----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

From: Arya Sadhana

October 21, 1999
Selamat Malam!
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh!

Dengan Hormat,
Melalui IndoNEWS ini saya mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk
"menutup mata" atas apa yang sedang terjadi di republik kita tercinta ini.
Baik itu krisis ekonomi, krisis politik, kelaparan, kehancuran budaya,
masalah narkotik, peperangan, kecurangan-kecurangan, korupsi, gagalnya
metoda pendidikan, atau apapun sajalah.

Rasanya sudah tidak ada gunanya kita "melek" terus-terusan cuma untuk
melihat betapa bodohnya bangsa ini. Setiap hari kita bangun pagi, dan yang
langsung tercium adalah aroma ketololan. Berangkat kerja, kuliah, atau
sekolah, maka akan kita dapatkan dengan segera bahwa kita ini berada di
tengah-tengah masyarakat yang menganut paham ideologi idiotisme. Lucunya,
kita semua menikmati ini. Mau bukti? Selama 32 tahun Suharto bercokol
(sekarang juga masih, sih..) dan mempermainkan kita semua. Salah siapa? Ya
salah kita semua! Kenapa dibiarkan? itu karena kita semua ini menderita
penyakit "Idiotis-Tebelmukalus". Dengan kata lain, itu kan idiotisme
namanya.

Sekarang bangsa kita dihina, dicerca, dibenci, dan dijauhi oleh bangsa lain
di bumi ini (termasuk juga bangsa hewan). Kita dianggap sebagai bangsa
penipu, tukang korup, pembunuh, pelanggar HAM, pemalsu fakta, penghancur
alam dan lingkungan, pembalik sejarah, pencoleng, penjarah, dan sebagainya.
Haruskah kita memaksakan diri "melihat" itu semua? Masalahnya, itu semua
memang benar adanya. Kurang atau lebihnya, definisi bangsa kita sekarang
adalah yang tersebut di atas itu tadi. Jadi, daripada kita "melek"
terus-terusan untuk menonton serangkaian pertunjukan Srimulat dengan lakon
"Gerakan Idiotisme Nasional" lebih baik kita semua "menutup mata" atas apa
yang sedang terjadi di negara kita ini. Betul nggak?

Mahasiswa dan rakyat capek panas-panasan berdemo ria. Kelaperan, bau
keringet, haus, kulit terbakar... tapi toh yang di demo "tutup mata" saja.
Malahan mereka yang berdemo terus difitnah macem-macem lalu ditembaki. Apa
gunanya kita terus-terusan begitu? Jadi, lebih baik kita "menutup mata"
sajalah.

Saya setuju dengan terpilihnya Abdurrahman Wahid sebagai presiden. Itu
menunjukkan bahwa bangsa ini sudah siap lahir-batin untuk "menutup mata".
Betul tidak?

Jadi, sekarang pilihannya ada dua:
1. Kita semua "menutup mata", dan berpura-pura seakan-akan memang tidak
pernah terjadi apa-apa. Maka semua lapisan masyarakat akan hidup dengan
"haha-hihi". Para anggota tetap "Orde Baru" (yang jelas-jelas Pro
Status-Quo, seperti Akbar Tanjung dan Baramulli) bisa "berhaha-hihi" lagi
dengan kaum politikus yang lain. Para anggota ABRI yang dulu menembaki,
menculik, menyiksa, dan membunuh, akan bisa "berhaha-hihi" lagi dengan
mahasiswa, kaum pro demokrasi, dan para penjunjung HAM. Dan terjadilah
"haha-hihi" yang penuh keganjilan disana-sini, tetapi bangsa ini akan
terlihat bahagia dan hepi-hepi saja. Ya nggak? Hahaha-hihihi

ATAU:

2. Jangan banyak omong! Ayo kita REVOLUSI! Bharata Yudha Jaya Binangun! Buat
orang yang berduit, tolong persenjatai rakyat yang anti Orde Baru dan
Status-Quo, supaya bisa perang beneran sama ABRI yang terus-terusan membela
kaum Orde Baru (Golkar maupun bukan) dan kaum Pro Status-Quo. Kita
bunuh-bunuhan saja sekalian. Biar krisis ini cepat selesai. Lupakanlah
berdemo terus-terusan, dan angkat senjata (kalo sudah ada...). Ayo Kita
Revolusi, dan cetuskan Perang Saudara! Nah, kalau ini, pasti bakalan banyak
yang bilang: "Perang hanya akan menyengsarakan rakyat!" Saya bilang:
"Alaaaa! Itukan cuma alesannya kaum yang kebanci-bancian aja..." Memangnya
dengan kondisi seperti ini akan dapat membahagiakan rakyat? Saya rasa rakyat
kecil merasa lebih memilih untuk perang beneran. Maka, sekali lagi, AYO
REVOLUSI!!! Habis perkara!

Terimakasih atas kesediaan anda membaca tulisan ini. Bila sudah, silahkan
mulai "tutup mata" anda, atau tolong sebarkan berita dan ajakan: "AYO
REVOLUSI!!!" demi kehidupan rakyat yang lebih baik!

Hormat Saya,
Arya A. Sadhana
(ini nama asli, lho... Utk nyenengin polisi, BIA, dan tukang sensor... Kali
aja punya niat untuk melacak saya... Kalo perlu KTP atau KTM, silahkan
hubungi saya di luar jam kerja. Supaya ngelacaknya lebih gampangan...
Hahaha-hihihi...)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 21 Oct 1999 jam 03:18:32 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke