---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++ ---------------------------------------------------------- From: Syahbuddin Abdurrauf MARKAS BESAR GAM EROPA P.O.BOX: 2084, 145 02 NORSBORG, SWEDEN. FAX: 00-46- 8531 88460 SIARAN PERS Stockholm, 29 Juni 1999. SOKONG dan BANTU KONTRAS, BAWA MASAALAH ACEH KE PBB! Pada tanggal 22 Juni lepas, bertempat di kantor YLBHI, di Jakarta, Koordinator Badan Pekerja Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KONTRAS), Saudara Munir SH, telah menjelaskan kepada berbagai media massa bahwa akan mengirimkan profil kekejaman TNI di Aceh kepada lembaga-lembaga HAM di bawah PBB, seperti Amnesti Internasional dan Working Group on Arbitrary Detention. Pengiriman itu betujuan untuk memberikan informasi kepada dunia internasional mengenai situasi Aceh terakhir yang kondisinya semakin memperhatinkan, sebab setiap hari di Aceh terjadi pelanggaran HAM dan agar dunia internasional melakukan intervensi terhadap Indonesia. Sebab, kalau situasi sekarang dibiarkan berlarut-larut, jumlah warga sipil yang menjadi korban makin banyak. Sementara itu, pemerintah Habibie dan pemimpin TNI tidak berupaya menghentikan pelanggaran itu, jangankan menarik TNI dari Aceh, justru pasukan terus ditambah. Koordinator KONTRAS, Saudara Munir SH, mengatakan bahwa Presiden Habibie dalam kunjungannya ke Aceh sebelum Pemilu menjanjikan tidak akan ada lagi kekerasan. Tetapi janji Habibie itu kosong. Habibie tidak punya ketegasan untuk memerintahkan penarikan TNI dari Aceh, padahal, itu kunci penyelesaian damai di Aceh. Saudara Munir SH, menunjukkan pula bahwa TNI terus melakukan disinformasi atau penyesatan terhadap fakta kejadian di Aceh, baik itu jumlah pengungsi, soal perusakan, pembakaran, maupun kejadian di Kru�ng Geuku�h dan Alu� Nir�h. Penyesatan informasi itu, membuat masyarakat ragu-ragu mengoreksi tindakan militer, bahkan untuk sekadar membuat bantuan kemanusiaan saja, warga takut. Ini jelas, memposisikan warga yang mengalami pelanggaran HAM makin tersudut dan menderita. Setelah mempelajari pernyataan Saudara Munir SH selaku Koordinator KONTRAS, maka Markas Besar Gerakan Aceh Merdeka di Eropa menyatakan dan menyerukan: 1. Tujuan Koordinator KONTRAS, Saudara Munir SH itu sejalan dengan usaha dibidang internasional yang sedang dilakukan oleh Gerakan Aceh Merdeka. Juga sejalan dengan kegiatan memperjuangkan referendum untuk kedaulatan dan kemerdekaan Aceh. Oleh karena itu, dengan tegas Markas Besar Gerakan Aceh Merdeka menyatakan dukungannya. 2. Gerakan Aceh Merdeka sebagai salah satu wakil sejati bangsa Aceh yang berjuang untuk kedaulatan bangsa Aceh dan kemerdekaan Aceh, sangat berterimakasih atas usaha bijaksana dan berani Saudara Munir SH, Koordinator KONTRAS. Ini adalah sikap kemanusiaan yang sejati, sebagai wujud amal kepada ummat manusia dan taqwanya kepada Allah. 3. Markas Besar GAM menyerukan kepada seluruh organisasi GAM, pejuang-pejuang GAM, kader dan anggota GAM di dalam negeri (Aceh) dan luar negeri, supaya menyatakan sokongannya dan memberikan bantuan kongkrit kepada usaha mulia Koordinator KONTRAS, Saudara Munir SH. Tulis dan kirim pernyataan sokongan kepadanya sebagai bantuan moril kita. Berikan bantuan kepadanya dengan mengirimkan bahan-bahan dan fakta-fakta yang diperlukannya, seperti foto-foto, wawancara-wawancara dengan para korban penindasan oleh TNI. Imbau dan organisasilah para korban ini untuk menulis laporannya kepada KONTRAS! 4. Di dalam perjuangan untuk kedaulatan bangsa Aceh dan kemerdekaan Aceh, termasuk di dalam kegiatan menghimpun fakta-fakta tentang kejahatan dan kelaliman TNI/ABRI di Aceh yang akan kita berikan sebagai sokongan dan bantuan kepada Koordinator KONTRAS, seluruh organisasi dan anggota GAM jangan sekali-kali melupakan kerjasama yang sebaik-baiknya dan serukun-rukunnya dengan kalangan masyarakat luas Aceh seperti kaum ulama, ureu�ng dayah (santri), mahasiswa, guru, pegawai, sarjana, pelajar, pengusaha, kaum buruh, kaum transmigrasi, ormas-ormas dan penduduk kampung. Kita harus ingat bahwa semua kalangan masyarakat luas itu ikut menanggung derita karena operasi TNI/ABRI di Aceh. 5. Bersatupadulah bangsa Aceh untuk menyelamatkan Aceh! Masyarakatkan: dengan referandum memulihkan kedaulatan bangsa Aceh dan kemerdekaan Aceh! Masyarakatkan secara luas tuntutan: TNI/ABRI rezim Jakarta keluar dari Aceh! Markas Besar GAM di Eropa ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 30 Jun 1999 jam 04:47:04 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
