---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++ ---------------------------------------------------------- Manusia selalu membutuhkan pesta, entah itu pesta religi seperti Lebaran atau Natalan , atau pesta para hedonis maniak seperti " New Years Party in Orgy "seperti yang banyak diselenggarakan di banyak mansion sepanjang Malibu atau Rhode Island. Karena pesta adalah tradisi yang menunjukan tingkat kemajuan pergaulan sosial dalam semua jaman, maka hari Minggu ini rumah keluarga Badaksono alangkah ramainya. Garasi dan sepanjang jalan Lapangan Golf sesak oleh mobil, manusia yang turun dari luxury cars sibuk merapikan pakaian impor terbaik ,pasangan demi pasangan berlalu meninggali jejak wangi parfum Perancis menyesakan dada para supir yang mesti nongkrong bergerombolan dibawah pohon akasia menghindari matahari Jakarta ber jam jam menungggu para tuan bercengkarama di dalam ruangan sejuk sana. Hari ini Nisye memakai gaun pesta Oscar de la Renta warna putih yang sederhana dan anggun. Berdiri di samping Pak dan Bu Badak, dia menyambut tamu demi tamu yang mengalir masuk ruang tamu rumah megah sebesar 2 lapangan tenis ini, Para direktur muda, kalangan eksekutif, Bankir dan koruptor kelas kakap nampak terlihat di sana. Mbak Tut dan Om Tommy juga muncul dan duduk sofa terempuk seperti biasanya, di pojokan dekat meja Bar, Om Sigit sedang berdiri menyeruput champagne dan sibuk berdiskusi mencari peluang baru dalam jaman krisis ini dengan Prayogo, cina jadah yang kebal hukum itu. Sedang anaknya si Ari , masih sibuk menggoda si Eneng, pembantu keluarga Badak yang masih baru tamat SMEA di Sukabumi dan bekerja disini- Eneng yang komplen ke Tigor , sang satpam " Saya di cuil cuil melulu sama mas botak jelek itu Pak Tigor..Tolong dong marahin dia.." tidak pernah mengerti mengapa si satpam Batak yang biasanya beringas dan suka menghardik tukang pangsit cuma mematung tidak berdaya dan cuma menasehati " Kamu lebih baik menghindar saja, dan jangan sekali kali memberengut sama dia, tamu yang jailin kamu itu adalah orang penting" Eneng heran " Laki laki muka kucing itu kok bisa jadi orang penting? " Waiter berdasi kupu kupu sibuk meniuk niuk berjalan dengan tray minuman ringan , derai percakapan dan tawa semakin menggema,live musik dengan band khusus dari Philipine juga sibuk menyanyikan lagu lagu Sergio Mendez di pinggiran kolam renang, Pak Badak berecengkarama denga Bu Tut dan Mas Tom dan menanyakan kabar Bokap. Bu Badak sibuk memuji Istri mas Tommy sambil sibuk memikiri " seberapa mahal berlian de Beer di leher putri malang yang suaminya di benci jutaan orang " itu dengan sekali kali pujiannya di terjemahkan dalam bahasa Perancis dan Inggris. Bambang Suroso orang penting di grup Citra memojok disudut dengan istri mudanya, dia tidak lagi begitu bersemangat mendekati Bu Tut, karena sejak proyek triple decker-nya gagal menghiasi Jakarta,dan perusahaannya kena kasus manipulasi, Suroso takut berdekatan dengan Bu Tut, " Mulai sekarang lebih baik aku dekati si Fanny Habibie saja cari proyek lain " pikirnya. Coktail party berlanjut di Pondok Indah, dan di kampung Lontar, Bonang juga mengumpulkan teman temannya untuk koktel parti, Bu Tapebolong menyiapkan singkong goreng dan kopi tubruk, Pak Tape bolos kerja hari ini karena bujuk rayu Bonang yang efektif tentang "perlunya mencicipi es krim terenak di dunia " Berto datang dengan baju kotak kotak, Parjo datang dengan kaos Rolling Stone dan Tarjo batik usang tidak berkantong. Lim muncul belakangan membawa satu pak Ji Sam Su lagi mengherankan Bonang " Dari mana si Lim mendapatkan rokok ini terus terusan?" dan Abung muncul kemudian barenang dengan si Buyung yang sibuk menenteng es krim Hagendaz. Wajah Buyung memerah malu ketika dia menyodorkan es krim itu pada Bonang, dia bilang " Nang sorry, bener bener sorry, es krim ini tinggal setengah lantaran bapak,ibu, ipar dan keponakan gue nyikat es krim ini semalaman tanpa setahu gue " katanya sambil menunduk malu, " Gue marah dan bilang mereka keterlaluan Nang, tapi mereka bilang , Ini kan sama dengan pajak titipan lantaran si Bonang numpang nitip di kulkas kita " . Bonang tersenyum tanpa emosi, dia mengibur Buyung untuk tidak mempersoalkan itu. Setengah Galon sisanyapun masih cukup banyak untuk dibagi dan dinikmati bersama sama. Nisye duduk disamping mamanya yg masih saja memuja muji semua tamu penting dan calon mitra bisnis penting.Walaupun Nisye nampak mendengarkan segala ocehan para manusia kayangan itu dan tidak jarang ikut tersenyum, sebenarnya otak Nisye tidak berada di sini, Nisye adalah ikan koki yang gelisah. Nisye adalah ikan yang merindukan sungai misterius yang penuh tantangan, Nisye ingin sekali meninggalkan akuarium penuh kepalsuan ini, Ingin benar dia terbang dan hinggap ke suatu gang becek di Tanah Abang. Ingin benar dia menjumpai Bonang . Abung dan teman temannya. Rombongan mentri seperti Tantri Abeng " Si pendek muka katak ", Juwono Sudarsono " Sapi bego piaraan ABRI " Tuty Alawiyah " Sang Mucikari " tidak lagi menarik perhatiannya, tidak juga para istri mentri yang bertampang modis seperti ember bocor yang membuat para suami mereka mencari piaraan diluar sana, tidak juga para wanita simpanan, gemplakan para Bankir yang jualan selangkangan kemana mana, berbusana ala Christy Turlington, Niky Taylor dan Astrid Munez . Bonang adalah manusia yang sangat toleran. Jika dia kelihatan garang, itu cuma sekedar cara dia menunjukan karakter sukunya yang keras,pandai berargumentasi , bersuara jantan sekaligus ahli tilep dompet orang. 2 liter es krim mewah ini bukan cuma dibagikan pada kroni dan familinya sendiri, tapi Bonang mengundang juga keluarga Supeni beserta anak anaknya yang dengan sukarela meminjamkan kursi rotan setengah bolong untuk di pakai pesta koktel di halaman depan rumah Bonang yang rada sempit pas di pinggiran got yang berisi kerajaan cu dan nyamuk. Bonang juga mengundang Pak Soleh dan Pak Sarbini bahkan Hasan Rasyidi yang datang terlambat. Dengan diiringi musik keroncongan dan lagu lagu pop sunda pinjeman kaset si Abung, mereka manyantap singkong goreng dan ubi rebus bersama sama. Ocehan mereka sangatlah menyegarkan, Rasyidi misalnya bercerita tentang kemalingan di rumahnya minggu kemaren dan mebual tentang betapa beraninya dia mengejar 3 maling itu sampai jalan raya, dan malah sempat mengkarate salah seorang dari mereka yang berbadan raksasa.Mendengar itu Berto dan Parjo tertawa begitu ngakaknya sampai sisa sisa singkong dimulut mereka berterbangan keluar, disergap beberapa laler nekad yang menukik seperti F-16 Fighting Falcon . Ucok di tikar sana asik bermain kartu gambaran dengan Khaidir, Bu Supeni sibuk membantu Bu Tape di dapur . Tidak lama kemudian ek krim Hagendazpun muncul, gelas demi gelas estafet dan semua pembicaraan pause sebentar karena para mulut orang miskin ini sibuk mencicipi es buatan Jerman. Pak Sarbini nampak begitu bersemangat menjilat setiap senti coklat diujung sendok, Mata Abung memeram seperti pencinta musik klasik dalam sebuah pertunjukan Shymphony. Tarjo juga ber " Hmmmmm...ahhh..wahhh " setiap kali tenggorokannya menelan cairan dingin penuh gizi itu, dan Bonang tertawa puas dan senang menyaksikan pesta koktel mereka begitu berjalan demikian sukses.Dan orang Tua mereka juga ikutan bangga terhadap anaknya yang mulai ngetop dikalangan RW 08 .Ucok juga ikutan bangga terhadap abangnya. Dan diam diam Ucok menaruh kembali celengannya di tempat yang sama, - Ucok kini rela duitnya di colong Bonang, asal abangnya ini beneran pacaran sama anak Mentri. Bu Badak sekarang sedang membombardir Isye, Istrinya si Sigit dengan pujian. Disampingnya nampak berdiri seorang kyai sejuta umat yang hobby nonton Film porno, yang ketika memberi ceramah di Los Angeles, meminta minta pada pihak konsulat agar diantar ke Las Vegas " Buat nonton cabaret penuh cewe topless super sexy " Bini sang Kyai Zainudin XXX nampak berkerudung bagai beras bantuan Jepang, Pada saat suaminya sibuk mengukur ukuran dada para wanita elit, dan meneliti pentil demi pentil dengan kehausan seorang bayi, dia menatapi perhiasan mereka, dan berencana " besok aku mau ke Sinagpore buat beli berlian ah ". Nisye mulai merasa lelah, Lagu " Fly Me To The Moon " Astrid Gilberto yang mendengung dari CD Player membuatnya ingin benar benar terbang ke bulan. Hidup di tempat seperti ini dengan orang orangan seperti ini adalah hidup yang membosankan, pikirnya. Manusia selalu butuh pesta, seperti sholat Jumaat, jauh didasar diri semua orang,manusia mengerti bahwa dia selalu membutuhkan manusia lainnya. Dalam Jumaatan, orang duduk berdampingan bersama, berdiri dan membungkuk bersama. Dalam gereja manusia bernyanyi bersama dan memuja Tuhan bersama. Tapi berbeda dari upacara ritual itu, Sebuah pesta memerlukan musik dan canda tawa. di pesta Keluarga Badak, anggur Perancis , kue Holand, keju Swiss, snack Belgia, es krim Jerman, apple Australia, jeruk Florida adalah bagian ritual peneman obrolan tentang bisnis dan gosip. Sambil juga para laki laki hidung belang trade kiat mengenai " cara mencari tempat hiburan terbaik " di kota kota kosmopolitan. Dan para istri adu modis dan pamer properti. Dikeluarga Tapebolong, singkong, kopi murahan ,nasi goreng telor minus ayam. adalah pelengkap suasana. Bahu membahu mereka berusaha menikmati hidup tanpa berpikir yang muluk muluk.Dalam Jumaatan dan Ke gereja Mingguan sebenarnya yang terpenting bukanlah berdoa pada sang khaliknya. Tapi interaksi dan menyadari kebersamaan nasib manusia. Dalam pesta diantara manusia yang tulus tanpa pamrih, ketika mereka bubaran yang ditinggali adalah kehangatan pergaulan dan kedekatan antar mereka. Dalam bubaran Jumaatan dan Mingguan kebaktian gereja, kebanyakan dari kita pulang untuk menjadi mahluk egosentris. Jam 5 Sore, Coctail Party di Pondok Indah selesai sudah. Tamu demi tamu kembali ke mobil demi mobil mewah kembali. Para Supir yang seharian dipanggang panas dan saling bertukarang gosip tentang " istri muda dan wanita Piaraan bossnya" kembali berpisah . Nisye juga kembali ke kamar dan berbaring terlentang di kamarnya yang nampak sepi. Tubuhnya terasa penat ,jiwanya lelah. Memikirkan Bonang sejenak ada sebungkah senyum mengambang sebelum dia jatuh tertidur di atas lembutnya pembaringan. Jam 5 Sore, Abung , Berto, Parjo pamitan. Begitu juga Tarjo yang harus membersihkan pekarangan sekolahan SMP 38 Filial yang di jaganya karena besok hari senin adalah hari tersibuk kerjaannya " I don laik mandey " begitu yang dia sering bilang setiap minggu sore tiba. Buyung juga pulang setelah mengucapkan terima kasih pada Bu Tape, Lim auk Ah masih sempat menawarkan satu pak Jim Sam Su yang lain, yang di sembunyikan dalam ranselnya pada Bonang, ketika ditanya " dari mana elo dapat ini barang?" Lim cuma membalas dengan senyum simpul yang manis sambil berucap " rahasia !" Rasyidi berjalan pulang kerumah dan dia mendumel dalam hati, " Seandainya istriku tampangnya mirip pacarnya Bonang, alangkah asiknya" Pak Sarbini tinggal menyebrang . Dan Bonang juga kembali ke kamarnya. Bonang sama sekali tidak lelah walaupun keringat mengucur di seluruh badannya. Sebelum dia rebah di dipan yang ber alas selimut rombeng, Bonang juga memikirkan Nisye kembali. Ah betapa lengkapnya jika Nisye ikut hadir dalam pesta ini. Lalu Bonangpun jatuh tidur dan jatuh mimpi. Dan karena mimpi adalah milik semua orang, dan mimpi cuma satu satunya kekayaan milik orang miskin yang bisa dimiliki secara gratis, Wajar saja jika Bonang bermimpi sedang mengawini Nisye dalam sebuah Royal Wedding spektakular dalam sebuah ruangan raksasa di satu tempat di London sana.. [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 27 Jun 1999 jam 22:46:05 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
