---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++ ---------------------------------------------------------- BERITA ACEH WASPADA SELASA, 13 JULI 1999 ---- KARMA: Aparat Keamanan Di Aceh Cenderung Lakukan Pendekatan Kekerasan BANDA ACEH (Waspada): Menyikapi peristiwa aksi show of force aparat militer di kamp pengungsian Ie Rhob dan Desa Meuget (Waspada, 10/7), Koalisi Aksi Reformasi Mahasiswa Aceh (KARMA) menilai aparat keamanan masih cenderung melakukan pendekatan kekerasan terhadap rakyat sipil di Aceh. Tindakan yang dilakukan aparat militer tersebut, menurut Sekjen KARMA Islamuddin, kepada Waspada Sabtu (10/7), jelas-jelas bertentangan dengan instruksi Presiden BJ Habibie ketika berkunjung ke Aceh beberapa waktu lalu, agar aparat keamanan menghentikan segala tindak kekerasan dan pertumpahan darah di Aceh. Dia bahkan mengindikasikan, dengan aksi-aksi tersebut, aparat keamanan di Aceh sengaja memancing kemarahan rakyat, khususnya mahasiswa, dalam bentuk reaksi kekerasan balasan, sehingga ada alasan melakukan tindakan represif keamanan bagi rakyat. Sehubungan dengan perampasan dan perobekan spanduk referendum, Islamuddin menyebutkan aparat keamanan di Aceh, dalam hal ini TNI, juga melangkahi karsa Presiden BJ Habibie selaku Pangti TNI/Polri yang jelas-jelas mempersilahkan mahasiswa bersama rakyat Aceh terus memperjuangkan referendum. "Jadi, referendum bukanlah makar sebagaimana pernyataan Kapolri maupun tindakan separatisme seperti yang dikatakan Pangdam I/BB," tegas aktifitas mahasiswa Aceh ini. Ia juga menyayangkan sikap aparat keamanan di Aceh yang diindikasikan dengan sengaja memotong suplay logistik ke kamp-kamp pengungsian. "Perbuatan ini jelas merupakan pelanggaran HAM dan kejahatan kemanusiaan." Berkaitan dengan berbagai permasalahan tersebut, KARMA menyatakan mengecam dan mengutuk tindakan aparat keamanan yang senantiasa melakukan pendekatan kekerasan bagi rakyat sipil di Aceh. Menuntut pemerintah pusat segera menarik PPRM dan pasukan non-organik lainnya di Aceh. Karena pendekatan kekerasan militer tidak akan pernah menyelesaikan persoalan mendasar rakyat Aceh. KARMA mendesak aparat keamanan di Aceh untuk segera menghentikan perbuatan merampas kemerdekaan menyampaikan pendapat rakyat Aceh melalui referendum serta mendesak pemerintah RI untuk segera memberi izin dibukanya perwakilan Komisi Tinggi Pengungsi PBB (UNHCR) di Aceh. Mendesak Puspom TNI untuk melakukan penyelidikan dan memproses sesuai hukum berlaku segala tindakan aparat keamanan di Aceh yang menindas rakyat sipil. "Kami juga menyerukan kepada seluruh rakyat Aceh agar meneruskan perjuangan referendum damai sebagai upaya rekonsiliasi damai dan win-win solution (solusi menang-menang) demi terwujudnya masa depan Aceh yang berkeadilan dan bermartabat," demikian Sekjen KARMA, Islamuddin. (b07). BERITA ACEH WASPADA SELASA, 13 JULI 1999 ---- Organda Aceh: Kapolda Harus Klarifikasi Kasus Pembakaran Bus BANDA ACEH (Waspada): DPD Organda Aceh meminta Kapolda untuk segera melakukan klarifikasi terhadap masalah pembakaran sejumlah kenderaan angkutan umum yang terjadi di Aceh dalam beberapa bulan terakhir ini. Permintaan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPD Organda Aceh T Sulaiman, didampingi sejumlah pengurus lainnya, ketika melakukan audensi dengan Kapolda Aceh Kolonel Pol Drs Bachrumsyah Kasman di Mapolda Aceh, Sabtu (10/7). Dalam kesempatan itu juga disampaikan mengenai peristiwa pembakaran terhadap kenderaan angkutan umum di Aceh yang hingga saat ini jumlahnya mencapai delapan unit, terdiri dari lima bus penumpang, satu unit mini bus penumpang jenis L-300, satu unit taksi dan satu unit mobil tanki minyak. Akibat peristiwa pembakaran itu, jelas Sulaiman, sejumlah pengusaha angkutan di Aceh, khususnya untuk jenis angkutan penumpang, menderita kerugian besar dan terancam gulung tikar. Bahkan beberapa di antaranya praktis sudah menghentikan operasional kenderaannya. Para pengurus Organda Aceh juga meminta Kapolda agar dapat segera mengusut kasus pembakaran terhadap sejumlah kenderaan angkutan umum tersebut serta mengumumkan para pelakunya kepada masyarakat secara transparan. "Hal ini perlu kami sampaikan, mengingat selama ini yang melakukan pembakaran selalu disebut sebagai orang atau kelompok tak dikenal," papar Sulaiman, seraya menambahkan, padahal para pelakunya sudah menjadi rahasia umum. Selain itu, para pengurus Organda Aceh ini juga mempertegas pernyataan mereka beberapa waktu lalu, yaitu meminta agar PPRM dan pasukan organik lainnya segera ditarik dari Aceh dalam tempo sebulan terhitung mulai 3 Juli 1999. "Kalau sampai batas waktu yang telah ditentukan PPRM dan pasukan non-organik lainnya masih bercokol di Aceh maka Organda akan menginstruksikan seluruh anggotanya untuk menghentikan secara total operasi kenderaan angkutan di Aceh, baik angkutan penumpang maupun barang," demikian pernyataan Organda waktu itu. Ungkap Secepatnya Kapolda Aceh Kolonel Pol Drs Bachrumsyah Kasman didampingi Kadit Intel dan Kadit Lantas, menyatakan akan berusaha secepatnya mengungkap kasus ini. "Kita akan berupaya dengan segala keterbatasan yang dimiliki," tegas Pamen yang baru seminggu bertugas di Aceh ini. Kapolda juga menawarkan solusi agar para pengusaha angkutan dapat menjalankan aktifitasnya, yaitu dengan cara menyediakan aparat untuk mengawal kenderaan mereka. "Solusi ini terpaksa saya tawarkan, meski terasa berat dalam pelaksanaannya," ungkap Kolonel Bachrumsyah. Menanggapi statemen Organda, Kapolda menyatakan masalah penarikan PPRM dan pasukan non-organik lainnya bukan wewenangnya. Namun begitu, ia berjanji akan menyampaikan permintaan tersebut kepada atasannya. Atas tawaran Kapolda menyediakan aparat untuk mengawal bus-bus di Aceh, Sulaiman menyatakan menyambut baik tawaran tersebut dan akan membahasnya dalam rapat pengurus Organda Aceh. Hingga kini, jumlah bus trayek Banda Aceh-Medan yang beroperasi masih minim, yakni sekitar 8-10 unit setiap harinya. Kondisi ini sangat menyulitkan para pengguna jasa angkutan, terlebih pada saat liburan sekolah seperti sekarang ini. (b07). ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 14 Jul 1999 jam 10:43:22 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
