---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- KOMPAS, 21 Juli 1999 Mengapa Memutarbalikkan Sejarah Pernyataan yang disampaikan kedua pejabat yang mengaku dirinya organisasi AGAM (Angkatan Perang Gerakan Aceh Merdeka), benar- benar sangat bertentangan dengan keadaan sebenarnya bahkan bertentangan dengan konstitusi yang ada. Dalam konstitusi yang telah disepakati oleh seluruh bangsa Indonesia, tokoh-tokoh bangsa, bahkan tokoh bangsa dari Aceh, Daud Beureuh, Aceh adalah bersatu dalam Republik Indonesia. Rakyat Aceh-lah yang pertama kali mengumpulkan harta bendanya dan disumbangkan kepada negara. Selanjutnya dibelikan pesawat terbang, diberi nama Seulawah. Dari operasi pesawat terbang Seulawah ini, hasilnya dipakai kegiatan diplomasi, apakah itu bukan suatu sejarah. Bahkan sewaktu media massa mengungkapkan tentang Aceh Merdeka, tokoh- tokoh masyarakatnya membantah, bukan kemerdekaan Aceh yang diminta, tetapi keadilan, kesejahteraan, dan otonomi Aceh. Kalau demikian halnya, penjelasan yang disampaikan berarti bertentangan dengan kehendak rakyat Aceh, serta bertentangan dengan konstitusi yang ada. Lalu apa maksud mereka? Demikian pula keberanian, kehebatan, kelihaian para pejuang kemerdekaan RI di Aceh seperti yang telah diabadikan dalam diorama Museum Satria Mandala. Apakah sejarah ini semua bukan suatu bukti bahwa rakyat Aceh merupakan bagian tak terpisahkan dari pembentukan Republik Indonesia. Rakyat Aceh telah cukup lama menderita adanya gangguan-gangguan mereka, sehingga kedatangan ABRI atas kehendak mereka pada waktu itu, untuk menyelesaikan GPK Aceh Merdeka. Karena kelicikan GPK GAM yang menyeret beberapa keluarga masyarakat, sehingga menimbulkan korban-korban dari adanya operasi militer pada waktu itu. Demikian pula korban dari pihak ABRI cukup banyak. Menhankam/Panglima TNI pada bulan September tahun 1997 mencabut adanya operasi militer di Aceh dan menerima pernyataan para tokoh, pemimpin adat agama bertanggung jawab keamanan di Aceh. Namun semua itu tidak terlaksana, bahkan keadaan semakin meningkat dan kegiatan GPK Aceh Merdeka, membakar, membunuh, menjarah, merampas kendaraan rakyat. Apa mungkin TNI/Polri yang diberi tugas rakyat untuk menjaga, malah melakukan tindakan- tindakan seperti itu, semua itu tidak ada bukti bahwa TNI/Polri melakukan tindakan-tindakan itu. Kita lihat saja, mereka yang telah tertangkap semua mengaku dari Gerakan Aceh Merdeka. Drs Panggih Sundoro, Perwira Pers Markas Besar TNI Pusat Penerangan ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 23 Jul 1999 jam 06:46:29 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
