---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk COSGROVE: "KAMI HARAP PIMPINAN MILISI BERSEDIA BERDIALOG" DILI, (MateBEAN, 19/10/99). Panglima Interfet Mayjen Peter Cosgrove dalam konferensi pers di Markas Interfet Hotel Tourismo, Sabtu lalu (16/10) mengatakan sampai saat ini pihaknya tetap membuka pintu bagi pimpinan Pasukan Pejuang Integrasi (PPI) untuk berdialog dalam ranga menyelesaikan masalah Timtim serta menyerahkan sepenuhnya urusan pelucutan senjata kepada Interfet untuk melucuti senjata dari pro integrasi dan Falintil. "Kami tetap menunggu respon dari pimpinan milisi untuk bersedia berdialog dengan kami serta menyerahkan semua masalah keamanan kepada Interfet. Interfet adalah pasukan PBB dan kami tidak akan memihak satu kelompok, tapi kami akan bersikap fair untuk melucuti senjata dari Falintil dan milisi. Ini merupakan bagian dari mandat yang kami terima dari DK PBB," kata Cosgrove kepada wartawan. Menurut Cosgrove untuk menciptakan situasi yang damai di Timtim kunci utamanya adalah terciptanya stabilitas keamanan yang kondusif, sehingga para pengungsi yang berada di luar Timtim dan yang masih di hutan bisa kembali untuk memulai hidup baru mereka. "Dalam dialog nanti Interfet akan menjamin bahwa milisi tidak akan diapa-apakan oleh kelompok pro kemerdekaan," katanya. Walaupun terjadi kontak senjata yang menewaskan tiga milisi di Maliana Sabtu (16/10) lalu, tapi Cosgrove kembali mengatakan bahwa hal itu bukan berarti milisi adalah musuh Interfet namun sebaliknya Interfet punya kewenangan untuk menjaga keamanan di Timtim dari gangguan manapun. "Kami tetap mengharapkan ada upaya untuk berdialog, dan mencari solusi penyelesaian masalah Timtim. Dan kami juga bertindak sesuai dengan standar internasional yang selama ini kami lakukan. Kami tidak pernah memihak satu pun kelompok di Timtim," ujarnya. Menurut Cosgrove pihaknya berharap agar milisi bersenjata dukungan militer Indonesia mulai sadar bahwa perang tidak akan mungkin menyelesaikan masalah, dan membawa dampak yang fatal kepada mereka. "Mereka harus sadar bahwa yang mereka hadapi adalah pasukan multinasional dengan keahlian masing-masing. Pintu tetap terbuka kalau mereka minta untuk bertemu saya selaku penanggungjawab Interfet di Timtim kapan pun saya bersedia untuk berdialog sama mereka," katanya. *** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 20 Oct 1999 jam 02:09:54 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
