---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk Date: Thu, 30 Sep 1999 06:29:53 GMT Pernyataan Sikap Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Dwifungsi ABRI Kembali Memakan Korban Jiwa ! Gugurnya kembali bunga bangsa, Yusuf Rizal (Dewan Mahasiswa Universitas Lampung, dan juga sebagai kader Partai Rakyat Demokratik), merupakan wujud nyata dari pembunuhan sistematis yang dilakukan Dwifungsi ABRI terhadap kehidupan demokrasi di Indonesia. Korban mahasiswa dan rakyat yang gugur dalam perjuangannya menuntut Pencabutan Dwifungsi ABRI di seluruh daerah beberapa hari ini, merupakan rangkaian panjang dari sejarah kekerasan militer terhadap rakyat Indonesia. RUU Darurat Militer (Penanggulangan Keadaan Bahaya) yang dipaksakan untuk segera disahkan oleh militer, merupakan salah satu wujud dari Dwifungsi ABRI untuk tetap mempertahankan kepentingan militer dalam melakukan akumulasi modal di Indonesia. Dalam RUU Darurat Militer ini melarang Kaum Buruh untuk melakukan Pemogokan, melarang Kaum Tani untuk melakukan Aksi Penanaman Kembali, melarang mahasiswa dan rakyat untuk Demonstrasi ke jalan, dan setiap bentuk aktivitas rakyat yang mengganggu jalannya roda perekonomian. Semua bentuk pemasungan ini hanya untuk kepentingan ekonomi militer dengan dalih menjaga stabilitas ekonomi dan politik atau demi menjaga persatuan dan kesatuan. Melihat kondisi tersebut, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menuntut: 1. Cabut Dwifungsi ABRI dengan jalan: a. Membubarkan Institusi Militer Teritorial seperti Kodam, Korem, Kodim, Koramil hingga Babinsa. Institusi ini berfungsi sebagai alat pengawasan terhadap setiap aktivitas rakyat sehari-hari di setiap wilayah tempat tinggal. b. Membubarkan Badan Ekstra Yudisial seperti BAKIN, BIA, Bakorstanasda yang tidak dapat dijangkau oleh hukum sipil. Tidak ada jaminan keamanan dan hukum bagi masyarakat, karena sewaktu-waktu dapat diculik dan dibunuh, dianggap membahayakan bagi kepentingan militer. c. Mengganti pejabat-pejabat militer di setiap posisi dalam pemerintahan sipil, mulai dari Ketua RT, Gubernur sampai Menteri. Pemerintahan sipil hanya digunakan untuk kepentingan militer. d. Menghapuskan 38 jatah kursi bagi militer di DPR/MPR tanpa dipilih rakyat melalui Pemilu. Karena 38 wakil militer ini hanya menyuarakan kepentingannya sendiri, bukan kepentingan rakyat. e. Menyita aset-aset perekonomian rakyat yang dikuasai militer, seperti minyak bumi dan hasil alam lainnya. Karena hanya untuk kepentingan ekonomi militer dalam rangka pembelian senjata yang digunakan untuk membunuh aspirasi rakyat. 2. Tolak RUU Darurat Militer. 3. Tarik seluruh personil ABRI dari Timor-Timur dan Pengadilan bagi ABRI sebagai pelaku pembantaian di Timor-Timur dan daerah lain. 4. Kebebasan untuk menentukan nasib sendiri bagi Rakyat Maubere dengan menerima hasil jajak pendapat, serta Referendum untuk Rakyat Aceh dan Papua Barat. Serta menyerukan kepada seluruh Rakyat Indonesia untuk bersatu melawan setiap bentuk penindasan dan tidak terpancing dengan isu SARA dan politik adu domba yang dilakukan oleh militer. Rakyat Bersatu, Bangkit Melawan, Rebut Demokrasi, Tumbangkan Sang Penindas! Jakarta, 30 September 1999 Ketua, Mohammad Sofiyan Yang tergabung dalam LMND adalah : SMUR Aceh, FOBER Palembang, KMPPRL Lampung, FRASIS Lampung, KOMRAD Jakarta, KB-UI Jakarta, GMIP Bandung, FMD Bandung, KPMU Sumedang, SMS Semarang, KAPRI Purwokerto, KPRP Yogyakarta, SPPR Yogyakarta, ARMY Yogyakarta, DRMS Solo, SMPR Solo, SMPTA Solo, KPRT Jember, AbrI Surabaya, KMM Malang, FM-IST Palu, Fair Total Mataram, RMS Salatiga, Gema Semarang, FMM Menado Alamat: Gg. Waru 7 Rt 01/08, Lenteng Agung, Jakarta 12610 Telp : 021-7810426 E-mail: [EMAIL PROTECTED] ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 2 Oct 1999 jam 10:22:26 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
