---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk TENTARA AKAN IKUT MAINKAN SU MPR JAKARTA, (SiaR, 25/8/99). Dugaan sebagian kalangan akan tampilnya militer dalam mengendalikan negara lagi telah terkonfirmasi. Pernyataan Kepala Staf Teritorial TNI Letjen Susilo Bambang Yudhoyono dalam sebuah acara di Jakarta, Selasa (24/8) telah mengindikasikan bahwa tentara kemungkinan besar akan mengambil alih kekuasaan bila SU MPR berakhir dead lock. "Andaikata presiden yang terpilih dalam Sidang Umum MPR nanti ditolak atau tidak diterima oleh rakyat, atau pemilihan presiden menemui jalan buntu (deadlock) sehingga terjadi kerusuhan dan kekacauan, langkah yang akan diambil oleh TNI pertama-tama adalah menghentikan kerusuhan, berupaya memulihkan keamanan dan ketertiban. TNI akan ambil bagian dalam upaya mencari pemecahan itu," kata Susilo B Yudhoyono. Dalam kesempatan itu Yudhoyono juga menyebut tiga skenario yang mungkin akan terjadi dalam Sidang Umum nanti. Pertama, tercipta kompromi dan konsensus politik soal pembagian kekuasaan (power sharing) yang diterima semua pihak, sebelum pemilihan presiden. Dalam sejarah, katanya, demokrasi ala Indonesia ini, dengan diskusi dan dialog antisipasi demi sebuah konsensus, telah dilaksanakan di masa lalu. Sebagai hasilnya, pemilihan presiden akan berjalan lancar. Skenario kedua adalah, sama sekali tidak ada konsensus, dan semua akan bergerak dan tertuju pada pemilihan presiden pada SU MPR. Dalam skenario ini, hasil SU bisa diterima oleh rakyat. Dan skenario terakhir, kata Yudhoyono, seperti yang kedua tetapi hasil pemilihan presiden tidak diterima oleh rakyat. Ini berarti negara dan bangsa bakal menghadapi situasi politik dan keamanan yang sulit pasca pemilihan presiden. Peringatan Yudhoyono tersebut ditanggapi beberapa kalangan sebagai sebuah sinyal kemungkinan tentara akan tetap mengambil peran utama dalam perpolitikan Indonesia ke depan. Di sisi lain, skenario ketiga tersebut kalaupun tidak terjadi secara wajar, kondisinya bisa diciptakan. "Saya khawatir, justru tentara bermain untuk merealisasikan skenario ketiga," kata sumber SiaR. Sumber ini menyebutkan, indikasi ke arah sana sebenarnya sudah dipersiapkan jauh hari oleh tentara. Pengajuan UU Keamanan dan Keselamatan Negara oleh Menhankam/Panglima TNI Jenderal Wiranto ke DPR, merupakan salah satu upaya peneguhan kemungkinan terjadinya skenario ketiga. "Dalam UU itu ada keleluasaan presiden dan tentara menyatakan keadaan darurat sebuah negara. Ini bahaya," kata Dadang Tri Sasongko, Wakil Ketua YLBHI kepada RCTI, Selasa malam (24/8). *** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 25 Aug 1999 jam 13:55:41 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
