---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Ada dua Udin di tetangga rumah Bapak saya di daerah Tomang dulu. Dua-suanya punya nama single Syamsudin.Yang satu anak pak RT, yang satu lagi anak guru ngaji. Karena kedua-duanya seumuran dan teman main bareng bersama anak-anak kampung,Untuk memudahkan teman teman mereka bermain membedakan mereka dengan memberi julukan " Udin keling " dan " Udin Botak ". Tidak ada masalah dengan si Udin Keling memang. Karena bagaimanapun sang Udin yang satu ini mau menerima kenyataan bahwa kulit tubuhnya tidaklah putih. Malah dengan lapang dada dia membalas orang yang memanggilnya dengan senyuman. Yang menjadi problem adalah si Udin Botak. Dia tidak pernah rela mendapat julukan yang dianggapnya adalah penghinaan itu. Udin Botak tidak mau menerima bahwa kepalanya memang botak.Setiap kali ada orang yang memanggilnya botak, dia akan meraung dan menerjang. Bahkan ketika anak-anak merubah titelnya dengan " Udin Gondrong " sang Udin malah makin menjadi jadi ngamuknya. Saya menghadapi dilema Udin Botak setiap kali menulis ,mencoba kritik terhadap agama saya sendiri dengan menyumpalkan sejumlah fakta dan argumen di milis-milis Islam.Padahal saya berusaha untuk bersuara jujur, padahal saya tidak pernah punya niat buruk, padahal dengan mengungkapkan keburukan kita bersama, barangkali kita semua akan punya niat untuk memperbaiki agama ini menjadi lebih cemerlang dan manusiawi. Tulisan " Pidato Atun " bagi mereka adalah seperti panggilan " Botak" terhadap si Udin anak guru mengaji.Mereka marah, mereka terhina, mereka mengancam dengan emosi yang meluap luap.Tapi mereka lupa bahwa apa yang saya tuliskan jika mereka mau berkaca adalah sebuah fakta yang walau bagaimanapun menyakitkan adalah real. Islam adalah agama yang tandus. Sejarahnya banyak yang dibelokan. Umatnya mayoritas terbelakang. Islam adalah agama yang berjalan kedepan tapi dgn wajah menghadap kemasa lalu, Visi ke depan mereka sudah sekarat, sense untuk berkembang dan melakukan reformasi dalam Islam sudah hampir mati atau binasa sama sekali. Islam tidak punya keberanian untuk melakukan otokritik dan juga tidak bisa dikritik. Jangan, anda jangan membantah dulu.Dan jangan anda memandang saya sebagai seorang kafir terlebih dahulu. Saya adalah Muslim seperti anda juga. Sarungkan pedang anda itu dahulu sebelum bicara. Karena selain sebagai seorang muslim, saya juga manusia yang berhak untuk berfikir dan berbicara. Saya adalah seorang muslim yang ragu. So ? salahkah saya? Saya meragukan sejarah islam banyak diisi dengan kebohongan, saya meragukan perkawinan Muhammad dengan 11 istri dan gundiknya. Saya meragukan Muhammad periode Madinah, saya meragukan kenabian Rasullulah ketika mengamini Pembantaian ratusan Bani Qurayzah . Saya meragukan niat serdadu muslim ketika melakukan Azl dengan para budak tawanan perang. So? Adalah hak saya sebagai manusia untuk berekpresi. Kalau anda menganggap tulisan ini sebagai suatu racun , itu menandakan bahwa anda termasuk manusia yang ragu. Trus anda bilang " Proletar akan merusak akidah para netter yang imamnya masih awam " Well bagi saya Ini adalah alasan pengecut anda untuk menghindari polemik.Kenapa anda tidak membiarkan mereka untuk bertanya tanya dan mencari kebenaran sendiri? Apakah anda takut bila pertanyaan saya akan mereka ajukan pada anda suatu saat nanti? Tulisan saya adalah sampah? Saya adalah penulis yang tidak bertanggung jawab? Tulisan saya akan mengkotori jiwa mereka setiap kali mereka akes ke internet? Bung, jaman sekarang memang jaman informasi bebas. Setiap orang yg punya akses ke komputer dengan mudah bisa membaca apa saja dan membuka web apa saja dari Islamic sites sampai porno sites. Bukan jamannya lagi anda menakut nakuti generasi muda dengan ancaman dan kekangan. Yang seharusnya anda lakukan adalah memberikan mereka keyakinan baru bahwa Islam adalah agama yang benar, bukan dengan cara memberikan sensor pada tulisan yang penuh kontradikisi,tulisan yang kritis dan argumentatif, tulisan yang menyerang dan tulisan yang menggugat. Sekali lagi, Islam adalah seorang Udin Botak. Bila di katakan kepalanya gundul dia tersinggung, Bila dikatakan gondrong , dia akan lebih ngamuk karena merasa disentil secara sarkastik. Tapi jika didiamkan, dia akan merasa tampan rupawan, Islam beginian palingan batok kepalanya berisi " Debat mengenai haram atau tidaknya memakai dasi " atau " Debat apakah seorang wanita bisa menjadi pemimpin " atau " Debat haram atau tidak mengucapkan natal pada orang nasrani" atau " tukar menukar infromasi tata cara sujud ini dan anu " Tidak ketinggalan menggali " Ayat here and there " yang kesemuanya adalah hal hal yang menjemukan dan tidak fundamental. Di bawah ini akan saya muat komentar para Udin itu. Setelah membaca anda bakalan mengetahui, mana yang Udin Botak dan mana yang Udin Keling. Hasan Basri. -------- Subj: [pk-timur] USUL UNTUK ADMIN-PK TIMUR "BAN SAJA"....! Date: 99-07-25 03:20:48 EDT From: [EMAIL PROTECTED] (satya graha) Reply-to: [EMAIL PROTECTED] To: [EMAIL PROTECTED] Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh Layang-layang bisa terbang membubung tinggi disebabkan dia menentang angin. Inilah teori dasar yang dijadikan startegi oleh Proletar dalam rangka mengangkat dirinya di Milis PK ini. Untuk menjadikan milis PK ini menjadi nyaman kembali, saya usulkan pada Admin, supaya mem"ban" tulisan-tulisan Proletar, sehingga tak ada angin yang dapat membuatnya naik keatas. Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. ------- Subj: RE: [is-lam] FW: RE: Re: [is-lam] Draft Pidato Atun (129) Date: 99-07-26 20:07:20 EDT From: [EMAIL PROTECTED] (Jusuf Hilmy AG. Moulakhela) Reply-to: [EMAIL PROTECTED] To: [EMAIL PROTECTED] Ass. wr. wb. Kalau sudah tahu siapa si Proletar itu tolong diumumkan disini berikut alamatnya, Insya Allah sudah banyak pedang yang diasah yang siap dihadiahkan kepadanya. Wass, JHAM --- Subj: [is-lam] Jajak Pendapat ala Isnet [Was Re: Draft Pidato Atun (129)] Date: 99-07-26 23:25:20 EDT From: [EMAIL PROTECTED] (= ARMAN =) Reply-to: [EMAIL PROTECTED] To: [EMAIL PROTECTED] Assalamu'alaikum Wr. Wb. Saya menyambut baik adanya jajak pendapat terhadap "virus-nila" yang ada dimilis is-lam@ ini sebagaimana yang diusulkan oleh Sdr. Satrio A dari majalah D & R dan telah pula mendapatkan "restu" dari pihak admin melalui Sdr. Tutun (lihat email sebelumnya). Untuk menindak lanjuti hal tersebut, saya rasa kita tidak perlu membuang waktu dan bertele-tele, saling menunggu, dibawah ini terdapat daftar jajak pendapat sederhana atas penolakan kehadiran virus akidah yang bernama "nila" ini dimilis is-lam@ ! Dengan begitu, sekaligus kita juga dapat melihat sejauh mana langka pro-aktiv yang akan dilakukan oleh pihak admin. Bagi yang setuju terhadap kehadiran virus-nila dari American Online (begitu saya menyebut nama "virus akidah" yang ada disini) diharapkan tidak turut menuliskan namanya dibawah ini, sebaliknya, bagi anda yang concern terhadap perdiskusian yang Islami disarankan untuk menambahkan namanya pada nomor yang tersedia. ----- ============= No. Nama ============= 1. Armansyah 2. ............. 3. ............. 4. ............. 5. ............. ---------- Subj: [hikmah] Proletar sedang melakukan provokasi dan propaganda Date: 99-07-26 08:08:54 EDT From: [EMAIL PROTECTED] (el hafied) Reply-to: [EMAIL PROTECTED] To: [EMAIL PROTECTED] assalaamu'alaikum... hebat, ck ck ck...hebat, apa maksudnya tulisan diatas??? ini jelas kamu sedang propaganda komunis plus atheis dan sengaja memprovokasi para netters hikmah@.. strategi "bualan kosong" dan provokasi sayangnya dijaman sekarang ini sudah tidaklaku lagi apalagi ideologi usang seperti komunis, yang mulai rontok dimana-mana...sampai-sampai republik china harus merombak kembali ajaran 'suci'mao ze dong dengan menambah prinsip ekonomi pasar... atau seperti fidel castro yang mau jadi firaun seumur hidup di kuba...hahaha. pesan buat Proletar kalo mau berjuang jangan pake methode usang gitu ...kreatif dikit dong! kasian khan sudah capek-capek nulis kagak ada yang mau baca...:-) ----- Subj: [hikmah] Re[2]: [is-lam] FW: RE: Re: [is-lam] Draft Pidato Atun (129) Date: 99-07-26 22:21:21 EDT From: [EMAIL PROTECTED] (Smarihasta) Reply-to: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] (Smarihasta) To: [EMAIL PROTECTED] (Jusuf Hilmy AG. Moulakhela) CC: [EMAIL PROTECTED] (Hikmah) Tuesday, July 27, 1999, 8:09:16 AM, Jusuf wrote: JHAM> Ass. wr. wb. Waalaikum salam wr. wb. Jusuf, JHAM> Kalau sudah tahu siapa si Proletar itu ... Pendapat saya Proletar itu setali tiga uang dengan Anatz / Viktor. Perbedaannya hanya pada gaya, Proletar berlagak cerdas dan humanis tapi sengaja menghindari diskusi intens. Anatz lagaknya ingin diskusi dan mencari tahu tapi tanggapan2nya justru menunjukkan bahwa dia ini nggak tahu apa2 tentang Islam dan (bahkan) agamanya sendiri. Keduanya bersikap sama, mengulang2 cerita usang yang itu2 saja dan sudah ditanggapi cermat berulangkali pula. Namun selalu tak berlanjut ndak jelas apa mau mereka sebenarnya. Hanya itu yang mereka bisa, selebihnya tak ada kontribusi apapun terhadap milis ini. Jauh lebih baik D & R yang suka memberi perspektif2 baru tentang agamanya. Proletar lebih suka mengarang "newsletter" dalam milis, dia kira peserta milis ini penggemar setia serialnya. Suatu sikap yang bertentangan dengan image cerdas yang ingin dibangun untuk menunjuk dirinya. Proletar menderita penyakit bangga diri dan menjurus sombong, mungkin karena terlalu takjub dengan kehidupan di US. Media ini hanyalah tempat mencari popularitas, lihat betapa bangganya dia ketika "diusir" dari berbagai milis. Mereka sama2 ingin provokasi bukan diskusi, gayanya saja beda. Diskusi itu konstruktif sedang provokasi sifatnya merusak. Diskusi diawali dengan niatan baik dan diwujudkan dengan pemikiran logik dan sikap beradab. Sedang provokasi diniati kedengkian, hanya berisi emosi dan sikap semau gue, antara lain ngotot dan sok acuh. Mereka bukannya sedang mencari tahu tapi justru sok tahu. Proletar dengan model "kegelisahan pencariannya" dan Anatz dengan model phobi. Jadi saya kira milis Indopubs-nya si John F. Dougall lebih tepat untuk anda berdua, ketimbang di sini. Pertanyaan saya pada anda semua peserta milis, apa gunanya mereka ini di sini ? Adakah manfaat yang anda peroleh dari mereka ? Kalau saya, terus terang tidak ! Wassalamualaikum wr. wb., Smarihasta Catatan : saya rindu dengan diskusi yang teduh sebagaimana masa2 awal Is-lam dan Hikmah. Saya ingatkan anda semua pada kenangan2 lalu ... Kini tempat ini tidak lagi mencerahkan, tapi "memerahkan" pikiran. ----- Subj: Re: [is-lam] FW: RE: Re: [is-lam] Draft Pidato Atun (129) Date: 99-07-27 00:31:11 EDT From: [EMAIL PROTECTED] (Fami Fachrudin) Reply-to: [EMAIL PROTECTED] To: [EMAIL PROTECTED] Smarihasta wrote: > Pertanyaan saya pada anda semua peserta milis, apa gunanya mereka ini > di sini ? Adakah manfaat yang anda peroleh dari mereka ? > > Kalau saya, terus terang tidak ! > > Wassalamualaikum wr. wb., > Smarihasta > > Catatan : saya rindu dengan diskusi yang teduh sebagaimana masa2 awal > Is-lam dan Hikmah. Saya ingatkan anda semua pada kenangan2 lalu ... > Kini tempat ini tidak lagi mencerahkan, tapi "memerahkan" pikiran. Manfaatnya bagi saya adalah, pengetahuan saya tentang variasi watak serta tingkah laku manusia jadi lebih banyak. Saya justru punya pertanyaan: Mampukah anda-anda (maaf bukan hanya untuk Bung Smarihasta) yang memiliki perhatian kepada islam dengan sangat kuat "menaklukkan" si Anatz dan Proletar itu? Apakah anda merasa gagal memberikan dakwah kepada orang-orang model begini sehingga anda furstasi? Jawabannya: Kalau tidak mampu, ya tinggal delete saja mailnya, tidak usah dibaca. Kalau ingin membaca, tidak usah memberi komentar apalagi mendiskusikannya. Kalau mampu, silahkan diladeni dengan baik, sesuai ujaran AQ: wajadilhum bil-lati hiya akhsan. Wassalam, -Fami Fachrudin --- Subj: Salam sejahtera selalu Date: 99-07-21 21:21:02 EDT From: [EMAIL PROTECTED] (Najil) To: [EMAIL PROTECTED] Dear Proletar Kita belum pernah bertemu via milis manapun tapi saya salah satu pasive reader dari IndoNews dan siar. Dan semua tulisan Kolom Proletar saya kumpulkan mulai 2 bulan lalu, terkandang saya print out untuk mereka yang mau. Dan tanggapan mereka jelas seperti iklan permen nano-nano - pasti rame. Rencana apabila sudah cukup saya buat FileProletar edisi 1, tapi bulan lalu terhenti akibat hardisk komputer yang saya pakai ngadat , yang beberapa file hilang termasuk kumpulan tulisan itu . Sekarang baru saya mulai lagi. Saya tinggal (untuk sementara akibat salah satu korban Suharto CS) di negeri yang orangnya salah satu - yang paling bung proletar hujat. Memang sebenarnya saya sendiri melihat banyak hal disini yang menunjukkan kemunafikan mereka. Disini protes itu diharamkan tapi bohong dengan atas nama Tuhan di Halal bahkan setengah digalakkan. Saya ingin mencoba menulisnya , tapi rupanya saya ini ditakdir sekelas dengan MEGA - yang lebih baik diam - diam dan diam, Disini juga ada sedikit kejutan dimana PDI-P nya siDiam bisa berdiam diposisi pertama pada reog politik kita kemarin, walaupun si Amin Rais yang lebih sering mondar mandir kesini. Rupanya banyak pemilih yang membaca tulisan proletar . Dan menyadari bahwa dinegeri centralnya Islam ini lebih tidak islami dan sama bejatnya dengan ICMI+ founder dan anteknya. Ok sekian dulu , jangan berhenti menulis sebelum bung ditulis orang .....???????? Saya tunggu selalu... May God Bless You Best regards, S. R ( nama asli ..cutted ...) 1/2 Arab yang 100% Pro dengan Proletar (Ditanggung tidak luntur asal jangan dibalik) --- Subj: [pk-timur] KIAT-KIAT MENDELETE ARTIKEL PROLETAR CS Date: 99-07-27 07:55:46 EDT From: [EMAIL PROTECTED] (satya graha) Reply-to: [EMAIL PROTECTED] To: [EMAIL PROTECTED] Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh Ada seorang anggota milis hikmah memberikan informasi cara menolak kiriman e-mail yang tak kita hendaki (Proletar Cs) agar tidak masuk dalam e-mail address kita sbb: Klik Tools Klik Inbox assistant Klik Add Rule Isikan e-mail address yang dimaksud : From :......proletar cs misalnya Sent : .....e-mail address anda Kemudian pilih sesuai keinginan : delete atau forward to atau copy to...dsb Klik Ok Mungkin kiat ini bisa menghemat energi kita agar tidak terbuang percuma karena menampung artikel "sampah" macam yang dikirim oleh proletar Cs. Wallahualam bishowab Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh Satya Graha ----- Subj: pidato Atun Date: 99-07-26 21:14:09 EDT From: [EMAIL PROTECTED] (Edwin Abdullah) To: [EMAIL PROTECTED] CC: [EMAIL PROTECTED] Saya sudah baca Pidato Atun-nya (dan Q& A dengan Atun), komentar saya singkatsaja Bung Hasan menghujat Islam dengan gaya orientalis. Meyakini dan mengungkapkan sejarah (tarikh) Islam tanpa menelusuri faktanya, menghujat ayattanpa pernah tau azbabun nuzulnya. Banyak membaca tapi miskin ilmu, banyak berpikir tapi miskin pemahaman. Seandainya Bung Hasan ingin berfilsafat Islam, tapi tidak bisa bahasa Arab ataupun Parsi, mungkin Bung bisa menambah pengetahuan dengan membaca buku-bukukarangan Henry Corbin atau Massignon. Tapi ini kalo Bung bisa berbahasa Perancis. Begitu saja dari saya. Salam NB: Saya ingin tau pendapat Bung mengenai hari akhir (kiamat) dan hidup sesudah mati.... ------- Subj: JAJAK PENDAPAT: VIRUS NILA JANGAN DIBUANG Date: 99-07-27 12:27:21 EDT From: [EMAIL PROTECTED] (GRIFA LIBRAN) To: [EMAIL PROTECTED] (Isnet) CC: [EMAIL PROTECTED] Assalamu'alaikum wr.wb. Para netters, Menurut saya kita tidak perlu antipati dan apriori akan kehadiran sosok seperti Proletar, dan tidak juga kita mesti membencinya dan apalagi mengutuknya kendati kehadiran Proletar di berbagai mailling list membuat sebagian dari kita gerah dan kepanasan, kalau tidak bisa disebut geram sehingga kadang tidak disadari ingin rasanya mengenyahkan sosok seumpama Proletar. Tidak, tidak perlu kita sampai pada taraf emosi seperti itu. Kita semua menyadari sejak awal keislaman, Islam itu tidak henti-hentinya menghadapai berbagai caci maki dan fitnah, bahkan kondisi ini akan berlangsung terus hingga akhir zaman. Hakikat Islam, salah satunya, bukan pada penyingkiran pem-fitnah, melainkan bertujuan menyelamatkan para insan penyebar fitnah pada Islam. Artinya, siapapun yang tidak mengenal Islam dengan baik, adalah keharusan kita memperkenalkan Islam pada mereka dengan jalan yang baik dan benar dengan nuansa kelemah-lembutan, tapi tidak kurang diperkaya akan khasanah kearifan, tegas dan atau apalah namanya yang kesemuanya didukung penuh dengan dasar2 keilmuan, baik lewat kacamata neuron dan keimanan. Bukankah kita menyadari, andaikata pun seisi jagat raya ini kufur akan ketauhidan Allah SWT beserta Rasul-Nya, itu semua tidak akan membawa konsekwensi apapun bagi Allah SWT. Lebih jauh lagi, adalah bukan tujuan utama kita di dunia ini "membe- rantas" penista Islam, melainkan mengurangi seminimal mungkin saudara kita yang seiman dari kemungkinan ia jadi pecundang Allah SWT di yaumil mashar nanti. Dengan sendi- rinya angka korban bakaran api neraka (semogalah semua kita selamat darinya!) akan semakin kecil. Kalau setiap kali kita menjumpai penista Islam langsung kita bungkam, kapankah dan di manakah peran kita dalam mengajak/memperbaiki keimanan/kadar ke- salehan si penista selagi kita hidup di dunia ini? Penyingkiran "virus nila" dari mailling list, saya kira malah memperjelas kedudukan kita bahwa kita ternyata masih jauh dari memiliki kebesaran jiwa dan kesabaran dalam mengarahkan siapa saja yang perlu melangkah lebih jauh dalam pencerahan keimanan islamnya. Kita tak akan pernah sampai pada taraf mengenal siang, andai tiada malam sebagai penakarnya. Kita tak akan pernah mengenal cita rasa manis, bila rasa pahit tidak tersedia sebagai pembandingnya. Kita tidak akan pernah tahu arti cinta, andai kedengkian tak pernah menampakkan wujudnya. Kita tak akan mengenal sesuatu itu baik, bila keburukan tersembunyi dari rabaan indera. Kita tak tahu apa itu kebahagiaan, kalau sepanjang hidup kita tak pernah ada di lembah kepahitan. Kita tidak akan .... dst. dst. Jadi marilah kita mengenal kejelekan, dari sana kita bermula menyusun keindahan. Grifa Libran ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 28 Jul 1999 jam 02:57:21 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
