----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://click.indo-news.com/cgi-indo-news/ads1
++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++
----------------------------------------------------------

From: Cristovao Pereira

BUKAN MEKANISME YANG AKAN MENYELESAIKAN MASALAH TIMOR-TIMUR ,tetapi SUATU
MEKANIKA YANG AKAN BERBENTURAN.

Sadar akan kemerdekaan Timor Leste selama 23 tahun masih berjalan namun
Pemerintahan Indonesia yang Fasis yang mau memepraktekkan New imperalismya
di Tim-Tim sebagai ujicoba dari suatu kekalahan  lama yang dijajah oleh
imperalis Balanda pada waktu itu .
Sikap dari negara bear seperti Indonesia yang semakin jelas dan tegas dan
sadar akan satatus politik Tim-Tim, sangat penting dan  signifikan bagi
sikap masarakat terutama di kalangan kaum Progesif Kemerdekaan yang tak
disetir oleh siapapun.
Ini adalah realitas, yang melekat pada pemerintah Indonesia yang dengan
gengsi dan haus akan kehormatan tak malu melepaskan Tim-Tim. Pemerintah
Indonesia tak akan bicara Mekanisme selama mekanisme mengancam atatuskuonya
di Tim-Tim Dia akan bicara mekanisme fasis,.

adalah keharusan budaya Pemerintah rejim, seperti  satu koin mata uang
dengan dua wajah yang berbeda.
Ini adalah pola mekanik dengan pergerakan kontra mekanisme. Adalah keharusan
perjuangan New Imperalisme yang Fasisme.
Hal ini karena tak bisa melahirkan babak baru, yaitu compromi disebabkan
sangat jauh polaritas politik idiologi sehinga sangat berbeda di antara
kelompok-kelompok itu.
Bagaimana terjadi kontradiksi antara dua idiologi seperti Idiologi Kiri dan
Idiologi kanan.
Oleh sebab itu Mekanisme jejak pendapat yaitu pemungutan suara secara lansun
yang akan di laksanakan pada tanggal 8 Agustus 1999 menjadi ancaman dan
bumeran jika dipaksakan entah itu awal atau saat dilaksanakan  atau uasai
dilakukan.

Hal ini karena adanya Anak dari New imperalisme fasis dan anak dari new
frustrasi jabatan serta oportunis oportunis baru. Terhadap kelompok
Integrasi murni dengan petisi Balibo serta kelompok Kemerdekaan Murni dengan
Bendera RDTL 28 Nop 1975 , versus kelompok lain sepeti kelompok Frustrasi
jabatan,
Pro Integrasi yang tidak jelas seperti mahidin, Aitrak , besi merah putih,
Erminio, joao tavaris Panglima musiman, Euriku wakil panglima kesasar dan
lain-lain  serta elit-elit politik.
Kelompok baru CNRT, muncul lagi seperti Karaskalao bersaudra, ibu Cintao,
yang haus akan jabatan ,dua atau tiga orang pastor yang bergabun di CNRT
saya mohon supaya nama pastor dan agama dilepas aja karena Agama dan politik
beda , uskup Bello dan Ramus orta sejauh mana eksistensi dari nobel yang
anda dapat?. liandro izak yang tidak jelas perjuangannya, apa lagi ditamba
dengan seorang Xanana yang mempunyai gaya Foto model(maaf kami terpaksa
kritik)  Kami pemuda yang sekarang ini kehilangan Identitas kami,
Dengan nama kami dan rakyat anda mengorbankan terus! Kemana anda membawa
kami? Kamana lagi Timor Lorosae ini anda sekalian dibawakan? Mau korban
berapa lagi yang anda inginkan? Demikian kata seorang pemuda dengan
kawan-kawannya ketika ditanya. Mereka kawatir akan Mekanisme.

Saya kawatir akan Intervensi infisible hand dalm masalah Tim-Tim ini. Dengan
melihat perkembangan akhir-akhir ini,baik di  Internasional  regional dan
Nasional.

Demikian  semoga!

Dari,  CETA(CENTRU ESTUDANTE SOSIALIS)

kALIMANTAN TIMUR (sAMARINDA)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 23 May 1999 jam 17:06:41 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke