---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://click.indo-news.com/cgi-indo-news/ads1 ++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++ ---------------------------------------------------------- Mendung lagi di sini. Rumput dan tanah nampak basah lantaran gerimis menguyur semalaman tadi malam. Well saya terduduk lagi di depan komputer. Untuk pertama kali saya bengong mau nulis apa ya? Cerita serial anak gang? nggak ah...Menulis analisa tentang Mega wati ? PAN ? PKB ? No way..! Gimana soal agama? Hmmm lagi bosen ah..Well tulis surat terbuka untuk Habibie ? Akbar Tanjung ? atau Adi Sasono ? aujubila minzalik...kolom proletar tidak akan pernah merendahkan mutu dengan menulis surat terbuka, apalagi surat terbuka buat para setan..! Jadi ? Begini deh..hidup ini kan memang pendek banget. Apa nggak bosen ngurusin soal politik,sosial, hankamrata, posdikbud,tutwuri nggak adadiri,koalisi para bergajul,minyak jidat rais,si picek dur,mega,over size bh.Habibie babon cendana. Adi Sasono -robin hood berpeci tukang tilep duit utangan world bank buat dibagi bagiin rakyat kecil "yg penting pilih PDR ". Wiranto- si goblok berpangkat. Muladi,kura kura ninja bertitel SH.Baramuli- Makasar yang setiap kali kentut keluarnya adalah bunyi " Habibie adalah Tuhanku" Tri Sutrisno- bekas anjing tolol Pak Harto yg berlumuran darah orang Tanjung Priuk. Muradni- Tampang semar tukang bantai orang kecil. Jendral Nasution- si gaek idiot yang berjasa merusakan Indonesia dengan dwifungsi Abri yang sekarang melolong lolong minta perhatian dengan himbauan " hati hati komunis dan PKI " Yeee...kok saya malah menulis begituan? nggak mau ah.. Hidup ini jelas tidak panjang. Menjadikan hidup ini suatu hal yang serius adalah memendekan umur , kawan.. Ngapain susah susah mikir sana sini? Ditulis dan dimuat di milis atau tidak, toh tidak akan merubah apa apa. Sakit hati memang setiap kali menyadari, sepanjang hidup orang seperti kita yang merasa cerdas tidak bisa merubah apa apa, dan orang miskin selalu merasa kita wakili jelas akan selalu menjadi objek penindasan orang orang berduit dan ber- kuasa.. Makanya saya sih sebenarnya bukan humanis tulen. Saya kasihan dengan orang miskin bukan lantaran mereka hidup payah.Tapi saya kasihan bila hidup mereka stagnan dalam kemiskinan. Kalau miskin itu cuma sebuah " situasi temporer" menurut saya menjadi miskin itu bahkan perlu sekali.. Hidup ini tidak lengkap sebelum kita mengecap situasi yang berbeda beda. Terlahir kaya, hidup kaya dan mati kaya sama sekali tidak menarik.. Terlahir miskin, berjuang dan membuat hidup menjadi lebih baik, dan mati dalam sukses ( menyelamatkan keturunan dari hidup susah, sambil tidak memperkaya mereka ) adalah lebih baik. Tapi miskin adalah proses awal yang situasinya tidak bisa dibalik menjadi: Terlahir kaya, hidup bangkrut dan mati miskin. ini namanya malapetaka.. Well, bagi saya hidup ini bukanlah roda yang pasti berputar atas dan bawah. Hidup ini bukanlah kepastian kecuali kematian. Hidup bagai roda itu adalah prinsip yang dimiliki oleh para pejuang nasib yang kurang yakin dalam memperjuangkan nasib. Atau orang orang gagal yang mencari alibi agar kegagalan hidupnya bisa di apologi. Hidup adalah seperti ritme ombak, tidak bisa ditebak, hidup adalah seperti weather. Dia bisa terang benderang, dia bisa mendung kelam. Dia bisa menjadi topan, dia bisa menjadi angin mamiri kupasa... Hidup yang nikmat adalah bagaimana kita bisa menjadi seorang hedonis dalam cara cara sopan. Seorang pemabuk ringan akan selalu riang. Hindari menjadi orang yang over religious, kebanyakan tabu dan memenjara diri dari hal hal yg sebenarnya menyenangkan jiwa.Nikmati hidup ini tanpa merugikan orang lain...ok? Orang miskin harus bisa hidup lebih baik, makan lebih enak dan jalan jalan lebih banyak. Anak gang harus bisa main dengan anak jalan raya, bergaul luas dan mampu menembus batas batas gang dan keluar melihat cakrawala yg cosmopolitan. Dan saya di sini, walaupun masih dalam status mengambang antara " berduit dan tidak berduit " mengaku adalah seorang miniatur hedonis yg tidak over dosis. Walaupun jarang makan enak, walaupun sering merasa homesick, walaupun jauh dari orang orang yg berbahasa sama. Saya menikmati setiap detik hidup ini disini, Saya merayakan pesta kecil yang bakalan berakhir ini dengan sepenuh hati... Nah, saya permisi dulu, Mau berangkat ke 11 Points River... Saya mau nginep di sana, besok saya mau berenang dan Canoeing. Vicky lagi siap siapin makanan piknik. See you all... Hasan Basri [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 30 May 1999 jam 16:17:51 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
