---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++ ---------------------------------------------------------- Rakyat Merdeka, 14 Juni 1999 Munir dan Kontras, Apriori? MEMBACA berita-berita tentang derita rakyat Aceh di media massa sungguh membuat kita sedih, karena dari hari ke hari kasus per kasus bergantian terjadi dan memakan jumlah korban yang tidak sedikit baik harta maupun nyawa. Konon katanya yang menyebabkan suasana di Aceh adalah Gerakan Pengacau Liar (GPL) pimpinan Hasan Tiro yang melakukan agitasi kepada rakyat Aceh untuk melawan kepada aparat keamanan (TNI) dan Polri), yang belakangan dianggap telah menjadi provokasi pula. Mana yang benar atau salah dari pemberitaan tersebut hanya mereka atau orang yang terjun menyelidiki ke sanalah yang tahu atau rakyat Aceh itu sendiri. Berkaitan dengan kasus Aceh yang spesifik itu pemerintah melalui TNI dan Polri telah mengirim penambahan Pasukan Penindak Rusuh Masa (PPRM) dengan tujuan menciptakan ketertiban dan keamanan melerai pertikaian antar kelompok masyarakat. Namun sangat disayangkan penambahan pasukan PPRM ini telah disalahartikan oleh 'Kontras', pimpinan Munir,SH yang mengatakan bahwa penambahan pasukan PPRM menimbulkan masalah baru seperti intimidasi terhadap para relawan pemantau Pemilu, dan trauma rakyat Aceh kepada penerapan DOM. Penambahan pasukan menurut Munir memperkuat dugaannya bahwa TNI memang tidak pernah benar-benar mentaati pencabutan suasana DOM. Pernyataan Munir terhadap TNI dan Polri tersebut terkesan apriori sekali dan lebih memperkeruh suasana apalagi ucapan tersebut dibaca juga oleh masyarakat Aceh yang menambah kebingungan mereka: apakah yang menjadi biang rusuh itu GPL Hasan Tiro atau aparat keamanan (TNI dan Polri) ataukah Kontras itu sendiri? Belakangan ini menurut pemberitaan yang saya baca, TNI menawarkan kepada Munir dengan Kontrasnya untuk ikut bergabung dengan tim independen yang dibentuk pemerintah yang dipelopori oleh Dephankam. Munir, dengan kontrasnya malah menolak dan apriori lagi bahwa otoritas komite pencari fakta bentukan Dephankam hanya sebatas rekomendasi tidak ada tindak lanjut dan hasilnya hanya menjadi macan kertas. Bagaimana pula ini kok belum dilaksanakan sudah apriori? Saya imbau Munir dan Kontrasnya jangan hanya komentar doang, sebab pekerjaan menjaga ketertiban dan keamanan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Saya prediksikan kalau Bung Munir dengan kontrasnya ikut menjaga keamanan di Aceh sana sesuai dengan kapasitasnya, juga akan dihadapi rencong oleh masyarakat karena kita tahu bahwa tipikal masyarakat Aceh itu "keras". Mereka tidak mudah percaya kepada orang di luar teritorial Aceh, meskipun orang luar tersebut bangsa Aceh asli namun lahir di wilayah lain. Bagaimana Bung Munir? Segeralah berkemas untuk meneliti dan mencari fakta di Aceh. Mbok ya jangan apriori dulu pada TNI. Karena bagaimanapun Munir SH menjadi sarjana dengan Kontrasnya, tidak terlepas dari rasa aman yang telah anda kantongi, masalahnya siapa yang bikin aman itu? Apakah pasukan Kontras? Maka berbaik sangkalah!*** Drs. Zul Asril NA Pasar Gembrong, Jakpus. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 16 Jun 1999 jam 09:45:26 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
