----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Republika, 20 Juli 1999

Petualangan Politik
'Warning' buat Muslim

Pemilihan Capres kian waktu kian memanas: Sumber panas adalah
para pemain politik di mana mereka mempunyai kepentingan-
kepentingan politik yang harus tercapai dan di antara mereka
sudah tidak melihat  lagi rambu-rambu demokrasi sebagai norma di
dalam berpolitik.

Pemain politik yang harus kita waspadai adalah pemain politik
yang target akhirnya bukan kekuasaan sebagaimana target seorang
politisi, tetapi "Pemain Politik" (provokator) yang memanfaatkan
isu-isu SARA yang sedang berkembang sebagai alat memecah belah
umat khususnya umat Islam yang menjadi mayoritas di Indonesia
ini.

Kita umat Islam telah lengah dengan istilah toleransi dan selalu
ketakutan dengan isu SARA, sehingga peristiwa Ambon, Timor-
Timur, dan Sambas terjadi dan korban yang paling besar adalah
umat Islam.

Apakah peristiwa Ambon, Timor-Timur, dan Sambas akan terulang?

Kemungkinan itu cukup besar, indikasi-indikasi itu sudah nampak
dan peran media cetak khususnya tabloid mingguan 'Bangkit' No
041 tanggal 5-11 Juli 1999 cukup berperan dalam hal ini. Penulis
tidak dapat menjawab apa maksud pemberitaan-pemberitaan
'Bangkit' yang penulis nilai cenderung mengail di air keruh,
misalnya tentang kasus Sambas (akhirnya minta maaf) dan sekarang
pemberitaan Cap Darah.

Berita cap darah memang bukan berita asing lagi di masyarakat,
tetapi pemberitaan yang cenderung mempertajam perbedaan
antarkelompok yaitu kelompok pro-Megawati dan kelompok pro-
Habibie yang jelas-jelas kedua kelompok tersebut pendukungnya
mayoritas umat Islam dan terlepas dari semua kepentingan.
Pemberitaan yang sifatnya cenderung mengail di air keruh
tentulah tidak etis.

Penulis tidak dapat membayangkan berapa korban lagi dari umat
Islam, jika perpecahan itu benar-benar terjadi dan yang jelas
kelompok tertentu akan bergembira karena telah berhasil mengadu
domba umat Islam dengan memanfaatkan pendukung-pendukung
Megawati dan Habibie.

Akhirnya penulis hanya bisa mengimbau kepada saudara-saudaraku
yang Muslim untuk tidak mudah terpancing dengan provokasi-
provokasi yang dilakukan oleh Pemain Politik (Provokator). Mari
kita satukan langkah untuk membina 'ukhuwah Islamiah' di antara
kita dan mari kita lawan bersama orang-orang kafir yang berniat
mengadu domba antarumat Islam.

Mengenai Capres, sebagai warga masyarakat yang baik mari kita
percayakan keputusan pada wakil-wakil kita di MPR pada SU MPR
yang akan datang. Untuk sementara , secara konstitusi Presiden
diangkat/diberhentikan oleh MPR dan tentunya hal ini dilindungi
Undang-Undang yang sampai saat ini masih berlaku.

Sebagai masyarakat yang beragama percayakan semuanya pada yang
Maha Tinggi lagi yaitu Allah SWT, jika Megawati atau Habibie
sudah digariskan menjadi Presiden tentu atas izin-Nya rintangan
apa pun akan teratasi. Tapi sebaliknya jika Allah SWT tidak
mengizinkan Megawati dan Habibie, tidak akan mungkin jadi
Presiden. Yang penting kita telah berusaha memilih pemimpin yang
terbaik menurut kita dengan mengikuti pemilu.

Sekali lagi penulis memohon kepada kelompok pro-Mega dan pro-
Habibie, jangan terpancing ulah provokator, sebab yang mereka
inginkan adalah darah dan nyawa dari saudaranya sendiri untuk
kepentingan kelompok mereka.

Sekarang mereka mungkin sedang tersenyum melihat tetesan darah
yang saudara-saudaraku korbankan karena berarti tujuan mengadu
domba umat sudah mulai nampak.


Adi Pranoto, ST

Staf Pengajar PTS
di Yogyakarta

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 22 Jul 1999 jam 05:33:40 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke