---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Stockholm, 30 September 1999 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. PERSATUAN UMMAT DENGAN MENGHORMATI AGAMA LAIN Ahmad Sudirman XaarJet Stockholm - SWEDIA. Tanggapan untuk Saudara Robert Adolf. Saudara Robert Adolf yang selalu aktif memberikan tanggapan terhadap tulisan-tulisan saya, pada tanggal 28 September, kembali mengirimkan hasil buah pikirannya yang diberi judul "Mencemaskan Negara Berbasis Agama". Dibawah ini saya lampirkan tanggapan saya terhadap hasil buah pikiran saudara Robert. PIKIRAN Robert: Perkenankan saya kembali berdiskusi dengan Pak Ahmad dalam kerangka dialog antar agama. Dalam hal ini adalah agama Islam dan Kristen. Saya berharap dari diskusi ini ada peningkatan pengetahuan dan wawasan baik bagi saya, Pak Ahmad, maupun sidang pembaca lainnya. Terutama dalam mewujudkan pemikiran yang dewasa dan obyektif. Ada cita-cita dari orang/kelompok/pihak tertentu untuk membangun pemerintah (negara) atas dasar suatu agama. Tentu saja agama yang dianutnya. Adalah sesuatu yang wajar jika gagasan atau cita-cita tersebut mendapat dukungan maupun penolakan. Mereka yang mendukung mempunyai argumen sebagai berikut : 1. Keyakinan bahwa agamanya mendapat mandat dari Tuhan untuk memimpin dan membangun suatu negara. 2. Situasi dan konteks masyarakat sangat mendukung berdirinya negara tersebut. 3. Keyakinan bahwa agamanya adalah agama yang diberkati Tuhan. Sehingga jika pemerintah tersebut dibangun atas dasar agama saya maka Tuhan pasti memberkati. 4. dll PIKIRAN Ahmad: Selamat bertemu lagi saudara Robert. Tentu dalam dialog ini ada tujuannya, yaitu berusaha menjembatani jurang pemisah yang ada diantara anda dan saya atau dengan kata lain diantara penganut agama yang anda anut (Kristen) dan penganut agama yang saya anut (Islam). Nah, karena dialog untuk saat sekarang berkisar masalah pemerintahan dan kenegaraan yang berdasar agama, maka dalam dialog ini kita fokuskan kepada masalah tersebut saja. Sekarang, Islam melihat bahwa pemerintahan dan negara adalah merupakan suatu alat untuk dipakai menerapkan, melaksanakan dan mengawasi hukum-hukum, aturan-aturan yang telah ditetapkan Allah dalam firman-firman-Nya (Al Quran, bagi kaum muslimin) dan Rasul-Nya (sunnah-sunnah-nya, bagi kaum muslimin) secara menyeluruh sebagaimana yang telah dicontohkan dan dilaksanakan oleh Rasul-Nya (Muhammad saw). Membangun Daulah dan membentuk pemerintahan Islam bukan merupakan tujuan, yang menjadi tujuan adalah untuk beribadah, bertaqwa dengan mencari keridhaan Allah. Tentu saja untuk mendapatkan keridhaan Allah ini penganut Islam yang disebut dengan muslim harus mengikuti apa yang telah diperintahkan Allah dan dicontohkan Rasul-Nya. Salah satu yang telah dicontohkan Rasulullah saw adalah membangun negara dengan perangkat negaranya dalam upaya untuk dipakai sebagai alat penerapan, pelaksanaan dan pengawasan hukum-hukum, aturan-aturan secara menyeluruh yang telah ditetapkan Allah dalam firman-firman-Nya kepada seluruh ummat muslimin. Karena tanpa adanya negara dan perangkat negara adalah tidak mungkin menerapkan secara menyeluruh hukum-hukum, aturan-aturan yang telah ditetapkan Allah dalam firman-firman-Nya kepada semua ummat muslimin. Dengan telah adanya contoh Rasulullah saw (yang wajib dicontoh oleh ummatnya) dalam membangun negara dengan segala perangkat negaranya, maka merupakan kewajiban seluruh kaum muslimin untuk mencontoh apa yang telah dilakukan Rasulullah saw itu dalam rangka menerapkan, melaksanakan dan mengawasi secara menyeluruh hukum-hukum, aturan-aturan yang telah ditetapkan Allah dalam firman-firman-Nya. Jadi, dalam Islam tidak ada istilah mandat dari Tuhan untuk membangun negara, tetapi yang ada adalah kewajiban bagi setiap muslim untuk mencontoh Rasulullah saw dalam menerapkan, melaksanakan dan mengawasi hukum-hukum, aturan-aturan yang telah ditetapkan Allah dalam firman-firman-Nya secara menyeluruh kepada seluruh kaum muslimin melalui pembangunan negara dengan segala perangkatnya. PIKIRAN Robert: Jujur saja, ada kekhawatiran di antara penganut agama Kristen yang mencemaskan berdirinya negara yang berbasis agama tersebut. Argumen yang dikemukakan biasanya sebagai berikut : 1. bagaimana dengan Pancasila sebagai dasar negara. 2. Cemas dan takut terhadap sejumlah penghadangan atau penghambatan dalam menjalankan ibadanya. 3. dll Saya tidak berada di pihak yang pro ataupun kontra. Saya mencoba memaklumi adanya pemikiran atau cita-cita tersebut. Bagi saya semua agama yang ada di Indonesia ini mempunyai ajaran moral yang baik. Mengapa saya katakan baik, karena semua agama bersumber pada Tuhan. Moral yang baik itu bertitik tolak dari titah Tuhan. Meksipun pemahaman apa yang baik itu seringkai berbeda pada masing-masing agama. Sekalipun demikian ada kebenaran umum berdasarkan penafsiran masing-masing terhadap moral yang baik tersebut. Yang saya maksud antara lain : 1. Setiap agama akan mewujudkan kesejahteraan, ketenteraman, kedamaian, bagi segenap umat manusia. 2. Agama tidak pernah mengajarkan sikap arogan, brutal, kekerasan yang menimbulan sejumlah ketakutan dan kecemasan. 3. Agama mengakui adanya keseteraan, kesederajatan, diantara sesama manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan. 4. Agama menolak adanya diskriminasi, pemihakan, yang menimbulkan rasa tidak adil atas dasar suku, ras, keturunan, kondisi fisik, gender. 5. dll. Berdasarkan pemahaman tersebut, mungkin perlu juga direnungkan seandainya mereka yang hendak membangun negara atas dasar agama menyatakan sanggup dan mau berkomitmen mewujudkan prinsip moral tersebut. Jika benar-benar sanggup saya kira tidak perlu dipersoalkan lagi. Kalaupun ada penolakan, hendaknya penolakan tersebut bukan karena kurang sreg, kurang suka terhadap agama tertentu. Dengan kata lain, penolakan tersebut jangan dibangun atas dasar sikap fanatik yang saya itilahkan "fanatis hitam". PIKIRAN Ahmad: Jelas, ada 5 dasar yang utama yang dipakai sebagai dasar pembangunan Negara Islam. Pertama amanah, kedua keadilan, ketiga akidah Islam (ta'at kepada Allah dan Rasul), keempat ulil amri dan kelima mengembalikan segala persoalan kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnah Nabi). (sumber: An Nisaa, 58-59). Jadi dengan adanya amanah (untuk seluruh rakyat), adil (untuk seluruh rakyat), ta'at kepada Allah dan Rasul (bagi kaum muslimin), wakil rakyat (ulil amri, bagi seluruh rakyat) dan mendasarkan segala persoalan kepada Al Quran dan sunnah (bagi kaum muslimin) merupakan dasar yang utama dan umum bagi berdirinya kembali Negara Islam. "Wujudnya kesejahteraan, ketenteraman, kedamaian, bagi segenap umat manusia" adalah karena adanya keadilan. "Sikap arogan, brutal, kekerasan yang menimbulan sejumlah ketakutan dan kecemasan" lahir karena tidak adanya amanah dan tidak adanya keadilan. "Keseteraan, kesederajatan, diantara sesama manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan" tercipta dengan diterapkannya keadilan yang sesungguhnya. "Adanya diskriminasi, pemihakan, yang menimbulkan rasa tidak adil atas dasar suku, ras, keturunan, kondisi fisik, gender" karena telah hilangnya amanah untuk seluruh rakyat dan hilangnya keadilan untuk segenap warga. Adapun tentang pancasila. Kalau masih ada yang yaqin dan percaya kepada pancasila, silahkan teruskan dan jalankan. Islam tidaklah memaksakan kepada orang yang percaya kepada pancasila untuk meninggalkan kepercayaannya. PIKIRAN Robert: Agama Kristen mengenal istilah "Iman dan Perbuatan". Iman menyangkut hubungan pribadi dengan Tuhan (dimensi individu). Dalam konteks iman kami percaya Keilahian Yesus Kristus. Namun hubungan pribadi tersebut perlu juga dinyatakan dalam bentuk perbuatan. Apa yang kita lakukan dalam kehidupan bermasyarakat, dalam bergaul, dalam berinteraksi, hendaknya untuk menyatakan kemuliaan Allah. Hendaknya itu dijiwai oleh Kasih Yesus Kristus. Ini menyangkut dimensi sosial. Bertolak dari pemahaman teologis inilah saya memaklumi adanya cita-cita tersebut. Artinya, seandainya yang dipakai bukan agama saya, saya tidak melihat sebagai ancaman. Bukankah saya punya Tuhan yang berkuasa? Bukankah Tuhan yang saya dan umat Kristen dan umat lain sembah adalah Tuhan yang mampu bertindak apa saja menurut kehendakNya? Bukankah rencana Tuhan tidak dapat digagalkan oleh setan atau iblis? PIKIRAN Ahmad: Masalah keimanan dan menjadi seseorang itu beriman hanyalah Allah yang berhak memberikan penilaian dan memberikan hikmah. Karena itulah dalam Islam tidak ada pemaksaan kepada seseorang yang berada diluar Islam untuk menjadi penganut Islam. Agama kamu untuk kamu agama bagi untuk kami. Ini berlaku baik dalam Negara Islam atau dalam masyarakat dibawah negara yang berdasar ideologi lain. Jadi, negara Islam bukanlah suatu alat untuk mengancam para penganut agama lain yang hidup dinegara Islam tersebut untuk meninggalkan agamanya dan dipaksa untuk masuk Islam. PIKIRAN Robert: Sejarah Islam dan Kristen dilalui dengan kekerasan, penghinaan, dan penistaan oleh mereka yang berhati iblis. Barat pernah atau mungkin masih menghambat perkembangan Islam. Demikian juga orang Kristen pernah dibantai oleh Kaisar Nero. Singkatnya, iblis atau setan pernah mencoba merusak ciptaan Tuhan yang disembah orang Islam dan Kristen. Apa yang terjadi sampai sekarang? Adakah agama Islam hancur oleh kekuatan setan? Adakah agama Kristen hilang dari peradaban bumi? Adakah usaha iblis atau setan merusak agama lain berhasil? dalam jangka pendek mungkin ya. Tapi sejarah membuktikan tidak untuk jangka panjang. PIKIRAN Ahmad: Jelas, selama dunai ini masih ada dan manusia masih hidup didalamya, selama itu iblis tetap ada. Permasalahannya sekarang adalah janganlah menjadikan iblis (yang dimaksud disini adalah perbuatan, sikap manusia yang seperti iblis) sebagai kawan apalagi pemimpin. Jadi dengan tetap kita memegang kuat kepada apa yang telah di firmankan Allah dan dicontohkan Rasul-Nya, maka selama itu iblis dan (manusia yang bersikap, bertindak, berkelakuan seperti iblis ) tidak akan mampu menghancurkan kita. PIKIRAN Robert: Bahwasanya pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik. Suatu rencana dan gagasan yang baik dan benar akan terlihat dari buahnya. Apapun yang terjadi di dunia ini bukan diluar pengetahuan Tuhan. Tuhan akan memberikan yang terbaik bagi umatnya. Terbaik menurut Dia, bukan semata-mata menurut manusia. Sayang saya bukan tokoh agama Kristen yang bisa menawarkan pemikiran ini. Namun mudah-mudahan pesan ini bisa ditangkap oleh mereka yang beragama Kristen atau agama lain, khususnya mereka yang merasa takut dan cemas akan berdirinya suatu negara yang berdasar suatu agama. PIKIRAN Ahmad: Memang benar "pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik" apabila tumbuh dan dikasih pupuk dengan pupuk yang baik dan tanah yang subur. Dimana tanah dan pupuk yang subur adalah mencerminkan apa yang telah digariskan oleh Allah dan dicontohkan oleh Rasul-Nya. PIKIRAN Robert: Akhirnya, saya percaya kalau gagasan membangun negara atas suatu agama adalah obyektif-murni sejalan dengan kehendak Tuhan, maka usaha tersebut pasti akan berhasil. Demikian pemikiran saya. Atas perhatian dan tanggapan Pak Ahmad saya ucapkan terima kasih. PIKIRAN Ahmad: Memang, tidaklah mungkin Allah akan menjerumuskan makhluk-Nya ke jurang kebinasaan, melainkan kita sendiri yang telah melalaikan dan mengabaikan serta tidak percaya dengan segala apa yang telah difirmankan-Nya dan apa yang telah dicontohkan Rasul-Nya, sehingga kita masuk tersungkur kedalam jurang kebinasaan. Inilah sedikit tanggapan saya untuk Saudara Robert Adolf. Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 30 Sep 1999 jam 12:02:05 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
