----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Stockholm, 14 Agustus 1999

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

MUSLIM DALAM BELENGGU AKBAR DAN MEGA.
Ahmad Sudirman
Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA.


Untuk Ketua PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua GOLKAR Akbar
Tanjung.

Ketika membaca petikan berita yang sampai kepada saya "Silaturahmi Badan
Kontak Alumni HMI-GMNI" di ballroom Hotel Indonesia, Jl.Thamrin, Jakarta
Pusat, Kamis (12/8/1999) yang (dihadiri oleh Megawati dan Akbar Tanjung)
dan berakhir pukul 22.15 WIB (dimana) sesepuh Himpunan Mahasiswa Islam
(HMI), Prof.Dahlan Ranuwihardjo menyatakan, yang akan memimpin kita
nanti adalah partai yang memenangkan Pemilu. Alangkah idealnya jika
partai-partai besar duduk bersama di bawah pemerintahan Megawati. Lantas
kalau Megawati Presiden, siapa wakilnya? Yang menjadi orang kedua atau
Wapresnya adalah partai yang berada di posisi kedua. Yaitu Golkar dengan
diwakili ketua umumnya, Akbar Tanjung (detikcom, 12 Agustus 1999).

Sehabis membaca sebagian petikan berita tersebut, lahirlah tulisan ini
yang saya beri judul "Muslim dalam belenggu Akbar dan Mega".

Memang antara Akbar Tanjung dan Megawati Soekarnoputri adalah keduanya
ada kesamaan yaitu, keduanya adalah muslim dan keduanya adalah tetap
mempertahankan UUD 1945 yang sekuler dengan pancasilanya serta keduanya
adalah ketua umum partai politik yang sekuler yang memisahkan agama dari
negara atau lebih jelasnya yang memisahkan Islam dari negara.

Nah, kalau memang benar apa yang dimaksudkan oleh sesepuh Himpunan
Mahasiswa Islam (HMI), Prof.Dahlan Ranuwihardjo bahwa yang akan memimpin
Indonesia nanti adalah Ketua partai yang memenangkan pemilu yaitu
Megawati dan wakilnya adalah Ketua GOLKAR Akbar Tanjung, maka untuk
kesekian kalinya betul-betul kaum muslimin Indonesia telah dibelenggu
oleh Megawati dan Akbar melalui PDI Perjuangan dan GOLKAR-nya.

Saya sebagai seorang muslim melihat, membaca dan memikirkan keadaan umat
Islam Indonesia sekarang ini memang telah dibelenggu oleh partai-partai
sekuler yang dipelopori oleh PDI Perjuangan dan GOLKAR atau dengan kata
lain telah dibelenggu oleh Megawati dan Akbar Tanjung.

Tulisan ini merupakan suatu usaha untuk saling nasehat menasehati antar
sesama muslim. Dimana saya tidak ingin melihat, membaca dan memikirkan
lima tahun mendatang lahir kejadian yang menyangkut "Indonesia kembali
hancur akibat ulah Megawati yang muslim dengan dukungan penuh Akbar yang
juga muslim".

Sebagaimana kejadian sekarang yang telah dilakukan oleh Presiden
Habibie. Dimana Presiden Habibie disebut-sebut oleh sebagian orang
sebagai lambang Islam, padahal tidak ada dalam pikiran Presiden Habibie
usaha untuk menerapkan, melaksanakan dan menjadikan hukum-hukum Islam
secara menyeluruh di Daulah Indonesia. Yang ada adalah penerapan dan
pelaksanaan hukum-hukum yang berlandaskan Pancasila dengan UUD 1945-nya
yang sekuler, lemah, semu dan kabur.

Jadi disini, yang salah bukan Islam yang dianut oleh Habibie, tetapi
yang salah adalah Pancasila dengan UUD 1945 serta hukum-hukumnya yang
lemah, semu dan kabur. Jadi yang harus kena hukuman pertama adalah
Habibie yang kebetulan muslim yang telah disumpah untuk menerapkan,
melaksanakan dan mempertahankan Pancasila dan UUD 1945 di Daulah
Pancasila yang sekuler. Kedua, adalah sumber hukumnya yaitu Pancasila
dan UUD 1945. Ketiga, adalah hukum-hukum yang dihasilkan oleh Pancasila
yang lemah dan kabur. Keempat, adalah sangsinya lemah.

Nah sekarang, siapapun yang dari kalangan muslim yang menjadi pemimpin
di Daulah Pancasila dengan UUD 1945-nya yang sekuler, selama hukum-hukum
Islam tidak diterapkan secara menyeluruh dan usaha untuk membangun
kembali Daulah Islam Rasulullah tidak dilaksanakan, maka selama itu
pemimpin muslim tersebut akan membawa rakyat di Daulah Pancasila dengan
UUD 1945 ketempat yang menimbulkan fatamorgana.

Inilah tanggapan saya untuk Ketua PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri
dan Ketua GOLKAR Akbar Tanjung.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 14 Aug 1999 jam 16:45:34 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke