---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk ALBERTO PEREIRA DITANGKAP DAN DISIKSA OLEH ANGGOTA BTT JAKARTA (MateBEAN 30/7/99) Sehari setelah pengumuman oleh UNAMET mengenai sepuluh hari pertama proses pendaftaran, ABRI melakukan lagi tindak kekerasan terhadap penduduk sipil. Tindak kekerasan ini menimpa seorang penduduk sipil bernama Alberto Pereira (27 th). Kejadian itu terjadi pada 28 Juli 1999, sekitar pukul 14.45. Korbannya Alberto Rodriques Pereira (27 tahun), warga Aimutin RT 03/RW IX Desa Comoro, Kec. Dili Barat. Pelakunya tak lain anggota Batalyon Teritorial (BTT) Aimutin. Menurut Thomas, saksi mata, ia dan Alberto berada di Kios Aileu yang jaraknya sekitar 40 meter dari Pos BTT. Tanpa sebab sejumlah anggota BTT itu mendatangi Thomas dan Alberto, lalu menunjuk Alberto, "Ini orangnya." Melihat gelagat tidak baik dari anggota BTT itu, Alberto langsung melarikan diri ke belakang Kios Aileu. Anggota BTT itu pun langsung mengejar korban. Merasa dan tahu bahwa dirinya dikejar, Alberto segera masuk ke rumah Abanu. Di dalam rumah itu, ia ditangkap lalu dipukuli secara membabi buta. Abanu, si pemilik rumah berteriak minta tolong, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa. Anggota BTT itu malah semakin beringas. Ada sekitar 6-7 orang yang menghajar Alberto. Ada yang memukul dengan alu, ada yang menendang dengan sepatu tentara ke dada, mulut dan kepala Alberto setelah kedua kakinya dipegang ke atas. Ada pula yang memukul Alberto dengan tangan kosong. Siang itu Alberto benar-benar dijadikan bulan-bulanan. Karena aparat yang telah memukuli lalu kembali ke posnya kemudian datang yang lain lagi. Kenapa ia dihajar aparat BTT? Salah seorang anggota BTT yang ditemui MateBEAN menuturkan, Alberto beberapa kali terlibat perkelahian dengan warga Aimutin tanpa menyebut siapa musuh Alberto. Tuduhan itu tentu saja dibantah sejumlah warga di sana. Setelah puas menghajar, aparat BTT itu mendudukkan Alberto pada dua buah kursi rotan, di dekat sumur. Alberto tampak tak berdaya. Matanya terpejam. Ia hanya didampingi Candida, istrinya. Luka yang ia derita cukup parah. Mulut Alberto bengkak, pinggang sebelah kanan memar, kepalanya berdarah-darah, dan dadanya memar. Menurut Candida, baju kaos yang dipakai oleh suaminya sudah diganti dengan baju lain oleh aparat BTT. Karena darah segar membasahi pakaian Alberto. Tak lama kemudian datang sejumlah anggota BTT dan polisi datang menumpang sebuah mobil polisi UPS. Seorang anggota BTT berpakaian preman marah-marah, "Wartawan atau siapa saja dilarang masuk ke dalam pos." Melihat semakin banyak warga yang berdatangan, Alberto segera dipindahkan dari samping pos ke ruang depan salah satu kios, yang terletak di bagian samping depan pos BTT. Sekitar 15 menit kemudian, satu peleton polisi dari Polres Dili, di bawah komando Serma Pol Jeri dan Serka Pol Apris Wahi. Mereka segera memerintahkan agar Alberto segera dibawa ke RSU Bidau atau RS Wirahusada. Namun Candida menolak tawaran pihak kepolisian itu. "Suami saya jangan dirawat di sana karena tidak ada yang menjamin keamanan dan keselamatan suami saya." Candida meragukan jaminan keamanan dari polisi. Ketika Candida dan polisi tengah berdebat, Alberto muntah-muntah. Beberapa petugas polisi yang berdiri tak jauh dari Alberto langsung saja menuduh, "Dia pasti mabok." Padahal Alberto muntah darah. Meski Candida terus dibujuk polisi, ia tetap menolak suaminya dirawat di rumah sakit tentara. Serma Jeri dan Serka Apris berusaha meyakinkan Candida, bahwa kenapa suaminya ditangkap kemudian disiksa tetap akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, asalkan korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan mengingat kondisi Alberto sangat kritis. "Saya takut suami saya malah dibunuh polisi atau aparat keamanan yang lain." Setelah berunding antara Ketua RT bersama Candida, pihak keluarga dan warga sekitar, pihak kepolisian akhirnya mengizinkan Alberto dirawat di RS St. Antonio Motael dan tiba di rumah sakit pada pukul 16.35. *** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 1 Aug 1999 jam 13:14:49 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
