---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk UTANG INDONESIA US$ 152 MILIAR JAKARTA, (SiaR, 27/7/1999) Krisis ekonomi yang berkepanjangan di Indonesia semakin membengkakan utang luar negeri. Jumlah utang luar negeri Indonesia melonjak dari 110 miliar dolar menjadi 152 miliar dolar pada Maret 1999. Belum lagi pengalihan utang swasta ke publik akibat restrukturisasi perbankan yang mencapai Rp 550 triliun. Menurut Dr. Sri Mulyani, ekonom dari Universitas Indonesia, kondisi tersebut akan memberikan tekanan yang sangat serius pada budget Pemerintah. Penerimaan Pemerintah akan mengalami kontraksi akibat kematian sektor swasta. "Sementara itu, sisi pengeluaran makin membengkak dengan kewajiban utang luar negeri mencapai Rp 45 triliun," katanya. Menurut Sri, defisit anggaran menjadi hal yang tidak terhindarkan yang berdampak terhadap perekonomian domestik. Untuk itu Indonesia harus memutus siklus pemburukan ekonomi dari defisit anggaran yang kronis dalam bentuk hiperinflasi. Walaupun kehadiran CGI masih sangat relevan dan sangat penting karena menjadi salah satu pencegah keterjebakan Indonesia pada situasi ini. Namun utang yang diperoleh belum tentu cukup untuk membayar cicilan dan bunga. Sementara itu menurut pengamat dari Amerika Jeffrey Winters, selama 30 tahun, utang Bank Dunia telah bocor sekitar 30%. Dengan demikian rakyat yang hanya menikmati 70% tidak pantas kalau menanggung utang 100% ditambah beban bunga.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 28 Jul 1999 jam 07:55:25 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
