----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Akhirnya saya terjebak omongan sendiri. Padahal saya sudah berusaha
menghindari tema-tema agama dalam menulis. Tadinya saya pengen pasif
dan pensiun temporary dari menulis .Tapi lantaran serangan dari kubu
Islam ektrim dan kubu muslim fundamentalis di milis-milis Islam lumayan
banyak,dan setelah beberapa preman islamiyah dan pendekar arab mabok
kebanyakan nenggak UUD Madinah seperti Rasyidi dan Ahmad Sudirman menyentil
nyentil nama saya kembali, maka Proletar, sang sekuler yang
terusir dari milis Riksa dan di campakan dari milis Isnet turun ke lapangan
untuk bertarung mengadu kesaktian  kembali.

Tapi khusus yang sekarang ini, saya cuma mau melayani Sudirman.
Sebab Rasyidi terlalu mentah dan argumennya selalu lemah. Akibatnya
saya malas berpantun dengan preman Republika pemuja Islam dan
aktor XXX John Holmes ( I wish..mine is that big ) selain memaksakan kehendak
agar wanita muslimah berjilbab ( but he loves Asia Carrera too ).

Okelah langsung saja, dibawah ini tulisan Sudirman. Saya menjawabnya
selalu dalam kurung :

Jawaban terahir untuk saudara Asoka Bakani.

Tanggal 16 Agustus 1999 untuk yang ketiga kalinya Asoka Bakani yang
tinggal di [EMAIL PROTECTED] menyampaikan buah pikirannya yang diberi
subject 'Daulah Islam Rasulullah' dan langsung disampaikan kepada saya.
Ternyata setelah saya membaca isi buah pikiran Bakani tersebut, isinya
tidak lebih dan tidak kurang adalah jiplakan dan ulangan pikiran-pikiran
yang telah disampaikan oleh Hasan Basri alias Proletar yang berdomisili
di Springfiled, Missouri, USA, dengan tulisannya yang berjudul
'Orang-Orang Islam (96)' yang disebarluaskan pada tanggal 16 Mei 1999.
Dimana hasil buah pikiran Hasan Basri tersebut telah saya jawab dalam
tulisan "[990517] Menurut pikiran Hasan Basri menjadi seorang munafik
adalah lebih selamat dan aman, daripada menjadi seorang murtad".

( HB: Ini kebiasaan orang Islam fundamentalis. Mencap munafik dan
murtad pada orang yang berbeda dengan paham paham mainstream.
Jawabab Sudirman waktu itu juga sudah saya balas kembali, dan
tidak ada satupun argumen Sudriman yang cukup kuat yang bisa
mengubah pendirian saya bahwa Muhammad adalah algojo kejam,
biadab, tukang bunuh suami orang untuk mengawini jandanya.
bahwa Muhammad phedoplie,napsu sex kuat, tidak bisa dikritik,
tukang contek ajaran agama nasrani dan Yahudi. )

Nah, untuk Bakani yang telah menyatakan dirinya sebagai seorang "yang
kafir" (Asoka Bakani, 16 Agustus 1999) dan telah menjiplak pikiran Hasan
Basri serta disampaikan langsung kepada saya, juga telah disebarluaskan
kepada beberapa milis lainnya. Maka, sebelum saya menjawab
pikiran-pikiran hasil jiplakan tersebut, ada satu pesan dari saya untuk
saudara Bakani yaitu, tidak ada gunanya berdiskusi dengan saudara yang
tidak memiliki niat dan tujuan untuk mencari kebenaran dan keyaqinan
kepada Allah dan Rasul-Nya. Silahkan saudara jalan dijalan yang menurut
pikiran saudara baik. Siapa tahu kelak dengan izin Allah, saya
dijumpakan dan bertatap muka dengan saudara.

( HB: Bakani tidak menjiplak tulisan saya, yang dia tuliskan adalah fakta
mengenai sejarah Muhammad dan Islam,Anda tidak berhak mencap Bakani
sebagai orang yang tidak mencari keberanan. Ingat berpikir itu adalah
hak azazi manusia, menyangsikan sesuatu adalah proses berpikir yang
malah sebenarnya mesti dipelihara. Ini adalah awal metode berpikir
yang membuat manusia berbeda dari binatang. )

Dimana isi dari tanggapan dan pikiran Asoka Bakani tersebut saya
lampirkan sebagai berikut,


3. Muhammad memerintahkan pembunuhan gelap atas Ka`b ibnu'l Ashraf.

4. Muhammad meminta 20% atas hasil jarahan oleh pengikutnya untuk Allah
dan Muhammad, sisanya 80% untuk sang penjarah. Tentunya Allah tidak
membutuhkan apa-apa, maka Muhammadlah yang mendapat 20% tsb.  Mister
Twenty Percent. (Di sini, sebelumnya ada Madame Tien Percent).

5. Orang Yahudi di Khaiber yang kalah, diharuskan membayar setengah dari
hasil tanah mereka disamping pajak Jazyah (uang keamanan?).

Walaupun Muhammad pada umumnya selalu menolong orang miskin, janda dan
anak yatim, seharusnya kita juga mempertimbangkan apa yang dilakukannya
di atas. Saya rasa, Hitler dan Soeharto juga melakukan hal yang kurang
lebih sama. Karena itu, saya heran mengapa manusia seperti Muhammad
dianggap sebagai teladan bagi semua umatm manusia? Tolong supaya ada
yang menjelaskan ke saya yang kafir ini. Jika anda percaya bahwa Qur'an
itu dari Allah, dan anda tidak mau menjelaskan ke saya, maka anda akan
dilaknati oleh Allah dan oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati
sesuai dengan Al Baqarah 159. Demikian juga laknatlah anda jika anda
menyembunyikan kejahatan Muhammad seperti yang tertulis di Hadis dan
mengubah terjemahan Qur'an serta menyembunyikannya" (Asoka Bakani, 16
Agustus 1999).

( Pertanyaan Bakani memang rada mirip mirip dengan pertanyaan saya  di
tulisan  yang lalu. Tapi saya merasa referensinya lebih baik dan
gaya penulisannya sangat santun.Orang seperti dia mestinya jangan anda
hujat dan campakan sedemikian biadab. Karena orang seperti Bakani
justru berbakat untuk mereformasi Islam dari kekurangan dan kemunduran.)


Baiklah Asoka Bakani. Saya akan jawab sama seperti apa yang telah saya
jawab kepada Hasan Basri pada tanggal 17 Mei 1999 yang lalu.

1. Kejadian ini pada tahun ke 2 hijrah, dimana timbul dua orang penyair,
yang pertama Abu 'Afak (golongan Yahudi) yang menulis syair-syair yang
isinya menghasut masyarakat untuk melawan Islam. Dimana ia menulis
ayat-ayat untuk menghina Islam. Ia dieksekusi oleh Salim bin 'Umair.
Lalu penyair 'Ashma binti Marwan dari suku Aus bangsa Madinah. Dimana ia
pun menulis satire-satire yang mengecam Islam dan Muhammad. Ia
dieksekusi oleh 'Umar bin 'Auf (Ibnu Sa'd, Ath-Thabaqat al-Kubra).
Kemudian pada tahun ke 3 hijrah, Ka'b bin Asyraf seorang penyair
menyusun-soneta-soneta yang cabul. Setelah diperingati berkali-kali, ia
tidak juga berhenti menulis cerita-cerita yang penuh birahinya itu,
bahkan menentang secara terbuka terhadap Islam dan Rasulullah serta kaum
muslimin, maka ia dieksekusi oleh satu team yang terdiri dari lima
orang, Muhammad bin Maslama, Abu Na'ilah Silkam bin Salamah, Harits bin
Aus, 'Ubbad bin Basyr dan Abu 'Abs bin Jabar. Terakhir Abu Rafi' Sallam
bin Abil Huqaiq (pemimpin Yahudi di Khaibar) dieksekusi pada tahun ke 5
hijrah, karena bersekongkol dengan pihak musuh ketika terjadi perang
Khandaq (parit) atau perang Ahzab (sekutu) pada tahun ke 5 hijrah.
(Majid 'Ali Khan, Muhammad The Final Messenger, 1980).

( HB:Jawaban Sudirman malah membenarkan kegalauan hati Bakani.
Bahwa Islam adalah agama darah yang biadab. Mengritik Islam dan
Muhammad hukumannya adalah mati. Well kita memang harus mengerti
Muhammad itu diktator, dia persis dengan Musolini dan Stalin atau
Suharto yang akan membunuh siapa lawan yang dianggap berbahaya.
Bila sang rasul ini hidup jaman sekarang di Indonesia, bayangkan...
betapa banyaknya kepala yang putus lantaran orang mencoba beroposisi
dan mengkritik..dan jangan lupa redaktur majalah Popular dan Matra
juga di hukum mati lantaran menaruh gambar gambar cabul....)

2. Rasulullah dan kaum muslimin tidak memenggal kepala-kepala tawanan
orang Yahudi (Bani Quraizhah) di Madinah. Kejadian ini adalah pada tahun
ke 5 hijrah setelah perang Khandaq (Ahzab). Bani Quraizhah adalah yang
ikut menandatangani pakta perjanjian damai dengan Rasulullah pada tahun
pertama hijrah. Tetapi ketika terjadi perang Khandaq (parit) atau perang
Ahzab (sekutu) pada tahun ke 5 hijrah, Bani Quraizhah memutuskan
perjanjian damai secara sepihak dan membelot memihak kaum bersekutu
(kaum Quraish, Bani Fazara, Bani Murrah, Bani Sulaim) dan ikut mengepung
kaum muslimin. Setelah selesai perang Khandaq (parit) atau perang Ahzab
(sekutu), Rasulullah berserta pasukannya mengepung benteng pertahanan
Bani Quraizhah. Karena Bani Quraizhah merasa sudah tidak berdaya, mereka
mengajukan usul kepada Rasulullah untuk mengangkat Sa'd bin Mu'adz
pemimpin suku Aus sebagai penengah dan mereka siap menerima keputusan
apa saja yang akan dijatuhkan oleh Sa'd bin Mu'adz (waktu itu antara
suku Aus dan suku Quraizhah sangat erat hubungannya). Lalu Sa'd bin
Mu'adz memutuskan menurut Perjanjian Lama (Taurah), kitab suci orang
Yahudi. Keputusan ini menyatakan bahwa orang-orang yang menerjunkan diri
kedalam perang dipancung, kaum wanita dan anak-anak menjadi tawanan dan
harta milik harus disita. Walaupun putusan ini kelihatan kejam, tetapi
itulah yang bisa dilakukan bangsa Yahudi terhadap musuh-musuh mereka
(Ibnu Sa'd, Ath-Thabaqat al-Kubra).

( HB: Lihat bagaimana apologisnya si Sudirman ini. Sepertinya orang tua
ini tidak mengerti sejarah. Pertama tidak ada yang namanya perang Khandak.
Pengepungan Madinah oleh bani Qurais itu bukanlah perang sama sekali.
Itu cuma tawuran seperti perang anak STM Poncol lawan SMA 7.
Yang satu ngumpet dibalik parit dan benteng, yang satu lagi cuma bisa
lempar batu dan panah panahan. Kalau bani Qurais siap menyerbu,
kaum muslimin lemparin batu sampai mundur. begitu seterusnya selama berminggu
mingu.

Tahulah anda berapa banyak serdadu yang mati dalam " Perang Khandak"
itu? Seribu? Lima ratus? bukan....cuma satu...seorang kakek kakek Qurais
yang kalah di adu lawan seorang pendekar muslim.

Pembantaian bani Qurayzah adalah pembantaian tawanan perang yang
di setujui oleh Muhammad sebagai Pangti. Saad yang memang memutuskan agar
seluruh tawanan laki laki dipancung, tapi itu atas izin  Muhammad.
Para wanita dan anak anak sisa dijadikan budak dan objek sex. Muhammad
dalam sejarahnya berkali kali mengawini janda pembantaian..saya ingin
tanya, apakah pantas nabi yang di utus Tuhan berbuat keji dan keparat
seperti ini ? Dan masihkah kita mencoba membenarkan perbuatan laknat
ini karena kita islam? kita muslim?  )



Cerita palsu tentang Rehana, seorang tawanan perang. Dalam kasus Rehana
ini ada beberapa cerita palsu. Pertama, Hafidz Ibnu Mandah, mengatakan
bahwa Rehana, seorang wanita tawanan perang, dimerdekakan lalu ia
kembali kepada keluarganya dan tinggal disana didalam pingitan. Kedua,
menurut beberapa sejarawan, ketika Rehana jatuh ke tangan Rasulullah, ia
ditawarkan untuk dimerdekakan lalu menikah dengannya, tetapi wanita ini
lebih suka hidup sebagai buadk. Tetapi kemudian ia masuk Islam. Ketiga,
Rasulullah menikahinya setelah Rehana masuk Islam. Ia tetap menjadi
istri Rasulullah sampai wafatnya sepulang Rasulullah dari Haji Wada'
(Ibnu Sa'd, Ath-Thabaqat al-Kubra).

( HB: Rehana ( Rahyana) adalah budak . Kalau ada alasan Muhammad
ingin memerdekakan dengan budak dengan jalan mengawini ini adalah alasan
yang hipokrit. Sebab sebelum rehana menjadi budak dia adalah orang bebas.
Ketika muslim melibas sukunya, membantai para prianya, Rahana dijadikan
budak. Jadi dari sini kita lihat bahwa Islam justru menghalalkan perbudakan.
( Alasan Muhammad mengawini Rahana jelas karena...sex )

3. Sudah dijawab dalam jawaban nomor 1 diatas.

4. Tidak ada istilah jarahan dalam hukum Islam, yang ada adalah
'ghanimah' artinya harta yang didapat dari musuh dengan jalan
peperangan. Dimana pembagiannya telah ditetapkan oleh Allah "Ketahuilah,
sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang,
maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak
yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil..." (Al Anfal, 8: 41).

( HB: Ini kebohongan luar biasa. Kaum muslim di era Madinah
bukan cuma mendapatkan harta " Ghanimah" dari peperangan.
( berapa sih jumlah peperangan di jaman Madinah ? kan sedikit )
Tapi mereka melakukan pembajakan, perampokan pada rombongan kafilah pedagang
Qurais yang acap kali baru saja atau akan  melalukan transaksi jual beli
dengan pedagang di Syria ....Selain itu kaum Muslimin juga menekan
kaum Yahudi yang tinggal di Madina untuk membayar pajak ( pajak preman)
dan memaksa mereka untuk bekerja sama secara sepihak membantu Islam..)

5. Sudah dijawab dalam jawaban nomor 2 diatas.

Nah sekarang, kalau Asoka Bakani membaca jawaban-jawaban saya diatas
berdasarkan kepada 'Asyhadu alla ilaha ill-Allah, wa asyhadu anna
Muhammadar-Rasulullah' (aku bersaksi tidak ada tuhan selain Allah, dan
aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah). Maka dengan mudah dapat
memahaminya. Tetapi kalau hanya didasarkan kepada emosi dan sikap
negatif terhadap Islam, maka apapun jawaban yang disampaikan kepada
saudara yang menyangkut Islam dan Muhammad SAW, itu hanya merupakan
kata-kata saja.

( Muhammad perlu kita tuntasi dan telanjangi sejarahnya. Jangan
ada satu keraguanpun untuk mengatakan salah pada yang salah.
Muhammad bukan Tuhan, tidak seorangpun yang bisa menghentikan
kebenaran pada orang yang mau berpikir dan bertanya pada nuraninya sendiri
Untuk ini saya menyalami Bakani dengan tulus. Bung anda adalah
satu dari sekian orang yang mau membuka matanya dari kebutaan
fanatisme beragama... )

Karena saudara Bakani telah mengatakan diri sebagai seorang "yang kafir"
(Asoka Bakani, 16 Agustus 1999), maka saya tidak perlu panjang diskusi
dengan saudara. Silahkan saudara ikuti dan jalankan apa yang menurut
saudara baik.

Inilah jawaban terahir dari saya untuk Asoka Bakani.

( Sekali lagi, biarkan Bakani terus bertanya... dia punya talent dan
saya tidak merasakan unsur negative pada pertanyaannya...
Orang islam mestinya harus berani beragumen secara rasional
dengan meninggalkan tabu dan pemujaan yang berlebihan pada
para nabi dan rasulnya...bagaimana mau maju dan bisa berdemokrasi
jika belum apa apa kalian mencap dan mencampakan muslim seperti
saya dan Bakani.? )

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

( Anda terlalu sok..jika ingin berdebat sebaiknya keluar dari kandang
jangan maunya cuma di email email kaya orang penting saja..
ini kan cara cara pejabat orde baru yang maunya di sungkemi
seperti arca bego yang kurang kreatif )


Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

( Hanya kepada rasio saya beriman.. )

terimakasih.

( I dont have to thanks to anyone...)

Ahmad Sudirman

( Hasan Basri... Sekularis asli )

[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 19 Aug 1999 jam 00:34:24 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke