---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk RAPAT RAHASIA DI KOREM DILI (MateBEAN, 28/7/1999), Tanggal 24 Juli 1999 lalu ada rapat rahasia di aula Makorem di Dili. Dalam rapat yang diselenggarakan dari 16.00-22.00 itu dihadiri oleh Danrem, Kapolda, Sekwilda Tk. I yang mewakili Gubernur, Ketua DPRD Tk I dan tokoh-tokoh pro-integrasi. Sumber MateBEAN mengatakan dalam rapat rahasia itu disepakati 6 (enam) poin penting yakni: 1. Pada waktu kampanye jajak pendapat pasukan milisi akan digerakkan, tetapi belum ada kepastian waktu; 2. Pada saat kampanye pihak Korem dan Polda akan mengirimkan 5 orang intel yang akan bekerjasama dengan milisi Aitarak. Mereka akan menyamar seperti orang kampung miskin yang akan memonitor dan mengerahkan pasukan pengacau kampanye dan membuat kerusuhan; 3. Aparat yang mendapat tugas sebagai pengacau itu akan dilengkapi dengan peralatan lengkap. Keluarga mereka juga dijamin oleh pemerintah Indonesia; 4. Kubu pro-integrasi secara umum sudah tahu bahwa mereka tak akan mendapat suara, karena itu melalui berbagai cara harus dimanfaatkan untuk menghabisi kelompok pro-kemerdekaan yang ada di kota-kota dalam wilayah Timor Timur. Maksudnya, pada saat jajak pendapat nanti kelompok pro-kemerdekaan sudah tak ada artinya. Taktik seperti ini selalu dipakai Indonesia selama berada di Timor Timur; 5. Seandainya kubu pro-integrasi kalah, secara otomatis milisi Aitarak dan lain-lainnya akan ke gunung untuk melakukan gerakan terrorista, seperti di Angola. Untuk membantu mereka, peralatan dan logistik akan didukung dan diatur oleh Indonesia; 6. Rapat juga menyimpulkan, Indonesia tidak akan meninggalkan Timor Timur dan tidak peduli dengan kehadiran PBB meskipun diancam dengan segala cara. Dikeluarkan dari anggota PBB pun Indonesia tidak peduli. Sumber itu menambahkan bahwa saat ini di Timtim para milisi mulai mempersiapkan diri seperti mengungsikan sanak keluarganya di wilayah NTT serta persiapan untuk bergerilya di hutan bila dalam jajak pendapat nanti masyarakat menolak otonomi. "Di Maliana, Bupati Bobonaro Guilherme da Santos terang- terangan mengancam staf UNAMET dan menyuruh milisi untuk membakar dua tempat pendaftaran jajak pendapat," kata sumber itu. Di Dili, kelompok Aitarak semakin berani mengancam masyarakat di depan UNAMET, bahkan tidak segan para milisi itu melepaskan tembakan peringatan untuk menakut-nakuti petugas UNAMET. "Sebagian anggota mereka mendapat stok senjata untuk bergerilya di hutan untuk menggantikan Falintil, bila nantinya masyarakat tolak otonomi," kata sumber MateBEAN di Dili.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 28 Jul 1999 jam 09:18:57 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
