---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk Rp. 75 M UNTUK BUNGKAM DPR JAKARTA, SiaR (20/8/99). Habibie masih saja teguh pendiriannya untuk mencalonkan diri sebagai presiden walaupun skandal politik maupun ekonomi yang menyangkut dirinya sudah banyak terbongkar, ia masih saja melakukan sejumlah langkah "pengamanan" untuk menjadi presiden. Satu langkah investasi Habibie untuk naik lagi adalah dengan menyogok anggota DPR yang sekarang dengan uang pesangon sebesar Rp 75 milyar. Rencana Presiden BJ Habibie membagi-bagikan uang Rp 75 M itu tertuang jelas dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 47 Tahun 1999. Kepres itu memutuskan untuk memberikan uang Rp 150 juta kepada setiap anggota DPR. Dalam Kepres itu nyata-nyata uang milyaran tersebut diberikan sebagai penghargaan atas prestasi kerja Ketua, Wakil Ketua dan Anggota DPR periode 1997/2002 yang bertugas kurang dari lima tahun (berakhir pada tanggal 24 Agustus 1999). Dengan jumlah anggota DPR sebanyak 500 orang, berarti Habibie mengalokasikan dana Rp 75 milyar untuk maksud tersebut. Pemberian imbalan kepada anggota DPR ini dinilai oleh sejumlah kalangan sebagai sebuah ketidakwajaran. Sebab menurut mereka, pekerjaan anggota legislatif adalah pekerjaan politik sekaligus pengabdian. Kalau pun ada imbalan itu sudah sangat cukup dengan pemberian tanda kehormatan sebesar Rp 6,285 juta setiap bulan (sebelumnya Rp 5,1 juta). Resminya, alasan Habibie memberikan uang tersebut karena masa jabatan ketua, wakil ketua dan anggota DPR kurang dari lima tahundan telah menyelesaikan sejumlah undang-undang yang sejalan dengan kemauan IMF. Tapi sejumlah kalangan menilai, dana dari Habibie tersebut sebagai "investasi" untuk para anggota DPR. "Supaya anggota DPR bungkam terhadap skandal-skandal yang dilakukan Habibie dan kelompoknya. Dan menerima pertanggungjawaban presiden," kata sumber SiaR. Sumber ini menilai, titik awal menyukseskan Habibie menjadi presiden adalah jika pertanggungjawaban pemerintahnya bisa diterima dalam SU nanti. "Jika ringtangan terlewati, maka jalan selanjutnya akan mulus," tuturnya. *** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 20 Aug 1999 jam 17:03:09 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
