---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk USKUP BELO DICEKAL, PEMERINTAH AS TEKAN INDONESIA JAKARTA (MateBEAN, 20/7), Uskup Diosis Dili, Mgr. Carlos Filipe Ximenes Belo, SDB, dicekal untuk meninggalkan Indonesia untuk menghadiri sebuah konferensi Gereja Katolik di Los Angeles. Uskup Belo yang mengirim faksimili ke panitia konferensi mengatakan bahwa dirinya tidak diijinkan aparat berwenang untuk meninggalkan Indonesia dengan alasan warga negara Indonesia tidak bisa bepergian ke luar negeri dalam waktu enam bulan terakhir berlakunya paspor mereka. Sedangkan panitia konferensi menyatakan bahwa pemerintah Indonesia berupaya membungkam Uskup Belo sebelum jajak pendapat di Timtim dilaksanakan. "Ini tampaknya upaya pemerintah Indonesia untuk mencegah kedatangan Uskup Belo dalam forum internasional," kata Tom Quigley-Penasehat Konferensi Para Uskup AS. Siaran pers panitia yang diterima MateBEAN menyebutkan bahwa semestinya Uskup Belo sudah harus berangkat dari Jakarta menuju Los Angeles, Rabu (14/7) lalu, namun sampai saat ini pemerintah Indonesia belum memberikan ijin kepada Uskup Belo. "Semestinya Uskup Belo berangkat Rabu (14/7) menuju Los Angeles untuk berbicara di Jubilee Justice (sebuah konferensi yang dirancang untuk memajukan keterlibatan Gereja Katolik dalam masalah-masalah sosial)." Quigley menyatakan para uskup sudah meminta Deplu AS dan Gedung Putih untuk membantu menyelesaikan masalah itu. "Para pejabat Deplu AS harus mengontak Kedubes Indonesia di Washington dan pemerintau Indonesia untuk mengijinkan Belo menghadiri konferensi ini," katanya. Permintaan para uskup AS itu ditanggapi Deplu AS dengan menganulir peraturan US Immigration and Naturalization Services bagi Uskup Belo. Menurut Quigley pejabat-pejabat Deplu AS membutuhkan waktu dua hari untuk meloloskan Uskup Belo dari Jakarta. "Pencekalan Belo ini tentu saja melahirkan spekulasi politik terkait situasi Timtim menjelang jajak pendapat," kata Quigley. Sementara sumber MateBEAN di Deplu Indonesia mengatakan pencekalan itu bagian dari upaya Indonesia untuk menekan Uskup Belo supaya tidak bepergian ke luar negeri, karena dunia internasional lebih mempercayai Uskup Belo, daripada Indonesia. "Pernyataan Belo lebih dipercaya oleh dunia internasional, karena dunia internasional percaya bahwa seorang uskup tak mungkin bisa memanipulasi laporan. Itu yang ditakutkan oleh Indonesia, sehingga Indonesia mencoba untuk mencekal kepergian Uskup Belo ke Los Angeles, tapi justru sebaliknya yang repot adalah Deplu kita, karena pemerintah Amerika lebih menginginkan kehadiran Uskup Belo," kata sumber itu. Sedangkan sumber MateBEAN di Deplu Amerika mengatakan bahwa kehadiran Uskup Belo di Los Angeles itu sangat penting, karena dalam menghadapi jajak pendapat ini Amerika butuh masukan tentang situasi keamanan di Timtim dari berbagai pihak yang terlibat langsung tentang masalah HAM di Timtim. "Uskup Belo adalah tokoh kunci di Timtim. Kredibilitas Uskup Belo sudah diakui dunia, kami butuh masukan dari Uskup Belo tentang masalah keamanan di Timtim," kata sumber itu.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 20 Jul 1999 jam 15:02:01 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
