---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk WARTAWAN FINANCIAL TIMES TEWAS DITEMBAK DILI, (MateBEAN, 22/9/99). Wartawan Harian Financial Times, Sander Thoenes ditemukan tewas di Becora, Dili, Rabu (22/9). Sander yang berkebangsaan Belanda itu pada Selasa (21/9) lalu diberitakan hilang ketika melakukan tugas jurnalistiknya untuk Financial Times di Becora. Financial Times adalah salah satu harian bisnis dan ekonomi yang sangat berpengaruh di Inggris. Berikut kesaksian dari Florindo Araujo, yang mengantar Sander untuk tugas liputan di Becora, sebelum Sander dinyatakan hilang: "Selasa (21/9) saya diminta Sander mengantarnya keliling Dili untuk meliput. Sepertinya biasanya dia akan membayar saya. Sekitar pukul 10.00 Wita kami keluar dari Hotel Tourismo dengan motor. Dia meminta saya mengantarnya ke daerah Kuluhun dan Becora, karena dia ingin meliput di kedua daerah itu. Ketika kami melintasi Kuluhun, keadaannya sangat aman, sehingga saya tidak merasa takut. Setelah itu kami terus meluncur ke Becora. Ketika kami memasuki Becora kami tidak melihat apa-apa, sehingga kami berjalan dengan santai sesekali Sander bertanya tentang pengalaman saya serta keadaan Dili. Setelah melewati Koramil Dili Timur, tak terduga tiba-tiba muncul sekelompok orang yang memakai pakaian doreng TNI, berjumlah sekitar sepuluh orang dengan membawa senjata api. Saya tidak melihat ada senjata rakitan. Pada saat kami mendekati mereka, saya terkejut karena mereka adalah milisi dan beberapa anggota TNI. Mereka menghentikan kami dengan mengarahkan senjata ke kami, namun Sander meminta saya supaya jangan berhenti dan dia meminta saya lebih kencang lagi motornya, namun pada saat saya akan memutarbalik motor ke arah Kota Dili, tiba-tiba kami ditembaki. Namun karena saya mengendari motor zig-zag, sehingga tembakan pertama tidak kena. Pada tembakan kedua peluru persis kena di ban motor sehingga saya dan Sander jatuh. Pada saat kami jatuh saya bangun dan lari ke semak-semak, sehingga saya Selamat. Saya tidak memperhatikan Sander lagi, apakah pada saat jatuh dia juga bangun dan lari saya tidak tahu. Selang satu menit kemudian saya dengar lagi tiga kali tembakan, tapi saya tidak tahu apakah tembakan itu diarahkan kepada Sander atau tembakan peringatan, saya tidak tahu karena saya tidak melihatnya. Namun di dalam semak-semak itu saya mendengar para milisi itu terus mengejar kami. Ada milisi yang bilang, "Bunuh saja, kalau ketemu". Dan sejak kejadian itu saya tidak bertemu lagi Sander, hingga Selasa (21/9) sekitar pukul 14.00 Wita, ada pengumuman bahwa tiga wartawan asing hilang. Namun pada pukul 15.00 Wita ada berita lagi bahwa dua wartawan sudah ditemukan dalam keadaan selamat, sedangkan satu lagi ditemukan di Becora dalam keadaan sudah menjadi mayat. Dan ketika itu saya yakin betul bahwa itu adalah Sander. Karena pada saat kami ke Becora itu tidak ada lagi wartawan asing yang melintasi di Becora selain Sander." Terbunuhnya Sander merupakan pembunuhan ketujuh terhadap wartawan asing di Timor Timur sejak penyerbuan Balibo, Oktober 1975 oleh pasukan Indonesia. Lima wartawan asing yang bekerja untuk media Australia tewas di Balibo ketika pasukan komando Indonesia yang dipimpin perwira Indonesia, Mayor Yunus Yosfiah, membunuh lima wartawan itu. Satu lagi, Roger East, seorang wartawan Asutralian lainnya, tewas pada 7 Desember 1975, ketika pasukan gabungan Indonesia menyerbu Dili, Ibukota Timor Timur. *** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 22 Sep 1999 jam 19:24:19 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
