----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://click.indo-news.com/cgi-indo-news/ads1
++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++
----------------------------------------------------------

KONTRAS JAKARTA SOALKAN KASUS ACEH

(Narasi Air Crew)
JAKARTA, (Nikoya-FM Quadrant, 22 Mei 1999). Penyelesaian kasus Krueng Geukueh 
Lhokseumawe Aceh, 5 Mei lalu yang telah menewaskan 42 jiwa masih belum memuaskan para 
korban dan saksi yang masih hidup. Para korban dengan bantuan koordinator Kontras, 
Munir SH, berniat untuk menempuh jalur hukum guna mencari jawaban atas kasus Aceh ini. 
Selasa kemarin Team penggugat ini mengadakan konfrensi Pers di Kantor Yayasan  Lembaga 
Bantuan Hukum, berikut laporan reporter Quadrant Dipa Mulia yang meliput acara itu :
Adalah Yacob salah seorang dari tiga saksi dan korban yang hadir dalam acara kesaksian 
Tragedi Krueng Geukueh atau yang lebih dikenal sebagai Tragedi Simpang KKA Lhokseumawe 
di YLBHI Jakarta kemarin. Ia menceritakan secara kronologis kejadian yang telah 
menewaskan 42 orang itu, menurutnya tragedi itu bermula dari datangnya ribuan rakyat 
ke Kantor Koramil 01033 di Simpang KKA, mereka berduyun-duyun datang untuk meminta 
pertanggung jawaban atas pelanggaran perjanjian, bahwa Koramil dan aparat militer 
tidak akan memasuki kampungnya tanpa Danramil atau Camat, namun peristiwa yang sempat 
memanas itu berhasil dipadamkan dan rakyat sudah beranjak pulang. Namun tiba-tiba...

(Insert Voice Saksi Sdr.Yacob)
"Tiba-tiba dari arah selatan  muncul dua mobil angkatan...apakah itu dari Rudal atau 
113...saya tidak tau...yang penting saya lihat warnanya...warna kendaraan TNI, sampai 
kira-kira 20 meter dengan kumpulan massa itu...masyarakat membuka jalan...kiri dan 
kanan...maksudnya Pasukan yang datang itu...supaya berkumpul juga dengan 
masyarakat...supaya melahirkan negosiasi perdamaian...bukan peperangan. Kita lihat 
pada ...mobil tersebut...itu ada pasukan yang lompat ke kiri dan lompat ke 
kanan...tiba-tiba ada sentelan batu....lemparan batu dari mobil mereka ke 
masyarakat...masyarakat itu kena...sehingga terjadilah balas-membalas...kemudian 
terjadilah peletusan senjata...."

(Narasi Air Crew)
Yacob salah seorang saksi Tragedi Simpang KKA Lhokseumawe Aceh, mendengar keterangan 
saksi ini, Munir.SH merasa kecewa atas kejadian dan tanggapan aparat dalam hal ini 
TNI, mengenai kasus simpang KKA. Menurutnya jawaban yang dikatakan Pangab Jenderal 
Wiranto, soal peristiwa Krueng Geukueh ini, sama dengan ketika mengaburkan peristiwa 
Semanggi dan Tri Sakti...

(Insert Voice Munir.SH Kontras)
"Apa yang disampaikan Wiranto dalam hal ini...kami melihat ini adalah gejala yang sama 
ketika mengkaburkan peristiwa Semanggi dan Tri Sakti...ketika Semanggi dan Tri 
Sakti...kemudian juga dikatakan, bukan standar ABRI...tapi nggak pernah jelas kemudian 
siapa...pada waktu itu alasannya Quict Syok...tapi sekarang saat ini lain lagi...kalau 
itu pelurunya terlalu besar...macem-macem... Itu yang pertama. Dan yang kedua, juga 
disampaikan bahwa seolah-olah... masyarakat-lah menyatakan adanya kerusuhan dengan 
menyediakan Ambulance milik ICRC....saya kira ini kalau memang bener apa yang 
disampaikan Pak Wiranto...ICRC menyediakan itu....saya kira ICRC punya kewajiban untuk 
mengklarifikasi...benar kah...ICRC telah menjadi bagian dari permainan dengan 
masyarakat untuk membuat kerusuhan itu...karena ini satu hal yang menurut 
saya...sangat berbahaya.....disampaikan...
Dan pola tuduhan menyediakan Ambulance ini...sebetulnya adalah...pernah juga dilakukan 
dalam kasus Tri Sakti dan Semanggi...aparat juga pernah menuduh Suara Ibu Perduli 
(SIP) menyediakan Ambulance-Ambulance sebelum aksi mahasiswa....yang dianggap itu 
mendisaint sebuah kerusuhan. Dan perlu diketahui sejak pengalaman DOM...apabila ada 
gejala kekerasan aparat terhadap masyarakat...selalu rumah sakit-rumah sakit disana 
(Aceh.red)...memang menyediakan Ambulance mendekati wilayah-wilayah itu...karena 
mereka udah tau..pasti ini akan ada korban..."

(Narasi Air Crew)
Dalam hal ini Kontras mengambil sikap menempuh jalur hukum dan akan bertemu Puspom 
ABRI hari Rabu.

(Insert Voice Munir.SH)
" Kontras....sudah memutuskan akan mengambil upaya 'legal action' yaa...kami tadi udah 
mengkontak... satu-satunya secara hukum kita...di Indonesia nggak punya ruang 
lain...kecuali Puspom ABRI. Dan Puspom ABRI udah menyatakan bahwa Oke...mereka akan 
bertemu dengan kami besok siang...untuk membahas persoalan Aceh ini..."

(Narasi Air Crew)
Dalam kesempatan ini Kontras juga mengancam, jika memang jalur Puspom ini tidak juga 
menuntaskan kasus Krueng Geukuh, maka Kontras dan korban akan menuntut pemerintah.

(Insert Voice Munir.SH)
" Kalau memang  benar...bahwa tidak ada tindakan kongkrit plus pertanggung 
jawaban....kami akan dalam waktu yang tidak begitu lama...para korban ini juga akan 
melakukan gugatan kepada pemerintah....karena sampai hari ini...sebetulnya ini 
sebahagian saja dari sekian banyak peristiwa yang nggak pernah dipertanggung 
jawabkan..."

(Narasi Air Crew)
Munir. SH, Koordiantor Kontras............. (Insert sound effect)......... Akan kasus 
Simpang KKA menjadi satu lagi kasus dalam number yang sebenarnya sudah menumpuk itu ? 
kita tunggu saja kesungguhan Kontras dan Puspom ABRI dalam menyelidiki kasus ini. Dan 
sekian laporan Quadrant kali ini. Saya Feby Arianto bersama Hasil Liputan Dipa 
Mulia...Quadarant.

-----------------------------
Di tulis kembali oleh : Cut Intan Famidar (Reporter)

News Devision
RADIO NIKOYA 106.15 FM
Banda Aceh Hit Radio Station

URL : http://come.to/nikoyafm
URL : http://www.un.or.id/unesco/localrad/Stations/nikoya.htm

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 24 May 1999 jam 16:01:49 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke