----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://click.indo-news.com/cgi-indo-news/ads1
++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++
----------------------------------------------------------

Jenderal AH Nasution dan pengadilan G30S/PKI

Dalam siaran persnya, Republika 27 April 1999,
AH Nasution mengatakan bahwa Dr.Subandrio dan
Omar Dhani sudah sepantasnya dibebaskan dari
tahanan, �karena mereka telah menjalani hukuman
selama 30 tahun lebih atas apa yang telah mereka
perbuat sebelumnya.�
Apakah yang mereka telah perbuat sebelumnya ?

Jawabnya:
- Dr.Subandrio, menteri dari kabinet/pemerintahan
  yang syah,mendukung Sukarno sebagai presiden RI.
- Omar Dhani , menteri dan panglima AU, juga
  mendukung Sukarno sebagai presiden RI.
Keduanya kelihatannya adalah pengikut setia Sukarno
dan akan membela sepenuhnya kalau ada yang mau
menjatuhkan Sukarno.  Inilah yang �telah mereka
perbuat sebelumnya� dan atas perbuatan inilah
mereka dijatuhi hukuman 30 tahun lebih oleh
�pengadilan G30S/PKI�. Apakah Dr.Subandrio dan
Omar Dhani termasuk dalam kategori AH Nasution
seperti disebutkan dalam siaran persnya
�melakukan pembunuhan terhadap para Jenderal
AD yang dimasukkan dalam sumur tua lubang buaya�
sehingga hukuman mereka lebih adil dan lebih patut
yaitu selama 30 tahun lebih, ini kurang jelas.
( jumlah perwira AD yang dibantai dan dimasukkan
ke lubang buaya adalah 7 orang).

Dalam tuduhannya terhadap berbagai media massa
yang memuat wawancara dari beberapa tokoh yang
dulunya terlibat dalam gerakan G30S/PKI sebagai
pemberitaan yang tidak mendasar, karena orang
yng diwawancarai  �seakan-akan tidak merasa
bersalah, bahwa mereka melakukan pembunuhan
terhadap para Jenderal AD yang dimasukkan
dalam sumur tua lubang buaya (dikawasan Halim).�
Jelaslah  menurut AH Nasution bahwa beberapa
tokoh yang ikut dalam wawancara pers yang
dimaksudkan,  adalah  �mereka yang melakukan
pembunuhan terhadap para Jenderal AD� di lubang buaya.

PKI ingin merebut kekuasaan dan berusaha merebut
kekuasaan negara seperti juga partai-partai
politik lainnya, tidak ada kekecualian. Tujuan
akhir PKI mendirikan  Diktator Proletariat,
kekuasaan kelas buruh dibawah pimpinan
mutlak Partai Komunis. Demokrasi yang
dipakai adalah demokrasi seperti di Rusia
dan di China yaitu demokrasi yang disenangi
kawan Ketua. Dari pengalaman sejarah, kita
sudah banyak melihat bahwa suara Kawan Ketua
adalah mutlak. Orang yang suaranya lain atau
menyimpang dari garis kawan Ketua, terutama
di CC atau di Polit Biro, pasti akan mengalami
nasib buruk. Karena itu kalau ada pemilihan Ketua,
sang Ketua selalu dapat suara yang
mendekati 100%. Katanya dapat suara
�mutlak� secara aklamasi.  Ketika satu
kali Anwar Hoxha (ketua PK Albania) dapat
suara cuma 99%, orang Barat pada ketawa
dan bertanya kemana yang 1% lagi. Ternyata
1% dipakai oleh Anwar Hoxha sendiri!

Nasib mereka yang suaranya lain,
bisa bermacam-macam:
Di Rusia biasanya dikirim ke Siberia atau  rumah sakit gila.
Di China � di indoktrinasi atau ditembak mati.
Di Indonesia (Suharto) � nyawa melayang atau badan hilang.
Diktator Proletariat PKI-Aidit kemungkinan akan mengkombinasi
ketiga macam diatas, bisa lebih baik tetapi bisa juga lebih jelek.

Mengenai Diktator Proletariat ( Marx tidak  pernah
menulis soal diktator proletariat),  Lenin pernah
mengingatkan bahwa merebut kekuasaan (diktator proletariat)
adalah jauh lebih mudah dari pada mempertahankannya.
Lenin betul. Diktator Proletariat pada berjatuhan.
Dibawah Diktator Proletariat, bagi rakyat banyak
hanya ada kemerdekaan-semu  dan demokrasi-semu,sedangkan
bagi segelintir elite ada kemerdekaan penuh dan
kekuasaan penuh walaupun juga berpusat pada
seorang diktator yang disebut Kawan Ketua.
Dengan kata lain, Diktator Proletariat mengandung
unsur fatal yang menghambat dan mematikan daya
kreasi manusia. Situasi  ini pada gilirannya
menghambat atau menghentikan perkembangan/kemajuan
teknik dan ekonomi, begitu juga kekuasaan negara
(Diktator Proletariat) berangsur-angsur membusuk.
Apakah ini yang sudah diramalkan oleh Lenin ketika itu ?

Dalam usahanya untuk merebut kekuasaan negara,
PKI banyak mempelajari dari negeri lain yang
sudah berhasil mendirikan Diktator Proletariat,
terutama Rusia dan China. Belajar dari buku
klasik Marxisme-Leninisme dan tulisan Ketua
Mao dan Ketua Aidit, kelihatannya merupaan
keharusan bagi kader PKI, dibandingkan dengan
kader partai-partai lain yang sama sekali
tidak belajar teori revolusi. Dalam prakteknya
PKI memakai banyak taktik yang sudah teruji,
antara lain ketika itu memanfaatkan kedudukan
Sukarno sebagai presiden. Mendukung Sukarno
jadi PRESIDEN SEUMUR HIDUP adalah pilihan
yang sangat smart,sangat lihai. Yang lain
yang juga tidak kalah lihainya ialah NASAKOM
dan �GANYANG MALAYSIA�.  Partai-partai lain
yang tidak bisa menggunakan Sukarno, jadi
terpepet dan bahkan ada yang akhirnya dilarang.
PKI menamakan mereka partai reaksioner dan
agen imperialis AS atau imperialis barat lainnya.
PKI semakin besar dan semakin galak. Pihak Barat
gelisah karena kalau Indonesia jatuh ketangan
Blok-komunis dengan letaknya yang sangat strategis,
kemungkinan  seluruh Asia Tenggara akan jatuh.
Tiba-tiba muncul gerakan 30 September 1965,
pembantaian para jenderal AD di lubang buaya.
Entah siapa yang memulai dan siapa yang memegang
komandonya masih perlu penyelidikan yang seksama
dan yang tidak memihak,  karena hal-hal sbb:

1. �pengadilan G30S/PKI� sangat tidak masuk akal
dan sangat tidak adil.
2. Banyaknya kepentingan golongan/individu yang
kemungkinan terlibat yaitu: PKI sendiri, M16 (
Inggris), CIA (USA), kepentingan Suharto sendiri
yang mutlak harus menyingkirkan A.Yani lebih dulu
kalau mau jadi presiden, karena secara
hierarki militer, A Yani lah yang automatis
jadi presiden kalau  Sukarno minggir.
Menurut  The Independent � December 1, 1998 -
pada musim gugur 1965 Foreign Office Inggris
mengirim ke Indonesia seorang agent nama
Norman Reddaway (grup M16) dan  mengaku :
� to do anything I could to get rid of Sukarno�.
Didalam dokumen THE SECRET WARS OF THE CIA ,
John Stockwell the highest CIA  official mengaku:
� I did 13 years in the CIA altogether. I sat on on
a subcommittee of the NSC, so I was like
a chief of staff, with the GS-18s
(like 3-stars generals) Henry Kissinger,
Bill Colby (the CIA director), the GS-18s
and the CIA, making the important decisions
and my job was to put it all together and
make it happen and run it, an interesting place
from which to watch a covert action being done...
We are taking about 10 to 20 thousand covert actions
(the CIA has perfomed since 1961). What I found
was that lots and lots of people have been
killed in these things....Some of them
are very, very bloody. Selanjutnya dalam
dokumen itu ditulis: The Indonesian covert action
of 1965, reported Ralph McGehee, who was in that
area division, and had documents on his desk,
in his custody about that operation. He said
that one of the documents concluded that
this was a model operation that should
be copied elsewhere in the world
(yang kemudian ditirukan persis dan dipraktekkan
di Grenada � penulis). Not only did it eliminate
the effective communist party (Indonesian communist party),
it also eliminated the entire segment of the population
that tended to support the communist party �
the ethnic Chinese, Indonesian Chinese.  All
the CIAs  report put the number of dead
at 800,000 killed. And that was one
covert action.  We�re talking about 1 to 3 million
people killed in these things.
3. Masih banyaknya persoalan yang gelap atau
sengaja digelapkan misalnya sekitar
surat 11 Mart;  pembikinan film lubang buaya;
�terlibatnya� AU;  keterangan  Kol. Latief
yang  menuduh Suharto tidak meneruskan
laporannya ke atasan yaitu PANGTI  Sukarno,
tapi malah mengambil alih sendiri masalahnya dsb.
4. Semakin banyak orang jujur yang memberikan
keterangan dan saksi mata.

Kalau kita lihat dan pelajari sedikit tentang
ciri-ciri dan kharakter  orang yang disukai
dan dipilih CIA jadi pembantunya disetiap negeri,
seperti jenderal Mobutu, jenderal Marcos,
jenderal Somoza, jenderal Noriega dll,
semuanya ada persamaan yaitu semuanya sangat tamak,
sangat mementingkan diri sendiri/familinya,
rakus kekayaan  dan rakus kekuasaan serta
semuanya berjiwa bandit. Jenderal Noriega
sampai sekarang masih meringkuk di penjara
di USA karena persoalan narkotika, Jenderal Suharto
pernah ditangkap oleh  A Yani karena persoalan
penjualan pentil dan ban. Dan menurut keterangan
yang pernah diucapkan almarhumah Ny.Yayuk Ruliah Yani,
dalang pembunuhan suaminya adalah Suharto.

Detik-detik setelah 30 September 1965, bayangan
Diktator Proletariat PKI-Aidit sudah lenyap dan
digantikan secara nyata oleh Diktator-militer
jenderal Suharto, dan pesta penyembelihan manusia
dimulai, yang kemudian dirumuskan dalam
�pengadilan G30S/PKI�. Pengadilan yang sepenuhnya
tidak masuk akal dan tidak adil.

Seperti kita semua sudah mengetahui, �pengadilan G30S/PKI�
telah membuat putusan dan telah melaksanakan
semua putusannya, dengan pembagian tawanan
dan hukuman sbb:
1. Golongan BH (Bantai dan Hilang), yang j
umlahnya terbanyak,  sekitar 1 juta  jiwa *.
(menurut laporan CIA diatas hanya 800.000 jiwa).
2. Golongan A,B,C yang jumlahnya ratusan ribu jiwa,
antara lain hukuman mati, seumur hidup atau
30 tahun lebih seperti Dr.Subandrio dan Omar Dhani.
Semua putusan yang luar biasa ini adalah atas dasar,
seperti yang disiarkan Jenderal AH Nasution
�bahwa mereka melakukan pembunuhan terhadap
para Jenderal AD� di lubang buaya (
7 orang perwira AD terbunuh).

Sampai detik ini (17 Mei 1999), masih begini
gambaran resmi yang diberikan kepada �orang awam�
dan generasi muda bangsa Indonesia, bahwa
1 juta orang dibantai adalah karena mereka
melakukan pembunuhan terhadap 7 perwira AD di
lubang buaya, bahwa ratusan ribu dipenjarakan
karena mereka melakukan pembunuhan terhadap
7 perwira AD di lubang buaya, Media Massa
yang membuat wawancara dengan Tapol yang
dikeluarkan dari penjara harus menulis bahwa
orang yang diwawancarai itu telah melakukan
pembunuhan terhadap 7 perwira AD di lubang buaya.
Ini kan pengadilan yang tidak logis, yang bagi
anak-anak muda kita tidak masuk akal apalagi bagi
mereka yang belajar hukum.  1 juta orang dibunuh
atau dipenjarakan seumur hidup karena semuanya
melakukan pembunuhan  terhadap 7 orang perwira AD
di tempat yang sama,  yaitu di lubang buaya.

Para jenderal dan pemimpin bangsa yang ikut
langsung atau tidak langsung dalam pelaksanaan
�pengadilan G30S/PKI� ini,  dan yang masih ada
rasa tanggung-jawab terhadap �orang awam� dan
generasi muda bangsa kita, berikanlah penjelasan
yang lebih masuk akal, kepada anak-cucu anda
misalnya,  sehingga mereka memiliki bahan
sejarah yang masuk akal pula, sehingga mereka
dimasa depan tidak perlu jadi pembantai
atau ikut dibantai. Seperti kita lihat sendiri,
nasib para pembantai tidaklah selalu jadi
lebih baik, sebaliknya hidup mereka menderita,
jiwanya gelisah, bermacam-macam siksaan yang
mereka rasakan, sehingga banyak yang cepat mati.
Sebelum mati, hidupnya sendiri menjadi gangguan
bagi dirinya dan juga menjadi gangguan bagi
orang sekitarnya, terutama pembantai yang
menyembelih tetangganya sendiri.

Bagi para pelaku dan pelaksana  putusan
�pengadilan G30S/PKI�  tidak  ada tuntutan
untuk memberikan penjelasan yang
�objektif benar� , tetapi  yang logis
diperlukan, sehingga generasi muda  bisa
memahami.
Pandangan lain, yang meninjau dari segi lain,
biarkan orang lain yang memberikan. Yang penting
ialah memberikan kesempatan kepada semua
yang berkepentingan untuk memberikan pandangannya,
terutama yang jadi korban, tetapi juga yang
mengorbankan. Jenderal AH Nasution memberikan
pandangannya secara terbuka. Silahkan yang lain
juga kasih pendapat. Dengan demikian kita
meninjau persoalan dari semua segi dan
dari semua pihak. Kebenarannya teruji !
Setiap orang mampu menilai sendiri dan
bisa membedakan sehingga  akhirnya bisa
menemukan kebenaran yang relatif objektif.

Sebagian orang akan merasa tidak senang
terhadap kebenaran ini , tetapi seperti
yang pernah dikatakan Montgomery Clift (USA):
�Kebenaran yang pahit akan selalu lebih baik
daripada ilusi yang menyenangkan�.  Kita
membutuhkan kebenaran yang teruji ,
walaupun pahit.
Kebenaran teruji,  karena hasil dari
pengumpulan pendapat secara demokratis !

Demi kelegaan hati  bagi seluruh lapisan
masyarakat, silahkan semua ngomong, sehingga
dendam lama berkurang dan malah bisa hilang
atau mengurangi kemungkinan penimbunan
bom waktu dimasa depan. Semua kegelapan yang
ada dizaman Orba maupun dari zaman Orla harus
dibuka sejelas-jelasnya. Semua kegelapan yang
masih disimpan, pasti satu waktu akan
mendatangkan malapetaka lagi. Apakah ada
jalan lain untuk menghindari bom
waktu dendam ? Orba Suharto sudah mencoba
jalan lain selama 32 tahun lebih.
Hasilnya ialah peledakan balas dendam
dimana-mana dan masih berjalan !
Hanya DEMOKRASI yang bisa
menyelamatkan bangsa Indonesia !

Soal-soal diatas meja !

Transparan !

Buka semua kegelapan  masa lampau
yang masih ada!

DEMOKRASI DALAM PRAKTEK  berarti

REFORMASI DALAM PRAKTEK !

M.Ramli. Mei 1999.

* angka pembunuhan yang ditafsirkan
oleh banyak pihak, termasuk dari
luar negeri. Kebenaran angka ini
masih harus diselidiki, sehingga
kita tidak membohongi generasi muda kita
dengan menggelapkan atau tidak mau
menyelidiki angka yang sesungguhnya.
Bentuklah Badan Penyelidik yang
tidak memihak atau Badan yang
terdiri dari semua pihak !
Reformasi pikiran dalam praktek !

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 23 May 1999 jam 17:28:29 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke