---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk ADOPSI BAYI TIMTIM, WARGA 'SERBU' TRANSITO KUPANG, (MateBEAN, 23/10/99). Ratusan warga kota Maumere, Jumat (10/9) dan Sabtu (11/9), 'menyerbu' kantor Transito milik Departemen Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan Kabupaten Sikka di Jalan El Tari, Kelurahan Madawat. Mereka bermaksud 'mengadopsi' bayi-bayi malang dari Timor Timur (Timtim) yang telah kehilangan orang tuanya untuk menjadi anak angkat. Bayi-bayi itu kini diinformasikan sedang dalam perjalanan dari Dili menuju Maumere. Kepala Perwakilan Departemen Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan Kabupaten Sikka, Frits Jacob Lino, ketika dikonfirmasi, Jumat (10/9), tidak berada di tempat. "Bapak barusan ke luar. Kalau boleh hubungi nomor telepon 22001," kata seorang pegawai. Namun ketika ditelepon pada nomor tersebut, Lino tidak berada di tempat. Seperti yang disebutkan oleh Pos Kupang, Jumat (10/9) pukul 14.00 Wita, ratusan warga kelurahan Madawat yang bermukim di kawasan Jalan Gajah Mada, berbondong-bondong mendatangi Kantor Transito. Di sebelah utara pintu masuk kantor itu, tampak ratusan orang berjejeran untuk mendapatkan informasi dari petugas perihal sinyalemen 'jual-beli' bayi dari Timtim itu. Pemandangan serupa juga terjadi Sabtu (11/9). Beberapa warga yang ditemui mengaku mendengar informasi 'penjualan' bayi itu dari para pegawai di Pemda Sikka. "Benar saya dengar langsung informasi ini dari seorang pegawai kantor bupati. Kalau dengar dari orang lain, saya tidak mungkin percayam apalagi datang ke tempat ini," kata seorang ibu setengah baya yang mengaku berasal dari kelurahan Nangalimang, kecamatan Alok, Maumere. Meski tidak melihat bayi-bayi yang 'dijual' itu di Kantor Transito, para warga tetap yakin bahwa informasi itu benar dan mereka menyebutkan bayi-bayi itu sedang dalam perjalanan. Bahkan ada yang mengatakan sedang dalam perjalanan dari Larantuka dengan bus. Yustina Sika (45) dan Hendrikus Saru (46), yang mengaku dari desa Watublapi, kecamatan Talibura, meminta Pos Kupang melakukan lobi dengan petugas Transito untuk mendapatkan satu atau dua anak. "Kami siap pelihara. Yang penting bapak lobi untuk kami," kata Hendrikus. Hal senada juga diungkapkan Piet Ne dan istrinya dari Maulo'o, kecamatan Paga. Selain mendatangi Kantor Transito, warga juga mendatangi kantor Sekretariat Penanggulangan Pengungsi di Maumere. Mereka menanyakan ikhwal kebenaran informasi adopsi bayi-bayi dari Timtim itu. "Kami baru didatangi dua orang. Mereka suami-istri yang mengaku dari Wolowarang. Menurut mereka, Pemda Sikka kini 'menjual' bayi yang didatangkan dari Dili, Timtim," kata seorang petugas. *** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 24 Oct 1999 jam 08:42:41 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
