---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] Stockholm, 26 Oktober 1999 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. REZIM GUS DUR+MEGA TANPA OPOSISI AKAN JADI DIKTATOR Ahmad Sudirman XaarJet Stockholm - SWEDIA. Tanggapan untuk Pres Gus Dur+Wapres Mega. Bagaimanapun, seseorang yang dianggap baik dan tidak akan bertindak otoriter apabila menjadi pemimpin, tetapi kenyataannya, apabila telah memegang kekuasaan dan memiliki kekuatan ditangan, maka sikap untuk berkuasa dan ingin mendapatkan yang lebih besar tidak bisa dielakan, apabila tidak ada orang atau sekelompok orang yang mengontrol dan memberikan nasehat. (Misalnya, Soeharto, diawal berkuasa begitu adem, ayem dan tenang). Begitu juga dengan Rezim Gus Dur+Mega ini, saya yaqin bahwa, dengan sikap keras Gus Dur yang tidak mau mundur dan sukar diterka pandangan politiknya, akan susah dan sulit untuk dipegang dan diatur. Karena itu, apabila umat Islam yang telah mempercayakan kepada Gus Dur untuk menjadi Presiden Daulah Pancasila dengan UUD 1945-nya yang sekuler, bukan berarti akan membiarkan Gus Dur sebagai Presiden berbuat sewenang-wenang, apa yang dianggap Gus Dur baik, maka itu belum tentu baik untuk rakyat. Apalagi bahwa negeri ini adalah Daulah Pancasila dengan UUD 1945-nya yang sekuler, bukan Daulah Rasulullah dengan dasar aqidah Islam dengan konstitusinya yang bersumberkan dari Al Quran dan Sunnah. Maka dengan mudah Gus Dur akan berbuat menurut hukum pancasila yang tidak ada hubungannya dengan hukum Islam, apalagi kalau tidak ada yang mengontrol, maka saya yaqin tindakannya akan menyimpang dari apa yang telah ditentukan Allah SWT. Justru, disinilah kita sesama ummat Islam harus saling nasehat menasehati dalam kebenaran (kebenaran dari Allah SWT) dan kesabaran. Tanpa peduli, apakah dia adalah Presiden, mentri, atau rakyat jelata, apabila salah menurut apa yang telah diperintahkan Allah dan dicontohkan Rasul-Nya, maka kaum muslimin harus menasehati dan meluruskannya. Walaupun Daulah Pancasila dengan dasar Pancasila dan UUD 1945-nya yang sekuler tidak mengakui hukum Islam, tetapi, karena mayoritas penduduk Daulah Pancasila adalah muslim, maka kaum muslimin harus mampu meluruskan Presiden dan bawahannya apabila menyimpang dari apa yang telah diperintahkan Allah dan dicontohkan Rasul-Nya. Tetapi, kalau kita rakyat Indonesia, yang karena melihat Gus Dur adalah seorang muslim, kemudian dia melakukan tindakan yang menyimpang, lalu dibiarkan saja, tidak ada yang menentangnya, maka saya yaqin dalam waktu yang singkat kekuasaan Gus Dur akan lepas dari tangannya dan jatuh menimpa dirinya dan diri kaum muslimin semuanya. Saya melihat bahwa, baik di MPR atau DPR, tidak kelihatan ada kelompok oposisi yang keras kepada Rezim Gus Dur+Mega ini, disebabkan hampir sebagian besar tokoh-tokoh baik yang mendukungnya atau yang menjadi lawan politiknya telah mendapat bagian jatah kekuasaan dalam kabinet Gus Dur+Mega. Dan ini, menurut pikiran saya, akan berbahaya. Gus Dur yang keras dan tidak mau kalah ini, akan mendapatkan jalan yang lebar untuk bertindak tanpa mendapat rintangan yang keras. Memang, boleh percaya kepada Amien Rais, tetapi apa yang dapat dilakukan Amien, paling hanya memberikan saran kepada Gus Dur, karena memang Amien-lah yang mengorbitkan Gus Dur ke singgasana kursi Presiden (dan tentu saja, memang sudah nasib Gus Dur untuk jadi Presiden, ditambah dengan usaha Amien yang gigih untuk menampilkan Gus Dur dalam rangka menumbangkan BJ Habibie dan Mega, walaupun Mega akhirnya dapat ikut sebagai pendamping Gus Dur). Salah satu bukti bahwa Gus Dur dapat restu Amien adalah ketika membicarakan pembentukan kabinet dan siapa-siapa yang pantas untuk mendapat bagian jatah kursi, misalnya Gus Dur menanyakan Amien bagaimana "kondite dan latar belakang seseorang" ( http://www.detik.com/berita/199910/19991025-1349.htm ). Memang bagus, apabila ada kerjasama yang baik antara Ketua MPR dan Presiden Daulah Pancasila, tetapi saya khawatir, karena hubungan yang baik inilah justru akan menjungkir balikkan kekuasaan, karena memang sama-sama tidak ada yang saling kontrol mengontrol, nasehat menasehati dalam kebenaran yang datang dari Allah. Sedangkan Akbar, memang susah dengan dia ini, karena memang Akbar ini sudah terlibat banyak di masa Rezim Soeharto dan Habibie. Saya yaqin kalau memang komisi anti korupsi yang saya usulkan itu jadi dibentuk ( http://www.dataphone.se/~ahmad/991023.htm ), maka semua yang terlibat di gang-nya Soeharto dan terakhir BJ Habibie akan terlibat. Inilah sedikit tanggapan saya untuk Pres Gus Dur+Wapres Mega. Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 26 Oct 1999 jam 00:05:44 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
