----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++
----------------------------------------------------------

Dating adalah tradisi ritual setua sejarah manusia. Dari Adam sampai
Casanova, dari Julius Caesar sampai si Komar anak gang buaya, bila
berkehendak menemui teman kencan pastilah mereka menyiapkan pakaian dan
penampilan yang terbaik.Laki laki Neanderthalis yang hendak mengunjungi
lawan kencannya biasanya menyerahkan binatang hasil buruan sebagai barang
pemikat, pria abad pertengahan di Eropa membawa parfum dan cowok
modern jaman sekarang jelas membawa kembang dan kadang kadang
menyiapkan kondom di dompet ( Tommy Suharto, K H Noer Iskandar,
Benny Murdani, Ginanjar , Ari Sigit, Muslim Taher,Abdul Latif) sambil menunggu
sebuah kesempatan terbaik untuk memetik para kembang yang lemah gemulai yang
gampang dikelabui duit dengan menggiring mereka ke kamar hotel hotel
berbintang buat " istirahat ".

Tapi Bonang bukanlah mahluk yang otaknya dikuasai bayangan ngeres.
Batak satu ini memang pergi ke Plaza Senayan sebelum menemui Nisye
untuk membeli boneka  sebagai pertanda sayang. Setelah berputaran
dari satu toko ke toko akhirnya Bonang mendapati sebuah boneka unik
yang menurutnya pas buat Nisye, Boneka Porky Pig itu alangkah lucunya.
Bonang beli seharga 25.000 rupiah tanpa perasaan berat. Baginya uang
bukanlah segala galanya dibandingkan dengan tulusnya cinta. Lagi pula
selain Bonang memang dermawan, Hari itu dia juga memang merasa begitu kaya,
uang dari Rasyidi adalah uang terbanyak yang pernah dia punya.
Dan Bonang jelas ingin menikmati sepuas puasnya perasaan kaya ini
sebelum sang duit benar benar pupus lagi nanti.

Kopaja yang dihentikan Bonang di depan Mall ternyata bersupir Amo
Dia adalah pasangan main gaple Bonang ketika mereka memenangkan
kejuaraan gaplek di kelurahan Kebon Melati di 17 Agustusan yang lalu.
Supir Arab yang bangga karena tinggal berhadapan dengan Djair,
seorang penulis komik silat ini adalah seorang supir yang sama sekali
tidak licik seperti layaknya saudara saudara jauhnya  di semenanjung
Arab sana. Amo bukan saja Arab Tanah Abang yang murah senyum,
Kopajanya juga terkenal di kalangan penumpang sebagai " KFS"
alias Kopaja Fransk Sinatra " karena sepanjang trayek, Amo selalu
memasang lagu lagu Franks Sinatra dan kadang kadang Perry Como.
Hati Bonang berdebar ketika kopaja mendekati bunderan Lapangan
Tembak. Amo bertanya " kenapa ente kok keliatan pucet Nang ?
Bonang menjawab jujur " Hari ini adalah hari terpenting dalam hidupku
Mo,aku akan bertemu seorang bidadari, ini bidadari Pondok Indah Mo,
dan rasanya dia bakalan menjadi pacar pertamaku " Amo menggaruk garuk
kan kepalanya bingung, sambil mendengarkan lagu " Its Immposible "nya
Perry Como dia berkata dalam hati " Yah Nang, ente anak gang becek
pergaulan cetek mau pacaran sama cewek elit ? Its Immposible nang .."
Amo menghentikan Kopajanya tepat restaurant baso. 30 Detik menjelang
terjun ke aspal, Bonang masih sempat melap wajah berminyak dan tangan
nya dengan tissue merek Mandom. Tidak lupa dia memberikan 2 bungkus
Ji Samsu buat Amo yang mengucapkan " gut lak " sambil tertawa tergelak
gelak menyaksikan Bonang yang nampak begitu nervous.

Batak satu ini berjalan dengan rasa bimbang, diujung sana samar samar
dia melihat sosok Nisye sedang duduk sambil menyeruput cola dingin.
Wajahnya begitu cantik mendebarkan seluruh pori pori sang Batak.
Tubuhnya yang dibungkus kaos putih dan celana Jeans biru muda
begitu nampak elegan.Kulit tangannya yang seperti meredam panas
Matahari Jakarta menyejukan hati semua laki laki. Ketika Nisye melambaikan
tangannya, Bonang hampir saja semaput dan berniat kabur mengejar
Kopaja si Amo, tapi insting purba orang Sumatra Utara memang tidak
gampang runtuh. Cuma sedetik Bonang bimbang, setelah itu dia malah
kembali menjadi Sisingamangaraja sejati yang nekad walafiat tidak, tidak
ada yang namanya malu untuk raja tanah karo satu itu.

Bonang menyalami tangan Nisye sambil menyembunyikan porky pig
ditangan kiri dibalik badan. Tapi Nisye justru berdiri dan memeluk ringan
Bonang. Mudah diduga Bonang kembali pucat pasi, lagu lagu melankolis
Hetty Koes Endang di dadanya tiba tiba berhenti berubah menjadi lagu
hard rocknya Metalica yang tidak pernah dia mengerti .

" Nisye ini ada hadiah untukmu " Kata Bonang sambil mengulurkan
sang boneka babi buatan Taiwan. Nisye tersenyum senang, dan menerimanya
secara gembira walaupun sebenarnya dalam hari Nisye dia berkata
" Kok boneka  ini  lebih mirip Habibie dari pada si Porky?"

" Aduh Terima kasih banyak ya Bonang...bagus sekali bonekanya"
Jawab Nisye, " Ini saya juga bawa hadiah untuk kamu " Nisye
mengeluarkan satu gallon es krim  coklat merek  Hagendaz dan
menyerahkan nya ke Bonang. Mudah diduga anak gang satu ini
langsung tertawa tawa senang. " Kamu kocak Nisye..ha ha ha.kok
tau sih kalau aku ngidam ini es krim?"Tanya  Bonang yang menggema mengganggu
pengunjung restaurant.

Nisye juga ikut tertawa dia bilang " Saya melihat kamu kok
waktu kamu comot es krim dari bajumu dan jilat jilat tanganmu di luar pintu
mall sana" Bonang tertawa, Mereka tertawa bersama sama, dan Tuhan
pun di langit sana ikutan tertawa. Bonang menggenggam tangan Nisye
dan mengucapkan terima kasih. Sambil menceritakan kembali penga
laman pertama bertemu di Mall, mereka memesan baso urat dan teh
botol.Wajah Bonang berseri tampan, sekali kali dia mencuri wajah Nisye
yang terbiasa menunduk setiap kali menyeruput minuman.  Dan Nisye
juga kadang mencuri wajah Bonang, yang terbiasa menggasak makanan
di warteg tanpa upacara pendahuluan tanpa beban. Bonang bercerita
soal Abung yang sempat menganggap Nisye itu mahluk halus. juga soal
berapa lama dia menghabiskan waktu untuk menulis surat pada Nisye.
Nisye tertawa kembali terpingkal pingkal , perlahan dia menyadari cuma
laki laki inilah yang bisa membuat dirinya begitu riang. Lambat tapi pasti
Nisye mengakui berdekatan dengan Bonang adalah suatu ke asyikan
tersendiri. Sudah berapa lama Nisye tidak tertawa selepas ini.

Adalah rombongan Eggy, mantan pacar Nisye yang menggangu suasana
romantis mereka berdua. Cowok Menado berbadan besar itu keluar dari
mobil sport Mitsubishi 3000-GT berdampingan dengan 3 mobil gengnya
yaitu Grand Cherokee,Audi A-8 LX, Porsche Carrera. bersama sama
mereka keluar dari mobil yang diparkir sembarangan. Berenam mereka
berjalan masuk barengan kedalam kedai baso.Nisye mengeleskan wajah dari Eggy
karena dia tidak mau urusan dengan anak Gubernur Sulut yang pernah
menghianati hatinya ini. Tapi Eggy malah petentengan , setelah menutup
telepon genggam yang berkali kali berdering, dia bertanya pada Nisye
" Eh Nis? elo date sama supir Bajaj dari mana? " dengan angkuhnya.

Bonang tersentak, dia tidak mengerti apa yang terjadi, Bonang membalikkan
badan berdiri dan menatap Eggy, Nisye mencoba meredam suasana dengan
menyuruh Bonang duduk kembali, Bonang  bertanya " siapa dia Nis? Kenapa
dia merendahkan aku seperti itu? Nisye menjawab " nggak usah dipikiri Nang,
Dia cuma seorang anak sinting yang kurang kerjaan " Bonang hendak duduk
kembali ketika  Eggy melancarkan serangan berikutnya " Supir bajaj nekad
juga mau macarin anak keluarga Badaksono " cetusnya..sekejab meledaklah
tawa para geng elit ini membuat kuping Sisingamangaraja merah matang.

Bonang berdiri kembali, tapi Nisye juga ikut berdiri dan menarik tangan
Bonang untuk segera keluar dari kedai Baso, Nisye segera memanggil
sang pelayan untuk membayar bill, tapi Bonang segera mencegah,
" Biarkan aku yang membayar Nis " kata dia mantap sambil meraba
kantong celana, dan astaga Tuhanku, diantara pusat perhatian Eggy
dan teman temannya, juga didepan Nisye, Bonang menyadari kantong
celananya rata, dompetnya tidak ada di tempat. Keringat dingin keluar
bercucuran, dia lalu ingat " Pasti Batak yang duduk disebelah aku
dalam kopaja tadi yang copet dompetku.kurang ajar bah..suku makan suku"
Bonang gelagapan , dengan lemas dia bilang " Nis..dompetku kecopetan "
Mendengar itu meledaklah kembali tawa riuh Eggy and the Gang.

Dan Menado yang gagal memacari adiknya Tanti di Paris,
Dan ketika mencoba balik dengan Nisye tapi ditolak total,
Yang sok jago lantaran ikut karate sampai ban biru langsung
menyambar kembali dengan salvo " Narik bajaj dulu seminggu baru
biar elo mampu bayarin cewe setiap kali pacaran "

Siapakah yang memerintahan Bonang berjalan mendekati
Eggy? entahlah.. Bonang memang berbadan tegap, tapi tubuhnya
jelas tidak sebongsor Egy yang kebanyakan vitamin, Bonang juga
tidak pernah latihan silat atau karate,tapi Eggy tidak menyadari bahwa
kepalan tangan seorang miskin adalah kepalan tangan beton yang
sangat kapalan. Dia juga tidak tahu entah dari mana datangnya keberanian
laki laki kere ini menghampiri, dan sebelum dia sempat sadar tiba tiba
tubuhnya terjengkang jatuh menimpa kursi, wajah Menado sehalus banci
ini memar, bibirnya pecah, hidungnya membiru, dan teman satu gengnya
konon cuma mematung tidak berdaya ketika sang leader nyusruk dibalik
meja. Bonang masih berdiri ,tangannya berdenyut denyut dan dia siap
melayani 6 kawanan musang ini jika perlu. Tapi kerumunan banci ini
perlahan lahan mundur sambil membangunkan Eggy yang masih tidak
setengah siuman.

Nisye menatap dari kejauhan dengan rasa tidak percaya.
Kekagetan Nisye berubah menjadi kekaguman pada Bonang,
sambil juga menyukuri Eggy yang mukanya belur .

Bonang lalu menghampiri Nisye ,
" Nis, biarkan aku pulang. Sorry suasana hari ini jadi rusak
karena ulah temanmu itu "  Kata Bonang lirih.

" Nggak apa apa Nang, Saya bisa mengerti.."
Nisye juga berkata lirih.

" Sampai nanti Nis" Ucap Bonang sambil menggengam halus
pundak Nisye , setelah itu dia melangkah menuju halte di dekat bundaran.
" Sampai nanti Bonang " jawab Nisye masih tertegun menatap sang
pria idaman berjalan gontai kehilangan semangat.

Dua menit Bonang terpaku di pinggiran jalan, hatinya merasa
begitu terluka karena penghinaan Eggy, Bonang tahu bahwa
dia memang orang miskin, tapi pengihinaan terhadap orang kere
dan  supir bajaj adalah sangat keterlaluan. Karena beberapa
teman dekat dia yang terbaik adalah supir bajaj juga. dan mereka
mereka ini adalah kawan kawan terbaik yang pernah dia temui.
Mereka adalah manusia dan mseti dihargai.

Bonang masih termenung ketika sebuah Bajaj berhenti mendadak
tepat di depan hidungnya.

" Hoi Nang, mau balik loe ? " Tegur  si supir yang tangannya hitam legam?

Bonang tersenyum menyaksikan Abung sahabat karibnya  yang
sekarang menarik Bajaj milik Pak Haji Sidik, raja tanah di Kebon Pala III,
Seperti sedang membaca isi pikirannya tiba tiba saja Abung singgah
menghampiri Bonang.

Sambil melangkah masuk Bonang menyeletuk.
" Yu know wat ?" tanya Bonang?
" Wat? " tanya Abung yang memang pernah ngapalin kata kata ini
dari film seri Bay Wacht.

" I lop you man !!! " Teriak Bonang sambil menepak nepak kepala
Abung yang cekikikan sambil menyetir bajajnya meliuk liuk diantara
sederetan mobil mewah di awal magrib di depan TVRI.

Hidup adalah sebuah progres.
Ada saatnya damai ada saatnya kita melayani konflik.
Tapi apapun namanya hidup harus terus maju kedepan.

Dan Bonang serta Abung sekali lagi berlalu
bersama sama dalam Bajaj yang melaju pasti
diantara ketiak modernitas kehidupan, eratnya persahabatan
selalu mampu menghadirkan banyak kehangatan dan kebahagian,
bagi orang orang yang mau membuka diri dan mengerti.....


[EMAIL PROTECTED]


Note: Karena begitu banyaknya request pada cerber ngasal ini.
agar tidak berkali kali mengirim tulisan yang terlewatkan pada
para netter yang sarat oleh demand, saya bikin nomor urut
didepan judul cerber ini untuk memudahkan mereka mengikuti
alur cerita. B-7 diatas artinya ini adalah tulisan ke 7 sejak
Cerber Bonang ini dimuat pertama kali.

Hasan Basri
- Red/Penulis/ Editor/ Provokator,

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 16 Jun 1999 jam 06:10:46 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke