----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


LEMBAGA STUDI DAN ADVOKASI HAK ASASI MANUSIA (ELS-HAM)
INSTITUTE FOR HUMAN RIGHTS STUDIES AND ADVOCACY (IHRSTAD)
Jln. Kampus STTJ, Padang Bulan - Jayapura, IRIAN JAYA
Tel/Fax: 62-967-581600; email:
[EMAIL PROTECTED]
=====================================


RUSUH TIMIKA: KONFLIK HORISONTAL ANTARA MIGRAN DAN PAPUA PECAH


Report per September 30, 1999

Kota Timika di Papua Barat kembali dilanda kerusuhan munyusul sebuah
insiden di Pasar Timika sekitar pukul 15:00 WIT siang Kamis, 30 September
1999. Ada 5 orang di pihak migran (suku Bugis dan Makasar) dan 4 orang di
pihak Papua di laporkan telah menjadi korban, namun tak dirinci apakah
meninggal dunia atau hanya mengalami luka-luka.

Sementara itu pasar Timika yang umumnya dihuni oleh para pedagang asal Bugis
dan Makasar di laporkan telah dibakar massa yang mengamuk. Konflik
horisontal antar para migran dan penduduk asli Papua tersebut belum jelas
asal-muasalnya. Demikian dilaporkan Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme
(LEMASA) kepada ELS-HAM di Jayapura sore ini (30/9).

Laporan LEMASA per telepon pada pukul 19:10 kepada ELS-HAM bahwa situasi di
kota Timika semakin mencekam. Aparat keamanan (TNI dan Polisi) menguasai
kota tersebut, hampir tak ada kendaraan yang lalu lalang di jalanan.
Sementara massa migran dan Papua saling menjaga. Sejumlah tokoh LEMAsA
sedang berupaya untuk menenangkan massa Papua dengan mengumpulkan mereka di
halaman kantor LEMASA di Kelurahan Kwamki baru Timika.

Belum jelas apa yang melatarbelakngi penikaman oleh masyarakat migran
terhadap seorang pemuda asal suku Nduga di Pasar Timika. Tetapi diduga
penikaman itu dilakukan oleh masyarakat Bugis yang menghuni Pasar tersebut.
Korban di tikam di bagian perut kemudian diangkut oleh keluarga ke Rumah
Sakit Timika. Selain itu ada juga seorang pemuda asal suku Dani lainnya
yang berusia sekitar 28 tahun (belum jelas identitasnya) kena tusukan pada
bagian dadanya dan perut dan sedang dirawat di rumah sakit Freeport di Mile
38, Timika. Sementara seorang staff LEMASA, Leo Pogolamun di tembak pada
bagian punggung dan sedang dirawat di rumah sakit. Tak jelas nasib Leo
Pogolamun. Dalam keadaan rusuh itu pihak masyarakat juga melepaskan
tembakan anak panah ke arah seorang anggota Polisi yang mengenai mulut
korban (tak jelas meninggal atau hidup).

Sementara itu di pasar Timika disuluti api dan terbakar. Ada sekitar 3
buah warung makan milik pedagang Bugis Makasar di sekitar pasar tersebut
juga hangus terbakar, termasuk terminal bis dan taxi di dekat pasar
tersebut. Sebuah sepeda motor di dekat tempat kejadian juga tak lolos dari
sulutan api.

Insiden ini tentu saja mengundang reaksi dari aparat keamanan. Di
perkirakan ada sekitar 2000 personil TNI dan Polisi yang melengkapi diri
dengan 3 buah panser dan 5 buah kendaraan merk Kijang Panther munguasai
tempat kejadian. Mereka melakukan penembakan ke udara untuk memcoba
membubarkan massa, namun tak digubris. Para tenaga monitor dari LEMASA yang
mencoba menerobos untuk meliputi insiden tersebut dilarang oleh aparat.

LEMASA melaporkan pada pukul 19:00 WIT malam ini, (30/9) bahwa ketegangan
antara migran dan Papua masih tinggi. Sejumlah tokoh masyarakat LEMASA
sedang berupaya untuk menenangkan massa dengan mengupulkan mereka di kantor
LEMASA. ditengah hujan gerimis yang mengguyur kota Timika dan situasi yang
mencekam saat ini sedang terjadi tawar menawar atara masyarakat dan para
tokoh LEMASA. Laporan pukul 19.00 WIT dari LEMASA mengatakan bahwa pasukan
Brimob sedang mengepung warga masyarakat Papua yang lagi melakukan
perundingan ke arah perdamaian di halaman kantor LEMASA.

Pihak LEMASA mengkhawatirkan apabila masalah ini tak segera diselesaikan,
maka akan merambat menjadi konflik horisontal antara masyarakat sendiri dan
sulit dikembalikan, seperti yang telah terjadi di Timor-Timur, Maluku dan Sambas
Kalimantan.

Informasi dari pihak Kepolisian Sektor Mimika pada pukul 20:30 WIT korban
sementara terdiri dari 2 orang Papua di tusuk oleh migran,sedangkan 8 orang
di panah oleh masyarakat Papua. Dari 8 orang tersebut 5 orang korban
meninggal  dunia sedangkan 3 orang dalam keadaan kritis.

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 8 Oct 1999 jam 04:21:34 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke