---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk AKIBAT ULAH ROY, MEGA DALAM POSISI DILEMATIS JAKARTA, (SiaR, 18/9/99). Akibat ulah Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Roy BB Janis yang mem-fait accompli dirinya dalam pemilihan Ketua DPRD Jakarta, maka Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berada dalam posisi yang dilematis. Mega diperhadapkan pada dua pilihan yang sama-sama tak mengenakkan. Hal ini ditegaskan, tokoh PDI Perjuangan Aberson Marle Sihaloho, Jum'at (17/9) ini sehubungan makin merebaknya suara-suara protes dari warga dan simpatisan PDI Perjuangan akibat kekalahan PDI Perjuangan dalam pemilihan Ketua DPRD Jakarta beberapa waktu lalu. Menurut Aberson, desakan arus bawah, agar Mega menjelaskan ke khalayak pendukungnya tentang kebenaran instruksi dirinya melalui Roy, agar anggota Fraksi PDI Perjuangan memberikan suaranya kepada calon ketua dari Fraksi TNI-Polri Mayjen TNI Eddy Waluyo, membuat posisi Mega justru semakin sulit, dan dilematis. Jika Mega membenarkan apa yang diinstruksikan Roy kepada anggota fraksi, maka masyarakat akan mempertanyakan legitimasi moral pilihannya tersebut, mengingat keterpurukan TNI sekarang ini di mata rakyat. Rakyat, lanjut Aberson, menganggap TNI-lah sebagai pelaku utama terjadinya berbagai pelanggaran hak asasi manusia di negeri ini. "Mengapa Mega mau bargain dan membangun kerjasama dengan TNI yang dianggap sebagai bagian dari elemen status quo, begitu kira-kira jalan pikiran rakyat banyak?" ujar Aberson. Aberson menilai, jika pilihan ini yang diambil Mega, maka kredibilitas Mega di mata rakyat akan merosot. Sementara itu, jika Mega menyatakan secara tegas, bahwa dirinya tidak pernah menginstruksikan seperti apa yang diucapkan Roy, melainkan tetap pada pendiriannya semula, yakni menginstruksikan ke-30 anggota fraksi untuk secara bulat mendukung Tarmidi Suharjo sebagai calon yang disetujui Mega, maka rakyat melihat, bahwa PDI Perjuangan sebagai tidak solid. "Dan implikasi lebih jauh, harus ada tindakan tegas dari DPP terhadap diri Roy. Bisa dibatalkan keputusan terpilihnya Roy sebagai caleg jadi DPR pusat dari daerah pemilihan Jakarta, atau sanksi organisasi lainnya," kata Aberson yang pernah diadili karena dituduh menghina mantan Presiden Soeharto. Akibat kasus kekalahan calon PDI Perjuangan di dalam pemilihan ketua DPRD Jakarta itu, sekarang ini hampir semua jajaran pengurus DPP PDI Perjuangan mengambil sikap diam seribu bahasa, apabila disodorkan pertanyaan tentang hal itu oleh para wartawan. Menurut pengamat politik UI Prof Dr Budhyatna, sikap diam yang diambil para elite partai kepala banteng itu, justru semakin menunjukkan adanya konspirasi antara oknum-oknum elit tertentu di tubuh partai dengan pihak TNI, yang sebenarnya tak disetujui oleh pengurus lainnya. "Mereka lebih baik diam, daripada makin memperlihatkan ketidak-solitannya partai tersebut," katanya.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 20 Sep 1999 jam 10:44:34 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
