---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk Komentar tentang Penghentian Kasus $oeharto ------------------------------------------- Tidak heran, Penyidikan akan kasus $oeharto dihentikan =85 Mendengar berita tentang akan diberlakukannya SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) terhadap kasus KKN yang dilakukan oleh Mantan Presiden Indonesia, $oeharto, mulai hari ini (Selasa, 12/10/99) oleh Pjs Jaksa Agung Ismudjoko, saya memang tidak heran dan bahkan sudah memprediksi sebelumnya =85 Mengapa ini bisa terjadi ? Karena selama Indonesia masih dalam pemerintahan transisi Habibie seperti sekarang ini --meski (konon) ia sudah berani menerima akan melaksanakan dan mempertanggungjawabkan Amanat Rakyat melalui Tap MPR tentang Pemeriksaan $oeharto--, namun apa yang dilakukannya selama ini terbukti hanya 'lips service' saja=20 Agar semakin jelas, masyarakat seharusnya masih selalu ingat akan kasus Rekaman Telepon Antara Habibie dan AM Ghalib (Jaksa Agung Non-aktif) sekitar bulan Maret 1999 lalu. Meski akhirnya tampak ada upaya untuk 'menutup' dan melupakan kasus tersebut, namun harus diingat bahwa keaslian suara Habibie dan Ghalib saat itu telah berhasil dibuktikan secara ilmiah keaslian suaranya menggunakan Software 'Audio Spectrum Analyzer', seperti juga yang digunakan untuk menguji keaslian suara Rekaman Rapat antara Barmuli, Setya Novanto, dkk dalam kasus Bank Bali baru-baru ini (Catatan : Data-data lengkap tersedia). Dalam rekaman telepon itu, setelah didatangi oleh Ahmad Tirtosudiro --alias Ketua DPA sekarang yang menggantikan AA Baramuli (!)-- Habibie menelpon Ghalib dan menanyakan soal pemeriksaan $oeharto dan kemudian ada percakapan sbb :=20 G [Suara Ghalib] : "Jadi begini ceritanya, jadi malam itu, kan saya sengaja bikin kamuflase, cari anu cari SAR itu helikopter. Saya pasang di atas kan. Jadi sebetulnya memang mereka suda tahu di sana. Tapi begini, itu begini juga Pak. Kita juga tidak boleh terlalu anu, nanti kalau tidak kita umumkan, salah kita Pak. Secara hukum kita seolah-olah menipu. Begitu Pak. Jadi nggak boleh kita diam-diam=85". H [Suara Habibie] : "Sudah dijelaskan ?" G : "Begini, beliau sangat khawatir. Saya bilang begini Pak, serahkan sama sayalah. Percayalah sajalah. Kayaknya, percaya sama saya, saya kan ini Sudah dapat tugas dari Bapak. Saya kan juga sudah mengerti apa tugas saya. Jadi anu lah=85 Jadi nggak usah terlalu worry. Akhirnya beliau mengerti. Jadi, akhirnya kita dapat mempercepat itu. Jadi tidak sampai sore. Kalau yang lain kan tujuh-delapan jam Pak, itu Bob Hasan delapan jam, tujuh jam..= " H: "Kalau Bapaknya berapa jam?" G: "Tiga jam lebih". H: "Ya, udah cukup=85." G: "Iya, tapi kan kalau cuma dua jam juga nanti orang, wah, sandiwara apa lagi nih =85" Jadi kesimpulannya, melihat transkrip rekaman di atas --seperti yang akhirnya diakui kebenarannya oleh Ghalib saat diskusi di Jakarta Lawyers Club pada hari Jum'at 24 Mei 1999-- maka Saya berkesimpulan selama pemerintahan masih ditangan Habibie, maka ia memang tidak akan mampu dan tidak akan berani untuk menuntaskan kasus $oeharto tersebut =85 =B7 11/10/99 =A9 RM Roy Suryo <[EMAIL PROTECTED]> / <[EMAIL PROTECTED]> \|||/=A0=A0=A0=A0=A0=A0=A0=A0=A0=A0=A0=A0=A0=A0=20 (. .)=A0=A0=A0=A0=A0=A0=A0=A0=A0=A0=A0=A0=A0=A0=20 *-------------ooO-(_)-Ooo------------* =A0=A0=A0=A0=A0=A0=A0=A0=A0=A0=A0=A0=A0 RM Roy Suryo <[EMAIL PROTECTED]> / <[EMAIL PROTECTED]> =A0=A0=A0=A0=A0=A0=A0=A0=A0=A0 Yogya - Indonesia *-------------oo0-----Ooo------------* CATATAN REDAKSI: Maaf surat pembaca ini terlambat kami muat. Redaksi SiaR ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 16 Oct 1999 jam 13:43:17 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
