---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk WARTAWAN ANTARA RANGKAP INTEL TODONG KRU SCTV DILI, (MateBEAN, 20/10/99). Penyusupan intel ke tubuh wartawan dikeluhkan sejumlah wartawan muda beberapa waktu yang lalu di Jakarta. Khususnya dalam hal pemberitaan Timor Timur, kehadiran intel Indonesia yang menyamar sebagai wartawan mengakibatkan terperosoknya hubungan baik Indonesia-Australia akibat propaganda perang yang mereka hasilkan. Celakanya lagi para intel itu menyamar sebagai wartawan dari LKBN Antara yang banyak dikutip media nasional. Berikut ini kami turunkan kronologi perampasan film milik jurukamera SCTV oleh seorang wartawan Antara yang terjadi di Dili, 8 September 1999 lalu. Protes yang diajukan kepada pihak Antara oleh korban ternyata tak mendapat tanggapan serius dari pimpinan Antara. =============================================== KRONOLOGI PENODONGAN JURUKAMERA & PERUSAKAN KASET SCTV DI DILI SENIN, 6 SEPTEMBER 1999: Reporter SCTV Alber Kuhon (AK) dan jurukamera Gunawan (Gun) meliput kebakaran di kediaman Uskup Belo di Dili. Sekitar pukul 12.00 Waktu Indonesia Tengah AK mencari lokasi telepon guna menyampaikan laporan langsung bagi Liputan Siang, sehingga terpisah dari Gun yang tetap berada di lokasi kebakaran. Sorenya kira-kira pukul 15.OO Witeng, sekitar rumah sewaan SCTV di Jalan 15 Oktober no 89 (Audian) mulai terbakar, sehingga AK yang kebetulan singgah menyelamatkan barang-barang dan kemudian membawanya ke Markas Polda. Senin malam, barulah AK bertemu kembali dengan Gun, yang ternyata sudab bergabung dengan rekan-rekan wartawan lain, ditampung oleh Kapten Tri Yoga (Dispen Kodam Udayana) di Perumahan Korem di kawasan Ertepang, Dili. Para wartawan yang ada di sana antara lain Jonar (Ka Biro Antara), Peter Tukan (Antara), Heri (Antara) Sam Nday (jurufoto AP), Edi (Media Indonesia), Paul Lande, Kristin (Kyodo), Jun Kamimura(Ka Biro Kyodo di Jkt). Fasilitas komunikasi disediakan di Mess Semeru. Sejak Senin malam itu, AK dan Gun ikut bermalam di Perumahan Korem. SENIN, 7 SEPTEMBER 1999: Rencana Panglima Komando Operasi Nusra, Mayjen Adam Damiri, memberi taklimat kepada wartawan tertunda. Siangnya, Kapten Tri Yoga mengajak para wartawan ke Markas Korem, tetapi tidak ada kegiatan penting sehingga kami semua pulang ke Mess Semeru. Di sana, para wartawan bertemu dengan Mardianto, wartawan Antara, yang berangkat dan Mess Semeru mengendarai sepeda motor bebek dan mengatakan kepada para wartawan bahwa dia akan membakar PAN. AK dan Gun masih juga meliput, terakhir di Mapolda Timtim sekitar pukul 18.00 Witeng. Sore itu semua telekomunikasi dari dan ke Timtim terputus. Malamnya, semua wartawan kembali bermalam di Perumahan Korem. SENIN, 8 SEPTEMBER 1999: Rabu pagi Kapten Tri Yoga menganjurkan agar semua wartawan bersiap-siap evakuasi atau kembali ke Jakarta. Alasannya, keadaan makin berbahaya, situasi yang diliput tak banyak berubah dan hari itu ada pesawat Hercules dan hari-hari berikutnya mungkin tidak ada lagi penerbangan Hercules. Kami setuju meninggalkan Dili dan tiket dll akan diurus oleh Kapten Tri Yoga melalui protokol Korem. Sekitar pukul 08.00 Witeng Kapten Tri Yoga bersama Kristin dan Jun Kamimura dari Kyodo pergi, bertemu dengan panglima. Di Perumahan Korem no. 22 tinggal AK, Gun dan Edi (reporter Media Indonesia). Tak lama datang Kapten Agus N, Kepala Penerangan Korem, dengan mobil dinasnya. Sekitar pukul 09.30 Witeng kami beritga, serta Yuli (keponakan Kapten Tri Yoga), diantar oleh anggota Korem yang berpakaian preman menggunakan kendaraan dinas Kapten Agus kemudian melihat-lihat situasi kota Dili buat terakhir kalinya sebelum kami tinggalkan. Gun merekam visualisasi mengenai situasi kebakaran di Audian, Kantor Berita Antara, Bengkel PU yang dijadikan penampungan mobil-mobil Unamet dll. Sementara itu Kapten Agus tinggal di Perumahan Korem no. 22, sekitar pukul 11.00 Witeng. Begitu mobil yang ditumpangi Albert Kuhon dan Gunawan berhenti, dari arah rumah keluar Mardianto, yang sehari-hari di kenal sebagai wartawan Antara dari Biro Dili. Dia berteriak-teriak minta kaset dan mengatakan bahwa Albert Kuhon dan Gunawan tidak boleh memberitakan apa-apa mengenai Timtim. Mereka berdua semua terkejut melihat kejadian itu. Kapten Agus dan Sertu Edyson serta anggota Korem yang mengemudikan mobil dinas Korem juga ada di tempat menyaksikan kejadian itu. Karena Albert dan Gunawan tidak cepat bereaksi terhadap permintaannya, Mardianto kemudian mencabut badik dari dompet pinggangnya, lalu menodongkannya pada Gun dan memaksa yang bersangkutan mengeluarkan kaset dari kamera SCTV. Mardianto kemudian menginjak-injak kaset tersebut sampi hancur. Masih tidak puas, Mardianto juga menggeledah isi tas tadi, serta menodongkan badiknya kepada Yuli yang dikiranya wartawan. Semua peristiwa itu terjadi dengan disaksikan Kapten Agus, yang sempat membisikkan bahwa Mardianto adalah petugas intel atau SGI. Lalu Mardianto juga mengobrak-abrik barang-barang Albert dan Gunawan, yang memang sudah disiapkan guna dibawa berangkat ke bandara Comoro. Komputer milik Jun Kamimura dari Kyodo diperiksanya, kemudian dilemparkannya keluar ruangan, bersama seluruh tas yang ada di sana. Ia mengerjakan semua itu sambil berteriak-teriak menyatakan teman-temannya dari kelompok milisi Aitarak juga sedang mencari-cari Albert dan Gunawan dan keselamatan mereka terancam. Dengan menumpang mobil dinas Kapten Agus, Albert, Gunawan dan Edi beserta barang-barang kemudian dilarikan ke Bandara Comoro dan didrop di sana. Sekitar satu jam kemudian baru Kapten Tri Yoga bersama Kristin, Jun Kamimura dan Yuli juga tiba di Comoro. Kira-kira pukul 15.00, pesawat Hercules yang membawa kami dan para pengungsi lainnya terbang dari Comoro, menuju Kupang, Denpasar dan kemudian Malang.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 21 Oct 1999 jam 03:55:38 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
