---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Orang miskin memang selalu punya ketergantungan yang tinggi. Walaupun mereka terus menerus disubsidi, jelas dalam era kropos di Indonesia, ketika ekonomi ambruk, ratusan perusahaan bertumbangan, bank-bank berjatuhan seperti kartu domino,seperti sekarang ini yang menjadi tumbal adalah masyarakat strata bawah itu.Dari 40 juta lebih pengangguran yang bertebaran di tanah persada "gemah limpah palalu kaya banci " ini,ratusannya berada di Kampung Lontar. Orang miskin memang bisa survived di jaman normal di manapun. Tapi situasi sekarang adalah situasi abnormal. Bonang and de geng juga mengamati gejala ini di sekeliling ini dengan perasaan khawatir. Keluarga janda Supeni yang sempat berwajah cerah, sekarang mulai mendung kembali. Anak-anak mereka mulai sakit sakitan kembali, koreng si khaidir beserta demamnya juga muncul lagi. Bahkan bayi kecil itupun sekarang mulai merengek dan bertangisan tidak henti pertanda saatnya para tetangga menutup pintu dan jendela rumah mereka lebih rapat seperti yang sudah-sudah.. Bonang segera mengadakan rapat kilat sore itu juga karena situasi yang begitu darurat di kelas kosong SMP 38 kembali. Para nabi itu berkumpul begitu cepatnya. Tarjo sebagai penjaga sekolahan merasa punya kedudukan strategis dan penting. Makanya dia nampak begitu bersemangat mempersilahkan Parjo, dan Abung dan Buyung yang datang bersamaan seperti seorang Mentri yang sedang mengawinkan anaknya (sok menyambut nyambut ala raja raja jawa ),Parjo mempersilahkan mereka duduk di kursi yang telah tersedia. Lim auk ah datang kemudian bererta selusin buku notes dan pinsil yang di digeletakan pada setiap meja sebagai bahan untuk mencacat kuliah Bonang. Berto muncul 5 menit kemudian dengan seorang laki laki setengah baya sekitar 40 tahunan yang bertampang kusam membuat Bonang, Abung dan yang lain lainnya saling berpandangan penuh tanda tanya. Berto memperkenalkan teman barunya dalam awal rapat. "Perkenalkan ini teman gue, namanya Ahmad Aidit . dia ingin ikutan masuk dalam group kita " Kata Berto dengan bangganya sambil menoleh kesetiap wajah mencari persetujuan. Tapi setengah lusin wajah itu tetap tidak bergeming , Mereka agak khawatir dengan orang asing yang bisa saja adalah informan polisi yang sedang menjadi mata mata. Apalagi tampang si Aidit tidak begitu meyakinkan. Parjo dalam hatinya mendumel " Apa-apaan nih si Berto bawa cicek bego model beginian ke rapat penting ini? . Buyung berpikiran sedikit lain " Nih manusia terlalu tua untuk main sama kita kita ", Sedang Abung yang selalu trauma setiap kali memandang mas mas yang berkepala cepak sedikit ketakutan " Gila serem bleh..jangan jangan ini mas adalah algojo Komdak yang beraninya cuma gamparin copet dan maling ayam " Cuma Lim Auk Ah yang tidak punya pikiran negative " Mas ini walaupun nampak bego, rasanya orang baik-baik " begitu pikirnya. Berto gelisah di kerubuti pandangan yang mencurigai demikian. Untunglah Bonang segera menetralisir. " Oke mas Aidit, sebelum kita memulai rapat,aku harap kamu mau membuka bio datamu didepan kami " Aidit maju selangkah, dan seperti anak SD sedang berpuisi di panggung 17 agustusan sekolahan, dia mulai berkisah : " Perkenalkan, nama saya Aidit. Sayaaa ini lulusan UNAS jurusan sospol , walaupun cuma dengan angka pas-pasan dan nganggur bertahun tahun , saya pernah jadi ketua RT dan sempat dicalonkan menjadi ketua RW di Kelurahan Empang Bahagia sebelum money politics membuat Baramuli, saingan saya merebut kursi RW itu secara curang. IQ saya ngga terlalu tinggi memang, tapi saya tertarik untuk membantu kalian dalam memperjuangkan kepentingan orang kecil " Sampai di situ, ceramah Aidit membuat Bonang and de geng terkagum kagum. Tarjo dikursi pojokan bahkan kelihatan sibuk mencatat omongan si Aidit di buku notesnya , sibuk seperti para anggota MPR yang ingin kelihatan penting setiap kali kamera TV fokus ke arah mereka. Tapi ceramah singkat ini belum berakhir, Aidit melanjutkan: " Ini semua adalah perjuangan kelas.Oleh sebab itu saya kesini membawa konsep bagus dalam meggalang kekuatan rakyat bernama konsep Markisa, eh marsuki, eh bukan bukan...mar..markisme yang di perkenalkan oleh Lenon dan Stallion di Russia." Abung terpesona " Nih orang ngoceh apa sih? " Bonang juga kaget mendengar omongan tidak wajar ini, Tarjo berhenti menulis dan melirik dengan pandangan aneh . " Kita harus coba membangkitkan semangat PKI baru, karena cuma partai ini yang bisa membawa Indonesia menjadi negeri makmur. PKI adalah korban ketapelisme Amerika dan orde bau,Oleh karena itu saya mengharapkan saudara saudara mau mencalonkan Basuki Reksobowo sebagai Presiden Indonesia berikutnya " Kelas tiba tiba nampak begitu hening, Berto sengaja batuk batuk kecil agar suasana tidak tegang. Dia heran " Gila si Aidit, masa kampanye PKI di sini?" Bonang segera mecairkan suasana. " Oke aku rasa cukup perkenalanmu itu Mas , sekarang biarkan kami memulai rapat" katanya sedikit jengkel. Parjo nampak lega,Tarjo yang barusan mencatat kata kata mutiara Aidit segera mencoret kembali tulisannya dan berujar dalam hati " Sialan, gua catet omongan orang gila " Berto menunduk dan pura pura sibuk lantaran malu.Bonang segera memulai rapat dengan menceritakan gejala dekadensi moral di kampung Lontar. Juga bagaimana nasib keluarga Supeni yang kesenambungan hidupnya terancam kembali,juga keluarga Bu Ipah, Bu Gunadi,Pak JokoMulyo,dan deretan orang orang malang yang nasibnya sangat kritis. Diceritakannya juga bagaimana para keluarga yang cukup mampu , seperti Pak Muladi,Pak Akbari Nanjung, Pak Ibrahimun Hasan dan Keluarga Arab Fuadi Bawazir malah petentengan dengan membeli motor baru, kulkas baru dan mesin cuci merek Sanyo terbaru tanpa mau sedikit bersedekah menolong tetangganya. Buyung nampak menggeleng gelengkan kepala merasa tidak percaya. Abung menghela napas panjang. Parjo malah jengkel dan mengusulkan " Mari kita rampok lagi orang-orang sombong itu " Sedang Aidit yang tidak tahu apa apa langsung menyergap " Itulah sebabnya kita memerlukan PKI,karena PKI adalah partai yang mem.." sebelum dia sempat mengakhiri kalimatnya , Tarjo membentak " Diam lu mas...ngoceh aja bisanya " menciutkan nyali Aidit yang sedikit demi sedikit mengingsutkan pantatnya menjauhi Tarjo. Bonang meminta saran pada mereka, apa tindakan yang harus di lakukan berikutnya. Tapi sebelum itu dia meminta Lim dan Tarjo untuk melaporkan data hasil rampokan mereka yang dulu, perinciannya, keluar masuk cash flownya, dan karena ini adalah audit yang transparan tidak seperti PT IPTN yang diem diem merampok duit rakyat untuk di pindahkan ke rekening keluarga Habibie, Lim Auk Ah segera berdiri dan menuliskan di papan tulis, dibacakan oleh Tarjo : Hasil serangan umum 12 Juni itu adalah : Pemasukan dari Muladi : 12 ekor ayam. 1 perkutut. Pengeluaran : 6 diberikan Bu Supeni,3 digoreng untuk pesta reuni termasuk perkutut .3 dijual ke pasar kebayoran lama dengan harga total 20 ribu rupiah, Pemasukan dari Babah Gok-Tok-Tai : Satu Karung beras, 2 pak Indomie, 3 pak rokok Gudang Garam, 1 Pak Jisamsu.Satu pak minyak angin cap lang.2 kaleng susu Bayi instan,Satu pak kondom merek Ibnu Saud, Duit Cash 80.000 rupiah. Pengeluaran : Satu karung beras dan 2 kaleng susu untuk bu Supeni.3 Pak Gudang Garam dijual menghasilkan 12.000 rupiah. Kondom di jual ke Hasan Rasyidi seminggu kemudian seharga 10.000 rupiah,Minyak angin diberikan gratis buat 10 keluarga pra sejahtera. Satu Pak Jisamsu di bagi bersama anggota. Pemasukan dari Hasan Rasyidi : Radiotape Bonang beserta kaset gadaian,satu TV ukuran 14 inch merek Samsung,satu Video player merek Goldstar, 12 kaset video porno, satu kalender Playboy Playmate of the year 95 yang banyak noda putih entah bekas apa. Pengeluaran : Radiotape dikembalikan ke Bonang,TV di serahkan untuk masyakarat setempat dengan menaruhnya di pos hansip untuk di tonton bagi semua orang setelah dicat merah agar tidak ketahuan, Video player dijual seharga 100.000 rupiah. 12 kaset porno dihanguskan ( setelah di teliti content dan jalan ceritanya oleh kami berdua , disaksikan oleh Abung, Parjo dan Berto ) agar iman orang tidak luntur,sedang kalender porno sampai sekarang masih di simpan di kamar Tarjo. Pemasukan dari Keluaga Abdul Lafief:2 Karung mangga dijual ke pasar Tanah Abang seharga 25 ribu rupiah. Sehari setelah itu Buyung meyerahkan sepeda mini keponakannya sebagai penambah harta inventaris yang kami jual seharga 30 rupiah di Pasar Rumput. Pengeluaran: None. Pemasukan dari Bu Nainggolan : Satu Kipas Angin Rusak. Pengeluaran: None. Total Pemasukan Cash: Rp 277.000 Pengeluaran : Rp 267.000 Deskripsi pengeluaran cash: Rp 200,000 untuk Bu Supeni. Rp 30.000 untuk Bu Jokomulyo. Rp 30.000 untuk Janda Pak Zubair. Rp 17.000 sewa bajaj Pak Sadikin di supiri Abung non fee. Sisa saldo cash : NONE Bonang mengangguk agggukan kepalanya tanda setuju, semua merasa puas dan sekaligus tidak cemas. Harta rampasan sudah diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Abung datang menyalami Lim. " Good Job " katanya sambil memeluk cina cerdas ini dengan hangatnya. Berto bertepuk tangan. Parjo bersuit suitan. dan Aidit yang sekarang duduknya jauh di belakang berdiri untuk menyatakan kongratulasi pada gengnya Bonang sambil tidak lupa menyelipkan kampanye " Ini adalah cara cara markis yang sangat sosialis..karena itu saya usulkan pada..." Sebelum sempat mengakhiri kalimatnya kembali, Berto berteriak lantang " Hey Dit ! kau duduk sajalah...tak usah banyak cakap kau ! " Laki laki Jawa campuran Kalimantan pecinta puisi edisi koran Pos Kota inipun lalu terduduk kembali dengan lesunya. Sesi selanjutnya mereka mencari titik temu untuk beraksi melakukan serangan subuh berikutnya malam minggu depan ini, Mereka bersepakat untuk meluaskan wilayah teritorinya sampai ke kampung Kebun Pala dan Kebun Kacang. Setiap peserta mendapat tugas untuk mencatat daftar korban yang hartanya pantas untuk dijarah, syarat syaratnya jelas jauh manusiawi daripada waktu Nabi Muhammad merampok kafilah bani Quraish jaman di Madinah. Di geng ini ciri ciri manusia yang sah untuk dirampok adalah KKTA : Kaya, Kikir , Tamak dan Arogan.Sedang di Madinah dulu , asal bukan kaum muslimin, hartanya boleh disikat, orangnya boleh dibunuh, wanitanya boleh diperbudak dan dipake untuk pesta orgy dan 20 persen harta rampasan buat sang nabi. Membandingkan ini, jelas yang lebih nabi dari nabinya orang Madinah itu adalah gengnya Bonang... [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 24 Jul 1999 jam 23:42:11 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
