---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- KOLOM SUPANGKAT: 54 TAHUN MERDEKA: PENINDASAN, PEMBANTAIAN MASSAL, KEBANKRUTAN Limapuluh empat tahun kemerdekaan Indonesia ditaburi dengan tonggak: peninda- san, pembantaian massal dan kebangkrutan ekonomi negara dan rakyat sekaligus. Namun berapa dari lk 200 juta kita yang mau mengakui kenyataan historis ini? Presiden Habibie sebagai pemimpin Golkar dalam pidatonya malah "ngibul" dan sebagai kepala negara/pemerintahan nekad mengatakan bahwa perekonomian kita sudah membaik sementara rejimnya digempur karena KKN mulai dari JPS dan dana perbankan yang telah diselewengkan, lk 40 juta tetap melarat, puluhan juta lainnya tetap dicekam pengangguran, lk 10 juta dilanda busunglapar. Perekonomian masih belum bisa di "jumpstart" karena tidak ada kapital se- dangkan kalaupun ada kapital, sarana penyaluran kepada bisnis tetap ambura- dul karena perbankan yang masih mengidapkan penyakit mismanagement dan KKN. Kita sudah tidak bisa dikibulin lagi, namun Habibie terus saja ngibul karena mau mempertahankan kekuasaannya yang sudah terkutuk itu tidak perduli kenyataan dahsyat yang dihadapi negara dan rakyatnya dewasa ini. Sesudah situasi politik dan ekonomi dalam negeri jeblok, politik luar negeripun jeblok karena masalah Timtim dan Aceh bahkan Ambon yang memburuk walau- pun dalam sorotan internasional umumnya dan PBB khususnya. Bangsa Indonesia masih dicekam ketakutan, kecemasan, karena todongan sen- jata ABRI dalam segala macam bentuk jaman refomasi ini tidak pernah berkurang. Quo Vadis Indonesia? Adakah cahaya di ujung terowongan gelap ini? ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 16 Aug 1999 jam 13:14:21 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
