---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Berita Buana, 9 Agustus 1999 FPDK Bantah Gunakan Milisi Bersenjata Dili, Buana Penggunaan tentara bayaran oleh Forum Persatuan Demokrasi dan Keadilan (FPDK) untuk menakut-nakuti petugas UNAMET dibantah organisasi pendukung integrasi tersebut. Menurut Ketua Umum FPDK, Domingos MD Soares, pihaknya tidak menggunakan cara-cara bersenjata untuk mempengaruhi suara menjelang jajak pendapat nanti. "Kami tak punya milisi dan tak ada sangkut paut dengan pasukan bersenjata itu. Ini organisasi politik, dan tidak ada campur tangan organisasi lain. Kami tidak punya milisi," kata Domingos MD Soares kepada wartawan di media center di Dili, Jumat. Lebih lanjut dikatakan, FPDK didirikan guna memberikan panduan bagi seluruh masyarakat Timtim untuk melewati tahapan sejarah penting menentukan masa depan terbaik kehidupan di daerah itu. Selain itu, FPDK berdiri untuk mempersatukan seluruh orang Timtim yang berkehendak baik dan ingin hidup dalam alam demokrasi di masa mendatang. "Kalau ada beda pendapat, itu sebagai kekayaan dan bukan permusuhan," katanya Penyelesaian masalah Timtim akan ditentukan melalui jajak pendapat pada 30 Agustus mendatang guna mengetahui apakah masyarakat setempat menerima atau menolak otonomi luas sebagai jalan penyelesaian final pertikaian di daerah itu.. Menurutnya, di Timtim hanya ada pejuang yang bertindak atas dasar cita-cita luhur mempertahankan integrasi Timtim ke dalam NKRI, tetapi bukan milisi. FPDK tidak mendukung kelompok milisi, yang diartikan sebagai tentara bayaran untuk melakukan tindakan. Pejuang itu tergabung dalam Pasukan Pejuang Integrasi (PPI) dengan penanggung jawabnya adalah Panglima Joao Tavares. "Jika FPDKdinilai memiliki kelompok milisi, hal itu sebagai bentuk penghinaan," katanya. Di Timtim terdapat kelompok PPI yang tersebar di 13 kabupaten yang terdiri atas Aitarak (Dili), Ahi (Aileu), Ablai (Manufahi), Sakunar (Ambeno), Besi Merah Putih (Liquisa), Mahidi (Ainaro), Laksaur (Covalima), Saka, Sera (Baucau), Alva (Lautem), Darah Integrasi (Ermera), Moruk (Manatuto), Halilintar (Bobonaro), dan 59/75Junior (Viqueque). Rad/AFP ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 12 Aug 1999 jam 09:34:42 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
