---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk SKENARIO PENGANGKATAN BUYUNG DARI KUNINGAN JAKARTA (SiaR, 24/8/99). Perseteruan ditubuh DPP Golkar antara Golkar hitam/Baramuli-Hariman cs. versus Golkar putih/Akbar-Marzuki cs. memasuki babak baru. Setelah soal upaya Baramuli cs. mendongkel Marzuki Darusman dari DPP Golkar lewat dukungan DPD, kini kubu Marzuki Darusman diduga keras membalas lewat membocorkan skenario rencana pengangkatan Adnan Buyung Nasution sebagai Jaksa Agung. Selain itu kubu Soeharto diduga juga berperan dalam upaya penjegalan Buyung menjadi Jagung. Informasi yang diperoleh SiaR menyebutkan bahwa skenario tentang Jaksa Agung itu telah beredar di kalangan wartawan sejak Senin (23/8). Konon berita itu merupakan hasil pertemuan jajaran pengurus elit Golkar di kediaman Habibie Patra Kuningan, malam sebelumnya (22/8). Menurut cerita yang beredar, setelah pertemuan itu salah seorang dari kubu Marzuki bercerita kepada wartawan ikhwal rencana penunjukkan Adnan Buyung Nasution sebagai Jaksa Agung. Tujuan penunjukannya sendiri untuk menaikkan pamor pemerintahan Habibie. Selain itu, dalam pertemuan yang berlangsung sejak pukul 19.00 WIB baru berakhir 00.05 WIB itu Habibie antara lain juga diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di masyarakat, sehubungan dengan kasus Bank Bali. Pada pertemuan itu hadir antara lain dua pihak yang berseteru di Golkar yaitu Ketua DPP Marzuki Darusman, Ketua Umum DPP Akbar Tanjung, Wakil Ketua Penasihat Golkar AA Baramuli dan Ketua DPP Marwah Daud. Di samping itu, hadir pula Menko Polkam Faisal Tanjung dan dan Mesesneg sekaligus Menteri Kehakiman Muladi, Ginandjar Kartasasmita dan Haryono Suyono. "Dalam pertemuan itu juga dibahas kemungkinan akan adanya pengangkatan Adnan Buyung sebagai Jaksa Agung menggantikan pak Ismujoko, karena beliau sebentar lagi akan memasuki masa pensiun," kata Marzuki, Senin (23/8). Beberapa sumber SiaR di DPP Golkar mengungkapkan, lontaran Marzuki tersebut konon membuat kubu Habibie-Baramuli kelabakan. Karena skenario penunjukkan itu sebenarnya belum boleh dilansir di media massa hingga awal September. Sumber ini menyebutkan rencananya skenario itu baru akan dilansir di media hari Rabu (25/08) esok. Namun dengan melansir lebih awal maka skenario tersebut menjadi berantakan. Diduga, Akbar-Marzuki menjadikan bocoran tersebut sebagai balasan atas manuver kubu Baramuli yang akan menggerogoti Golkar kubu Akbar lewat beredarnya surat edaran ke DPD Golkar minggu lalu. Pengungkapan itu juga dimaksudkan sebagai upaya memotong amunisi politik bagi kubu Habibie-Baramuli. Sementara itu, selain kubu-Marzuki, yang sangat berkepentingan dalam pengungkapan skenario itu adalah kubu Soeharto. Soeharto melalui Menteri Kehakiman Muladi ikut bermain dalam pemerintahan sekarang. Muladi yang sementara ini dekat dengan kubu Wiranto itu ditugaskan mengamankan mantan presiden Soeharto. "Sehingga dia khawatir saja bahwa jika Buyung yang jadi Jagung, maka Soeharto bisa diadili beneran. Muladi sudah bersiap menjadi Brutus dalam Rezim Habibie," ujar sumber SiaR di DPP. Sedangkan tersebar isu pada minggu lalu Muladi sering pulang-pergi ke Amerika, selama 3 jam untuk konsultasi masalah capres Golkar selain Habibie. *** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 24 Aug 1999 jam 18:25:30 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
