----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++
----------------------------------------------------------

KOLOM SUPANGKAT:

        KPD MARDI & PARA PEMBELA SUHARTO DAN ORDE LAMA/BARU

Sesungguhnya saya tidak mau melayani kecaman yang nadanya memberikan
penilaian positif kepada Suharto dan Orde Baru/KKN-nya yang terkutuk itu. Di-
bolak balik seribu kali pun tidak ada justifikasinya dari segi hukum, moral,
eko-
nomi, dsb.
Namun karena dia tidak sendirian, maka saya tujukan tulisan ini kepada semua
pembela Suharto.

Suharto dkk mutlak bersalah, mutlak bertanggung jawab atas azab sengsara,
kemelaratan bangsa dan negara Indonesia dewasa ini. Ini tidak bisa disangkal
oleh manusia yang mengerti dan menghormati hukum, HAM, hatinurani.

Tulisan saya dikecam tidak begitu tepat, mungkin terlalu basa basi, saya tidak
pernah menganggap tulisan saya tepat. Saya menulis berdasarkan pengalaman
sendiri sebagai manusia 4 jaman (Blanda, Jepang, Revolusi, Orde Lama/Baru).
Kebetulan sebagai bekas pejuang kemerdekaan, dan wartawan selama 49 ta-
hun dalam berbagai posisi. Ini tidak berarti saya selalu tepat. Wartawan klas
dunia sekalipun tidak bisa tepat terus.

Namun sangkalan Mardi P hanya berdasarkan pengamatan belaka. Mungkin ia
belum lahir atau masih ingusan waktu saya sudah mengenyam demokrasi
1950 - 1958. Jadi kita sudah berbeda dari tanah ke langit, saya yakin Mardi P
tidak pernah mengalami sendiri apa yang saya tulis
.
Pengamatan Mardi P penuh dengan "blind spot"  (sudut buta):
(Saya tidak ada waktu untuk mengutip tulisannya, tolonglah baca posting
Apakabar Senin 12 Juli 1999).

1. Mardi P menulis bahwa "kekacauan politik dan penjarahan ekonomi di Indo-
        nesia itu tidak unik".  Apakah penindasan HAM a la fasis militerisme
Je-
        pang tidak unik di seluruh dunia? Jepang sendiri sudah tobat, sudah
men-
        jadi demokrasi, Fidel Castro dan Kim Il Soong, Kim Jong Gil, bahkan
Pol
        Pot adalah penindas penindas HAM yang tidak sekaligus penjarah keka-
        yaan alam dan negara seperti Suharto dkk. Penindasan Papa Doc, Baby
        Doc,  Mobutu dan para Jendral Nigeria tidak mencapai tahap atau taraf
se-
        dahsyat Suharto.

2.      Dalam paragraf yang sama, Mardi P telah mengambil analogi penindasan
        Suharto dengan penindasan terhadap Negro (di Amerika bisa dibunuh bi-
        lang bilang Negro, setidaknya harus Orang Item atau tepatnya African -
        Americans), Indian, pribumi Hawaii, Aborigin, dan Maori.
        Ini membuktikan kejahilan (ignorance) Mardi P.

3.      Mardi P agaknya jahil bahwa bangsa Indonesia umumnya dan bangsa Jawa
        & Sunda khususnya dijuluki para penjajah Blanda sebagai "het zachtste
        volk ter aarde". (Saya tak sempat menterjemahkannya untuk Mardi P, be-
        kamus dan tafsirkan sendiri).
        Walhasil kebudayaan kita tinggi sekali.
        Ditambah pula selama 1950 -1958 Indonesia sudah menjadi demokrasi
        yang mencantumkan dalam UUD-nya: HAM, Rule of Law yang setaraf de-
        Eropah Barat, Amerika, Jepang.

        Inikah yang mau dinegasi oleh Mardi P? Good Lord!

        Who does he think he is?

4.      "Suharto tidaklah jauh berbeda dari kepala gang si South Central (LA)
ma-
        upun di Bronx (NY)".

        Poor Mardi P!  Dia betul betul buta-tuli baik pancainderanya maupun
hati-
        nuraninya!

        Gang gang kriminal di Amerika itu hanya mengorbankan ratusan, taruhlah
        ribuan nyawa, sedangkan korban Suharto adalah lk 1 juta nyawa yang di-
        tuduh PKI, puluhan ribu di Aceh, konon ratusan ribu di Timtim, ribuan
di
        Irja, di Tanjung Priok, Lampung, dan terakhir sejumlah mahasiswa di
        Jakarta menjelang kejatuhannya.

5.      Mardi P tetap memuji muji standar hidup rakyat jaman Suharto, mengang-
        kat Indonesia sebagai "Macan Asia" (Indonesia masih "next in line"
untuk
        menjadi Macan Asia, artinya belum sampai). Ini kumandang Orde Baru!
        Kalau pun benar, kesemuanya sudah "history" sudah "passe", sudah
        mati, sudah menjadi 120 juta rakyat melarat, 40 juta pengangguran, 10
        juta busunglapar.............

6.      Mardi P membela Suharto "tidak pernah melakukan pembodohan rakyat".
        Apakah penindasan kebebasan pers, kebebasan berpartai politik, bukan
        pembodohan rakyat? Benar benar ia buta-tuli akan kenyataan!

7.      Mardi P berusaha mengecilkan jumlah kejahatan ekonomi Suharto men-
        jadi "Mungkin 1000 - 2000 dollar saja". Sekali lagi kumandang Orde
Baru!

8.      Menurut Mardi P "Kekayaan alam Indonesia, dijarah maupun tidak, tidak
        dengan sendirinya menjamin kemakmuran bangsa dan
negara..............."
        Ini pernyataan yang paling naif kalau tidak idiotik! (Sayang
terpancing me-
        ngeluarkan istilah kasar ini) But he deserved it.
        Bak hakim lalim, ia mau menegasi penjarahan kekayaan alam Indonesia.

9.      Sekali Mardi P memproklamirkan kejahilannya dengan menulis:
        "Kesuksesan Jepang, Singapura dan Taiwan (yang miskin natural re-
        sources itu) terletak pada "keterpaksaan" mereka untuk memakai  human
        resources yang mereka punyai........"

        Dia tidak mampu mencapai pengertian psikologis, historis, bahwa
kebudaya-
        an besar dunia dalam sejarah (Mesopotamia, Babilonia, Mesir,  Yunani,
Ro-
        mawi, Islam, India, Cina) diciptakan oleh manusia manusia yang berjiwa
        jenius dalam pemerintahan yang diberkahi pimpinan tertinggi.

Walhasil Mardi P membuktikan dirinya di cybernet internasional ini sebagai
manusia berjiwa katak di bawah tempurung yang tak berhati nurani pula sehing-
ga tanpa malu malu memproklamirkannya ke dunia luar hanya untuk membela
pembunuhan, penindasan, penjarahan massal-kolosal Suharto.

Poor Mardi P, Lordie have mercy on him!

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 13 Jul 1999 jam 04:40:07 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke