----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://click.indo-news.com/cgi-indo-news/ads1
++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++
----------------------------------------------------------
Butek sekali 3 hari belakangan ini, badan meriang lagi.
Kepala serasa sedikit pusing pusing padahal bill surgery
pantat 3 minggu yang lalu yang berjumlahnya 1500 dollar
belum sempat datang. Dan bila nanti benar benar datang
jelas kepala ini bakalan kleyengan lagi seperti komidi
puter. ( Say Goodbye to Jalan jalan ke Alaska dan Montreal
hik hik..menyedihkan. duitnya abis ke pantat )
Hari selasa saya minta ijin pada Deanne ditempat kerja
agar bisa off pada hari rabu. Setelah berpura pura punya
serious family matter dengan muka teaterikal saya berlagak
susah. Dan jelas Deanne tidak berdaya menolak jurus alibi
orang Asia terutama Indonesia yang memang sebenarnya berbakat
besar menjadi penipu ala basa basi,pura pura susah
pura pura baik di depan orang ( ramah tamah di depan, caci maki
di belakang )
Sore itu sepulang, kerja saya dan Vikcy langsung mengepak
tas dan beberapa buku. Selesai mandi kami langsung beranjak
ke mobil lalu melesat ke Kansas City. Perjalanan ke sana jelas
tidak menarik lagi untuk diceritakan karena highway ini telah
kami lintasi berkali kali. Langit senja mulai memerah, saya
terhenyak di samping Vicky yang kelihatan bersemangat
mengemudi. "Smoke Gets In Your Eyes" Henry Mancini
di kaset menemani obrolan kami ketika melintasi Clinton.
Jika terlalu penat saya take a nap barang sebentaran.
Tidak jarang saya membuka buku " Mohammed" Maxime
Rodinson yang saya harus tamatkan minggu ini sebelum
memulanginya ke Green County Library.
Kansas kami tempuh dalam 3 jam. Jam 8 malam itu
rumah aunt Geneva masih terang benderang. Yang pertama
kali menyambut di depan jelas adalah Sparky, anjing kecil
yang pendiam yang jarang menyalak, tapi sering berlarian.
Aunt Geneva membukakan pintu lebar lebar, wajahnya
masih tetap cerah, rambut peraknya berkilatan di terpa
cahaya lampu taman. Setelah makan Sonic Burger yang
rasanya jelas seperti kotoran kuda, Vikcy dan Aunt Geneva
seperti biasanya duduk di ruang family dan ngobrol ke sana
kamari. Sedang saya duduk di pojokan melanjutkan membaca
" Mohammed " kembali.
Hawa dingin membuat saya kami ngantuk. Tidak menunggu
lama kami segera pergi berbaring di kamar. Vikcy masih
menggeliat geliat mencari posisi terbaik dan saya langsung
jatuh tidur, sayapun bermimpi :
--- Sedang berada ke Masjidil Haram, bersama sama ribuan
orang yang sedang tawaf, bangunan disekitarnya terasa tua
suram dan kurang terawat, Hati saya tidak merasakan apa apa,
begitu juga sewaktu melihat Kabbah yang dibungkus kain hitam.
Saya menengok ke kiri kanan mencari Tuhan, atau paling tidak
sejumlah fenomena aneh yang menandakan dia eksis. Tapi
semuanya serba terasa hambar, saya tetap melangkah menyusuri
pojok demi pojok sampai kemudian mimpi itu berhenti---
Jam 9 pagi saya bangun dan mencoba merenung.
Barangkali mimpi saya itu lahir lantaran mengetahui
bahwa " Ibadah Haji sebenarnya adalah tradisi para paganis
penyembah berhala sebelum Islam, yang kemudian ritualisme
nya diteruskan oleh Muhammad " seperti yang saya di buku.
Tapi sebodolah, saya berjalan jalan kesini cuma karena
ingin menghilangkan rasa suntuk. Mendekati tengah hari kami
breakfast di Perkins Restaurant. Yup..lagi lagi dalam hati saya
komplen, dua bule ini enak menikmati makanan etnisnya sendiri,
sedang saya sambil sedih memikirkan Epen di Kebon Kacang
lagi ( sialan si Bonang, enak bener dia sering nongkrong di sana.)
Kansas adalah kota yang nyaman, rumah rumah besar disepanjang
jalan di dekat down town tidak pernah gagal membuat saya berkhayal
" Ah..bila punya rumah yang itu, ah yang itu juga oke..hmmm yang
ini juga nggak apa apa.." Bekeliling dari satu blok ke blok lainnya
sambil mendengarkan lagu lagu dari statiun Jazz di radio sungguh
membuat saya lupa bahwa saya dulu pernah tinggal di gang...
Gani di Berlin bertanya sekaligus berprasangka bahwa ke jagoan
Bonang menulis surat buat Nisye yg penuh gombal ada hubungannya
dengan perjalanan hidup saya yang pernah pacaran berkali kali.
Well saya sih ingin menjawabnya dengan " nggak " tapi okelah..
saya mengaku, "ketika duit memang tidak bisa di andalkan karena jarang
punya, seorang anak gang memang harus bisa merayu dalam
tulisan secara indah ,puitis dan sok merendah secara cerdas " he he he..
Mbak Nith di Swiss lain lagi. Teman netter yang bahagia dengan
para sersan kecil, anak anaknya yang indo itu bilang sering
merindukan tulisan geblek saya. Tidak peduli yang mana, saya
selalu mencari kolom Proletar, katanya membuat bulu kuduk
saya berdiri bagai " adiknya " di Tommy ketika melihat Maya
Rumantir.. ah saya jadi GR sekali...
Mbak Li di Milan juga pernah bilang, " saya seperti ikut naik Bajaj
bersama Abung dari Blok M ke Pondok Indah " ketika baca pertualangan
nya si Bonang. Sesering itu orang memuji cerber ngasal itu, sesering
itu juga saya jadi sedih " ternyata saya ini cuma berbakat menulis
cerita cetek yang norak hik..hik..hik.."
Mas Tom di Kompas lain lagi. Anak muda yang pernah kesambit batu
di lapangan tembak ketika anak SMA 24 ( bekas sekolahan saya )
ini berantem entah dengan sekolah mana, bilang " saya selalu
menunggu tulisan bang Hasan, kok nggak muncul 2 hari ini apakah
lagi sakit ?" --Ya Tom, Abang lagi puyeng lantaran bosen kerja dan
bosen membaca tulisan tulisan PMP di Internet..
Saya merasa butuh suasana yang lain. Atsmosfir lain yang membuat
saya kembali bersemangat. Itulah sebabnya dalam perjalanan pulang
ke Springfield tadi saya memohon pada Vicky untuk berhenti sejenak
menengok Farm House nya- Presiden Harry Truman tidak jauh di selatan
Kansas City.
Farm House itu nampak begitu sederhana. Bangunan 2 lantai tempat
Truman menghabiskan waktu mudanya adalah rumah yang tidak elegan
sama sekali. Seperti kebanyakan rumah petani disini, selalu ada pompa
air dan gerasi kayu tempat menaruh peralatan ladang beserta kandang
kuda. Presiden besar yang terkenal jujur , lurus dan tidak bisa dibeli
ini adalah Presiden yang mempercepat berakhirnya perang dunia kedua.
Truman yang cuma lulus SMA, adalah seorang otodidak yang luar biasa,
Di tangan Presiden yang very faithfull terhadap Istri dan keluarga ini,
Amerika seperti menemukan kembali fundamen yang kuat sebagai
sebuah bangsa yang siap meluncur menyambut era negara terkuat di dunia.
Well, Truman seperti Sukarno meninggalkan Istana dalam keadaan
yang sederhana. Jangankan bisnis konglomerasi seperti keluarga dajal
di Cendana. Rumah saja dia tidak punya. Ketika dia meninggalkan
White House, Truman kembali menetap di rumah mertuanya tidak jauh
dari Farm House milik keluarga ini.
Tapi tidak seperti Sukarno yang gila perempuan yang jatuh dari
kursi kekuasaan lantaran coup, Truman mati dengan satu Istri
dan meninggali Washington dengan kemauannya sendiri.
Truman meninggalkan legenda yang real.Dia bukan saja
kebanggaan Missouri tapi Amerika jelas sangat bangga
pernah memiliki " Harry " . Seorang petani yang rendah hati,
sekaligus keras, punya sikap cerdas dan lurus..
Indonesia yang gemah oleh harta karun dan hasil alam.
Yang kita punya cuma 2 Presiden dan 1 boneka Presiden.
Yang pertama adalah diktator gila perempuan. Yang kedua
diktator gila Harta , dan yang ketiga sebuah boneka bego
penjaga gawang diktatur yang kelewat bangga dengan gelar
dan juga menyukai harta.
Dan yang akan datang nanti...?
Jelas bukan Presiden model Harry Truman lagi,
Kalau bukan presiden perempuan bloon yang keberatan
sanggul dan kebaya, paling Presiden kontet yang kebanyakan
ngebacot dan menjila jilat Amerika dan Cina , dan berlagak
wise sambil tidak lupa kembali "menjadi ketua dewan pakar
ICMI " sambil nanti mengambil orang orang satu Organsisasi
keparat ini sebagai bagian dari kabinet hijau..
Anak gang di Jogja ini jelas jauh kwalitasnya dari Truman.
Anak gang ini bernama Amien. pesawat ulang aling tunggangan
Habibie...
Well saya di sini cuma bisa mengucapkan hati hati.
Jalan jalan ke Kansas akhirnya ada gunanya juga ya? he he he..
Monggo , mau mandi...
Hasan Basri
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 27 May 1999 jam 04:58:56 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++