hatinya manusia ini ingkar.
Sedangkan selama ini saya tidak pernah sama sekali menyimpan
perasaan, keraguan, ketidak percayaan saya terhadap hal apapun.
dan Murtad? Kalau yg anda makud orang yang lari dari kebenaran,
saya malah sedang mencari kebenaran.
>>>Jawaban untuk saudara Rachmat Sulaiman (Indonesia).
Hari ini Senin, tanggal 17 Mei 1999, saudara Rachmat Sulaiman,
[EMAIL PROTECTED] , menyampaikan kepada saya ganjalan hatinya yang
hampir-hampir merupakan keputusasaan. Dimana ganjalan hatinya yang
diberi subyek "Terasa udara sangat panas" adalah, "Kepada Saudara Kami.
Ada Cerita yang nampaknya tidak enak sekali didengar dan sepertinya mata
saya merah melihat tulisannya untuk mencoba memahami maksud dari tulisan
tersebut, tapi karena keterbatasan pengetahuan saya, saya hanya
menganggap bahwa tulisan tersebut adalah tulisan yang mempunyai maksud
untuk sengaja menebarkan keragu-raguan pada Ajaran Islam. Serta
memberikan solusi yang benar-benar tidak masuk akal sama sekali. Tulisan
selengkapnya antum sekalian bisa lihat di
http://www.indo-news.com/98/9919/Sunday/68168.shtml .Selanjutnya
bagaimana kita harus bersikap?".<<<<
HB:Fenomena kegalauan saudara Rahmat Sulaiman memang biasa
terjadi di masyarakat kita. Seperti yang pernah saya tulis "
Kita beriman tanpa berpikir atau mengerti sejarah agama kita sendiri "
>>Ketika saya membuka http://www.indo-news.com/98/9919/Sunday/68168.shtml,
muncullah "KOLOM: Proletar: Orang-Orang Islam (96)". Setelah beberapa
alinea tulisan itu saya baca, automatis timbul dalam pikiran saya,
memang benar menurut pikiran Hasan Basri, [EMAIL PROTECTED] ,menjadi
seorang munafik adalah lebih selamat dan aman, daripada menjadi seorang
murtad<<<
HB :Ini juga ciri ciri orang Islam kebanyakan.
Terlalu gampang mengambil vonis.
>>>Saudara Rachmat Sulaiman, saya telah berdialog kalau boleh disebut
dialog, beberapa bulan yang lalu dengan Hasan Basri ini. Bahkan pada
tanggal 15 Maret 1999, ketika saya secara tidak langsung menanyakan
kepada dia, apakah Hasan Basri adalah seorang murtad atau seorang
munafik besar?. Dimana isi pertanyaan saya itu adalah "Kalaulah tulisan
itu (Dirajam Keindahan (52), yang ditulis tanggal 15 Maret 1999) benar
pengalaman hidup saudara Hasan Basri yang sebenarnya, maka saya ingin
menyampaikan suatu pertanyaan kepada saudara yaitu, karena saudara Hasan
Basri menurut dalam cerita diatas tinggal di Missouri apakah saudara
kenal dengan yang namanya Awang Burhanuddin Baharuddin (seorang yang
memproklamirkan dirinya menjadi seorang yang murtad) yang sedang
menyelesaikan Doktornya di University of Missouri-Rolla tersebut?".
Beberapa jam kemudian dari sejak email itu saya lambungkan kepada Hasan
Basri, saya menerima jawabannya, yang isinya adalah "Saudara Ahmad Yang
Baik, Barangkali saya harus mengucapkan Demi Allah untuk menjelaskan
bahwa saya bukanlah Awang Baharudin, University of Rolla itu di Rolla
kira kira 150 kilometer jauhnya dari tempat saya tinggal di Springfiled
ini, Sayapun tidak pernah mengambil PHD dan bla bla bla seperti
Biography si Awang itu. Saya tidak kenal dia, dan saya tidak tahu apa
urusannya dengan saya. Apakah anda meragukan bahwa saya ini bukan
seorang muslim? apakah karena saya mencoba memakai otak dan bertanya
tentang agama sendiri saya kehilangan identitas sebagai muslim? Saya
harap anda tidak berburuk sangka sedemikian pekat. Hasan Basri".
Saya senyum dalam hati. Memang benar menjadi seorang munafik akbar
adalah lebih selamat dan aman, daripada mengaku terus terang menjadi
seorang murtad seperti Awang Burhanuddin Baharuddin.<<<
Sejak, saya mendapat jawaban itu, saya telah katakan kepadanya "Pesan
dari saya untuk saudara Hasan Basri walaupun antara anda dengan saya ada
perbedaan dalam hal ini, tetapi saya tidak segan-segan untuk mengajak
saudara Hasan Basri untuk sama-sama kembali membangun Islam, Daulah
Islam Rasulullah, hukum Islam, pemerintahan Islam dan Undang Undang
Madinah".<<<
Begini mr " Daulah"
Sebuah perbedaan adalah berkah. Jika anda adalah pejuang UUD Madinah
yang melolong lolong mencari sensasi dan kangen dengan kejayaan Islam.
Saya adalah seorang muslim sekular yang berpendapat bahwa negara
Agama akan membawa manusia kedalam bencana. Anda punya fakta
saya juga, dan perang argumen ini sebetulnya malah akan lebih mencerdaskan
anda dan saya, tapi belum apa apa anda sudah menyebut saya munafik dan
murtad...
>>>Tetapi ternyata, apa yang ada dalam pikiran saya bahwa, menjadi seorang
munafik adalah lebih selamat dan aman ketimbang menjadi seorang yang
murtad ternyata dipraktekkan oleh Hasan Basri ini. Karena itu, saya
setelah membaca tulisan Hasan Basri yang berjudul "Orang-Orang Islam
(96)" tidaklah risau.
Walaupun saya tidak risau membacanya, tetapi saudara Rachmat Sulaiman
merasa tersayat hatinya. Karena itu disini saya akan menjawab beberapa
pertanyaan yang dilambungkan oleh orang munafik Hasan Basri ini. Saya
susun kembali pertanyaan-pertanyaan dan pikiran-pikiran Hasan Basri yang
munafik dan sekuler ini.<<<
HB: Orang Islam jangan bermental rinto dan bercengeng cengeng
setiap kali nabinya digugat. Si Rachmat itu mestinya harus mulai
belajar sejarah agamanya sendiri supaya lebih mengerti..
>>>Nah sekarang, kita jawab satu persatu pikiran dan pertanyaan Hasan Basri
diatas.
1. Rasulullah dan kaum muslimin tidak memenggal kepala-kepala tawanan
orang Yahudi (Bani Quraizhah) di Madinah. Kejadian ini adalah pada tahun
ke 5 hijrah setelah perang Khandaq (Ahzab). Bani Quraizhah adalah yang
ikut menandatangani pakta perjanjian damai dengan Rasulullah pada tahun
pertama hijrah. Tetapi ketika terjadi perang Khandaq (parit) atau perang
Ahzab (sekutu) pada tahun ke 5 hijrah, Bani Quraizhah memutuskan
perjanjian damai secara sepihak dan membelot memihak kaum bersekutu
(kaum Quraish, Bani Fazara, Bani Murrah, Bani Sulaim) dan ikut mengepung
kaum muslimin. Setelah selesai perang Khandaq (parit) atau perang Ahzab
(sekutu), Rasulullah berserta pasukannya mengepung benteng pertahanan
Bani Quraizhah. Karena Bani Quraizhah merasa sudah tidak berdaya, mereka
mengajukan usul kepada Rasulullah untuk mengangkat Sa'd bin Mu'adz
pemimpin suku Aus sebagai penengah dan mereka siap menerima keputusan
apa saja yang akan dijatuhkan oleh Sa'd bin Mu'adz (waktu itu antara
suku Aus dan suku Quraizhah sangat erat hubungannya). Lalu Sa'd bin
Mu'adz memutuskan menurut Perjanjian Lama (Taurah), kitab suci orang
Yahudi. Keputusan ini menyatakan bahwa orang-orang yang menerjunkan diri
kedalam perang dipancung, kaum wanita dan anak-anak menjadi tawanan dan
harta milik harus disita. Walaupun putusan ini kelihatan kejam, tetapi
itulah yang bisa dilakukan bangsa Yahudi terhadap musuh-musuh mereka
(Ibnu Sa'd, Ath-Thabaqat al-Kubra)<<<<
HB: Walaupun ini kelihatannya kejam? apakah anda buta bahwa
ratusan yahudi yang kepalanya terpenggal ( 700-900 ) adalah
manusia? INi bukanlah " kelihatannya kejam" tapi BIADAB.!!
Tidak ada cara lainkah dalam benak Muhammad selain memotong
kepala tawanan perang Yahudi yang menyerah itu? Apakah gunanya
Kita melolong lolong mengaku beragama" bila pembunuhan orang
tidak berdaya ini justru dihalalkan? " Inilah yang menggangu akal sehat
saya tentang orang orang seperti Sudirman. Mereka terlalu permisive
dan buta melihat kesewenang wenangan Muhammad karena kebanyakan
dari orang Islam memang PENYEMBAH MUHAMMMAD..
>>2. Cerita palsu tentang Rehana, seorang tawanan perang. Dalam kasus
Rehana ini ada beberapa cerita. Pertama Hafidz Ibnu Mandah, mengatakan
bahwa Rehana, seorang wanita tawanan perang, dimerdekakan lalu ia
kembali kepada keluarganya dan tinggal disana didalam pingitan. Kedua,
menurut beberapa sejarawan, ketika Rehana jatuh ke tangan Rasulullah, ia
ditawarkan untuk dimerdekakan lalu menikah dengannya, tetapi wanita ini
lebih suka hidup sebagai buadk. Tetapi kemudian ia masuk Islam. Ketiga,
Rasulullah menikahinya setelah Rehana masuk Islam. Ia tetap menjadi
istri Rasulullah sampai wafatnya sepulang Rasulullah dari Haji Wada'
(Ibnu Sa'd, Ath-Thabaqat al-Kubra).<<<
Bagiamana anda menyebut fakta ini palsu bila anda saja
punya 3 cerita yang berbeda? Jadi dalam hal ini fakta anda dan
saya sama sama mentah...
>>>3. Kejadian ini terjadi pada tahun ke 9 hijrah. Dimana Maria mengunjungi
Rasulullah di rumah Hafshah, ketika Hafshah tidak ada di rumah. Waktu
Hafshah pulang, ia harus menunggu sampai Maria meninggalkan Rasulullah.
Hal ini membuat Hafshah marah dan menagih janji suaminya bahwa ia tidak
akan mengistimewakan Maria dari yang lain-lainnya selama waktu tertentu.
(Ibnu Sa'd, Ath-Thabaqat al-Kubra)<<
HB:Cerita yang lebih lengkapnya adalah: Suatu hari Hafsa ( istri nabi )
pergi mengunjungi bapaknya ( Umar Bin Khatab ) Ketika saat kosong,
Muhammad mengajak Mary, gundik coptic yang tidak memiliki kamar
khusus seperti layaknya istri istri nabi yang lain, main cinta di kamar
Hafsah.Dan malangnya Hasfah pulang lebih cepat dan memergoki
kejadian ini. Jelas sang Istri galak ngamuk karena merasa di permainkan
Muhammad. Dan saat itu Muhammad berjanji untuk tidak menyentuh
Mary lagi untuk menyenangkan hati Hafsah
>>>4. Sebenarnya yang ditugaskan oleh Rasulullah adalah Abdullah bin
Rawahah, kepala suku Khazraj dengan 30 prajurit ke Khaibar pada tahun ke
6 hijrah untuk melaksanakan hukuman mati terhadap pimpinan Yahudi yang
bernama Usair bin Zar'im, pengganti Abu Rafi' Sallam bin Abil Huqaiq
(pemimpin Yahudi di Khaibar). Usair bin Zar'im dieksekusi, karena ia
melakukan perlawanan dan penyerangan kepada pihak kaum muslimin (Ibnu
Sa'd, Ath-Thabaqat al-Kubra).<<<
Menurut ( buku Tabaqat:Biography of Muhammad oleh Ibn Saad,)
Ali yang ditugaskan Muhammad untuk melakukan ekspedisi menggangu
orang Jewish dari Banu Sa,ad yang tinggal di Khaybar.Setelah mencuri
500 ekor unta dan 2000 kambing, mereka ini menyaru menjadi utusan
yang mengundang Usayr ibn Razim untuk datang dengan damai ke Madina.
Ditengah perjalanan rombongan 30 orang ini dibantai habis,( Ibn Sa,ad
vol II halaman 74 )
Tapi jikapun cerita anda yang lebih benar, sebenarnya kisah itu
menandakan betapa biadab dan pengecutnya orang Islam di jalam
nabi.
>>>5. Sudah dijawab dinomor 1 diatas. Adapun "pembantaian penyair Saab,
serta 2 tawanan perang Quraizy, (dosa dosanya adalah menghina Muhammad)
adalah tidak benar. Kejadian ini pada tahun ke 2 hijrah, dimana timbul
dua orang penyair, yang pertama Abu 'Afak (golongan Yahudi) yang menulis
syair-syair yang isinya menghasut masyarakat untuk melawan Islam. Diaman
ia menulsi ayat-ayat untuk menghina Islam. Ia dieksekusi oleh Salim bin
'Umair. Lalu penyair 'Ashma binti Marwan dari suku Aus bangsa Madinah.
Dimana iapun menulis satire-satire yang mengecam Islam dan Muhammad. Ia
dieksekusi oleh 'Umar bin 'Auf (Ibnu Sa'd, Ath-Thabaqat al-Kubra).
Kemudian pada tahun ke 3 hijrah, Ka'b bin Asyraf seorang penyair
menyusun-soneta-soneta yang cabul. Setelah diperingati berkali-kali, ia
tidak juga berhenti menulis cerita-cerita yang penuh birahinya itu,
bahkan menentang secara terbuka terhadap Islam dan Rasulullah serta kaum
muslimin, maka ia dieksekusi oleh satu team yang terdiri dari lima
orang, Muhammad bin Maslama, Abu Na'ilah Silkam bin Salamah, Harits bin
Aus, 'Ubbad bin Basyr dan Abu 'Abs bin Jabar. Terakhir Abu Rafi' Sallam
bin Abil Huqaiq (pemimpin Yahudi di Khaibar) dieksekusi pada tahun ke 5
hijrah, karena bersekongkol dengan pihak musuh ketika terjadi perang
Khandaq (parit) atau perang Ahzab (sekutu) pada tahun ke 5 hijrah.
(Majid 'Ali Khan, Muhammad The Final Messenger, 1980).<<<,
HB:Jelas hukuman mati adalah bagian dari budaya Islam.
Tidak ada pengadilan bagi orang yg menghina Muhammad dan Islam.
Tidak ada pembela dan hukuman penjara. Yang ada MATI...
Itulah sebabnya Quran itu tidak komplit. Karena yang ada
di dalam Quran adalah hukum rimba kebudayaan gurun
seperti potong tangan, rajam ,hukum mati...
>>>6. Sudah dijawab di nomor 1 diatas. Kalaulah Bani Quraizhah menyerahkan
kepada Rasulullah untuk menjatuhi hukuman, tentu saja, Rasulullah akan
memaafkan, seperti kepada musuhnya nomor satu yaitu Abu Sufyan dan
Hindun seorang kanibal yang pernah memakan jantung Hamzah.<<<
HB: Whats this? Orang Qurazyah itu dihukum mati dalam status
menjadi tawanan perang. Semua laki laki dewasa digorok , wanita
dan anak anak mereka dijadikan budak, Salah satu janda dipaksa
kawin oleh Muhammad....!
>>>7. Tindakan Rasulullah terhadap para tawanan perang dan musuh besarnya
tidak menunjukkan sebagai seorang yang dikatakan oleh Hasan Basri yaitu
"tindakan seorang algojo biadab yang tidak mencirikan sifat sifat
kenabian sama sekali".<<<
HB :Ini melanggar akal sehat manusia.
Bagaimana kita bilang Muhammad bukan biadab? 700 kepala manusia?
Ya Tuhan..mereka digiring satu persatu, dipaksa jongkok dan disembelih
seperti hewan kurban..Muhammad jelas biadab. Dia sama kejinya dengan
Adolf Eichman, algojo Gestapo..
>>>8. Yang salah dan tidak benar adalah orang-orang seperti Hasan Basri
yang munafik besar sekelas Abdullah bin Ubayy yang hanya ingin
menghancurkan Islam, tetapi tetap masih ingin disebut sebagai seorang
muslim.<<<
HB: Vonis lagi..tidakkah anda bisa berpikir selain menvonis orang?
Saya cuma makai standar moral dalam mebaca sejarah Muhammad.
Dan anda pakai "iman tanpa otak " dan barangkali tanpa " sifat sifat
kemanusiaan "
>>>9. Kesalahan Hasan Basri sendiri yang tidak meresapi dan meyakini Islam
dengan sepenuh hati, melainkan hanya sampai kepada otak yang sudah
dipenuhi racun sekuler yang mencegah Islam tidak masuk ke hati.<<<
HB: Bagimana saya bisa mempercayai seorang algojo menjadi panutan
saya dalam menjalani hidup? Bagi saya Muhammad yang terbaik adalah
muhammad periode pra hijrah, dia memang tulus dan lurus. Setelah itu
Manusia satu ini tercemar penyakit megalomania yang kejam, tidak
bisa dikritik dan maaf..dikuasai libido besar..
>>>10. Orang Muslim dan yang beriman mematuhi seruan Allah "Hai orang-orang
yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul (Nya), dan ulil amri
di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu,
maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya),
jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang
demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (An
Nisaa',4:59)". Tidak ada alasan lain, selain mematuhi dan taat kepada
Allah, Rasul dan ulil Amri.<<<
HB: Sangat mustahil bagi saya untuk percaya pada pembunuh...
Saya tidak bisa beriman pada nabi algojo. Cuma orang orang buta saja
yang mau menerima omongan seorang tukang jagal...
>>>11. Semua hukum-hukum yang diperintahkan Allah harus dilaksanakan oleh
kaum muslimin. Semua yang dicontohkan Rasulullah harus diikuti oleh kaum
muslimin. Kecuali oleh orang-orang munafik sekelas Hasan Basri. Kaum
muslimin tidak perlu orang seperti Hasan Basri, yang kerjanya hanya
membuat fitnah dan keonaran dikalangan kaum muslimin.<<<
HB :Saya cuma mau ber argumentasi dan mencari kebenaran.
Jika anda tidak mampu melawan argumentasi saya nggak usah
menfitnah saya dengan alasan bikin onar dan mencap saya munafik..
>>12. Orang-orang semodel Hasan Basri yang berani mengatakan bahwa "Islami
dan Krisitiani sebetulnya sama saja". Ia mengatakan apa saja yang keluar
dari dorongan hawa nafsunya.<<
HB: Pikiran itu saya dapatkan bukan dari nafsu.
Saya melihat sebuah agama yang baik adalah agama yang
manusiawi, bukan agama yang punya sejarah atau kitab kitab
brutal yang menghalalkan darah manusia..
>>Inilah sedikit jawaban dari saya untuk saudara Rachmat Sulaiman.<<
Jawaban anda tidak membantah satupun argumen saya.
Sebenarnya anda berusaha melempar saya dengan yoyo.
Ketika benda itu meleset tidak mengenai objeknya, sang
yoyo berbalik kepada pemiliknya. Argumentasi anda malah
memperkuat fakta bahwa Islam punya sejarah biadab.
Dan sayangnya kebanyakan dari kita mentutup mata,.
Tidak pernah merasa bersalah, Dan hadis hadis dan Quran itu
yang mengkultuskan segala tindak tanduk Muhammad
adalah embryo yang membutakan orang orang Islam dari
kebenaran...sampai sekarang....
>>>Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*
Wassalam.
Ahmad Sudirman<<<
HB:
Masih mencari Allah yang lebih manusiawi dan tidak brutal.
Tell the truth ,the whole truth, so help me God..
Hasan Basri
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 22 May 1999 jam 02:54:02 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++