---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- ANTARA, 7 Agustus 1999 Kampanye Jajak Pendapat Tidak Sama Dengan Kampanye Pemilu Dili, 7/8 (ANTARA)-Ketua Umum Barisan Rakyat Timor Timur (BRTT) FK. Lopes Da Cruz di Dili Sabtu mengingatkan, kampanye untuk jajak pendapat tidak sama dengan kampanye pemilu nasional. Kampanye nasional bertujuan untuk mendapatkan suara sebanyak- banyaknya guna memilih anggota parlemen dan itu dilakukan setiap lima tahun sekali. Tapi jajak pendapat yang menurut rencana akan dilaksanakan pada bulan ini (30 Agustus 1999) adalah untuk menentukan masa depan Rakyat Timtim dan itu hanya dilakukan sekali dan tidak terulang lagi. Hal itu diungkapkan Lopes Da Cruz dalam sambutannya ketika membuka pembekalan Juru Kampanye (Jurkam) pendukung Daerah Otonomi Khusus (DOK) Timtim yang dihadiri sekitar 700 undangan. Kampanye bagi jurkam sosialisasi otonomi khusus yang seluas-luasnya bagi Timtim sangat menentukan, karena itu hendaknya harus betul-betul serius terutama dalam bertutur kata, bersikap dan berperilaku. "Itu sangat penting dipegang teguh agar dapat diraih sesuatu kemenangan yang cantik," ujarnya seraya menambahkan, untuk itu perlu pula diciptakan suasana yang aman, damai dan tenteram, sebelum, selama dan sesudah jajak pendapat. Sebab kemenangan otonomi khusus berarti kemenangan seluruh rakyat Timtim. Dikatakan pula, perbedaan kepentingan serta haluan politik di antara dua kelompok di Timtim yang berseberangan, telah berlangsung selama 24 tahun dan telah melewati berbagai tahapan. Dengan tahapan-tahapan itu juga telah diwarnai oleh berbagai pertentangan dan konflik hingga formula otonomi khusus bagi Timtim hanya dapat diselesaikan melalui jajak pendapat sesuai kesepakatan antara Pemerintah RI dengan Pemerintah Portugal di bawah naungan Sekjen PBB pada 5 Mei 1999. Kredibilitas dan valitas perjanjian tersebut telah mempunyai program dan konsep yang jelas dan itu tidak perlu diragukan lagi. Materi atau substansinya telah dipersiapkan sebagai opsi terbaik, jalan tengah, titik temu dan rute menempuh kompromi bagi kepentingan dan haluan dasar yang selama ini dimiliki oleh kelompok pro-integrasi dan pro-kemerdekaan. Kepada para peserta pembekalan jurkan ia juga mengingatkan, otonomi khusus membawa "win-win solution" dimana tidak ada yang kalah dan menang, tidak ada pahlawan dan tidak ada pula pecundang. Atas dasar keyakinan itulah maka terletak di atas pundak rakyat tanggungjawab yang besar untuk merumuskan bersama strategi dan taktik yang tepat guna mewujudkan otonomi khusus sebagai target dan sasaran kita bersama. Strategi dan taktik tersebut hendaknya disusun, tidak semata-mata untuk mengeksploitasi kelemahan pihak lawan guna memojokkan, namun sebaliknya untuk membuktikan bahwa otonomi khusus adalah opsi yang terbaik untuk mempersatukan kita kembali guna bersama-sama merujuk masa depan Timtim. (U.Dli-PK 01/DLI-01/ND07/c/14:05/Tb06) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 12 Aug 1999 jam 09:56:31 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
