---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk WIRANTO TAK SUKA PERS BARAT JAKARTA, (MateBEAN, 5/10/1999). Menteri Pertahanan Keamanan/Panglima TNI, Jenderal Wiranto, menuduh pers asing berusaha "mencoreng arang di kening Tentara Nasional Indonesia" melalui tindak kekerasan yang terjadi di Timor Timur. Tudingan itu dikemukakan Jenderal Wiranto sewaktu memberi keterangan di sela-sela 'gladi resik' parade militer Hari Ulang Tahun TNI 5-Oktober di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta. Kepada Suara Pembaruan, Jenderal Wiranto mengemukakan ia yakin, tidak seorang pun anggota TNI melakukan pelanggaran hak asasi manusia. Karena itulah, untuk meyakinkan hal itu, ia tidak berkeberatan dilakukannya pengusutan oleh Komnas HAM. Ihwal pengusutan PBB, Jenderal Wiranto berpendapat, PBB harus bekerjasama dengan Komnas HAM. Kebanggaan dan harga diri TNI sedang menjadi sasaran dan PBB harus mengikuti aturan main yang ada. Demikian Jenderal Wiranto. Menhankam/Panglima TNI juga membantah ada anggota Kopassus yang ditangkap bersama laskar milisi oleh pasukan keamanan internasional, Interfet, di Timor Timur. Sementara itu para pejabat Kedutaan Besar Australia di Jakarta mengambil langkah untuk memadamkan perang propaganda yang berkecamuk dalam media massa dan elektronik Indonesia. Kedutaan Besar lagi-lagi terpaksa menyangkal bahwa pasukan Australia di Timor Timur membakar orang sampai mati. Televisi dan koran Indonesia menuduh pasukan Australia membakar hidup-hidup seorang anggota milisi di Dili minggu lalu, dan paling sedikit satu suratkabar memberitakan bahwa sepuluh orang lain juga di bakar sampai mati, dan mayat-mayat mereka yang hangus ditemukan dalam sebuah truck di luar ibukota Timor Timur pada hari Rabu (29/9) pekan lalu. Duta Besar John McCarthy menyatakan, berita-berita demikian merupakan kampanye sengaja untuk mendiskreditkan tentara Australia. Kedutaan Besar mengeluarkan sangkalan minggu lalu, yang tidak disiarkan secara luas. Pihak Australia juga meminta agar media di Jakarta agar bersikap adil. Dari Viqueque dilaporkan bahwa sehari setelah pengumuman resmi Wiranto untuk menarik seluruh TNI dan Polri di Timtim, aparat gabungan telah menembak mati beberapa pemuda di Timtim. Penembakan itu dilatarbelakangi adanya pembelotan sejumlah anggota TNI dan Polri untuk bergabung dengan Falintil atau memilih merdeka. "Bahkan TNI juga membunuh seorang anggota Kodim yang bernama Serda Domingos dan serta seorang intel Kodim 1630/Viqueque," kata sumber MateBEAN. Menurut sumber itu beberapa pemuda juga tewas ketika terjadi penarikan TNI dan Polri dari Viqueque. Bahkan aparat keamanan dengan membabi buta mengarahkan senjata kepada setiap orang yang berjalan di jalan seraya melepaskan tembakan. *** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 5 Oct 1999 jam 09:42:48 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
