---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk SUSUNAN KABINET: AMIEN RAIS "MENANG" LAGI JAKARTA, (SiaR, 27/10/99). Susunan Kabinet Presiden Abdulrahaman Wahid alias Gus Dur yang diumumkan Selasa (26/10) ternyata masih tetap gemuk, 35 menteri termasuk Jaksa Agung dan Panglima TNI. Selain mengakomodasi orang-orang partai, Gus Dur juga memilih kabinetnya dari kepentingan daerah dan tentara. Namun yang paling mengejutkan, Amien Rais yang dalam Pemilu lalu partainya, PAN, hanya memperoleh tujuh persen suara, ternyata setelah menduduki ketua MPR dan menang dalam menggolkan calon presiden dari Poros Tengah, juga mampu menempatkan orang-orangnya cukup banyak di kabinet. Amien memborong sedikitnya 24 persen kursi kabinet Gus Dur. Empat orang yang berasal dari PAN dan empat orang lainnya dari Poros Tengah selain PAN. Menteri yang dari PAN adalah Menteri Pendidikan Nasional Yahya Muhaimin, Menkeu Bambang Sudibyo, Mentrans dan Kependudukan Al Hilal Hamdi dan Men-HAM Hasballah M Saad. Selain itu Amien Rais juga mendongkrak para pendukungnya di Poros Tengah untuk menduduki pos menteri. Mereka yang dari Poros Tengah selain PAN antara lain Menkop dan PKM: Zarkasih Nur, Menhutbun: Nur Mahmudi Ismail, Menko Kesra dan Taskin: Hamzah Haz, dan Menhukum dan Perundang-undangan: Yusril Ihza Mahendra. Sementara itu, PDI Perjuangan yang keluar sebagai pemenang pemilu (33 persen) dalam Pemilu 1999 hanya mendapatkan jatah empat orang menteri. Yaitu Menko Ekonomi Keuangan dan Industri (Ekuin) Kwik Kian Gie, Meninves-PBUMN Laksamana Sukardi, Menteri Lingkungan Hidup Sonny Keraf dan Menteri Pertanian Prakosa. Kwik adalah salah satu Ketua PDI Perjuangan, sementara Laksamana bendahara. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang dalam Pemilu lalu menempati urutan ketiga dalam Pemilu, ternyata mengambil empat posisi menteri. Mereka masing-masing Alwi Shihab sebagai Menlu, M Tholhah Hasan sebagai Menag, Khofifah Indar Parawansa sebagai Menteri Negara Urusan Peranan Wanita dan AS Hikam sebagai Menneg Ristek. Partai Golkar, pemenang kedua pemilu yang dikecam keras oleh masyarkat karena pendukung Soeharto masih menunjukkan kekuatannya. Mereka mengambil empat posisi penting di kabinet Gus Dur, yakni Marzuki Darusman sebagai Jaksa Agung, Yusuf Kalla sebagai Menperindag, Mahadi Sinambela sebagai Menteri Pemuda dan Bomer Pasaribu sebagai Mennaker. Dan TNI, yang kabarnya mengambil sikap politik penting dalam menaikkan Megawati ke kursi wapres, mendapat jatah lima posisi di luar Panglima TNI Laksamana Widodo A.S., yakni Jenderal TNI Wiranto sebagai Menko Polkam, Letjen TNI Soesilo Bambang Yudhoyono sebagai Mentamben, Letjen TNI Agum Gumelar sebagai Menhub, Laksamana Muda TNI Freddy Numberi sebagai MenPAN dan Letjen TNI (purn) Soerjadi Soedirdja sebagai Mendagri. Tampilnya rombongan pendukung Amien Rais di kabinet Gus Dur merupakan gambaran bagaimana kuatnya cengkeraman Amien Rais terhadap Gus Dur. Sementara itu sejumlah pendukung PAN mencemaskan akan akibat yang akan ditimbulkan dengan banyak orang PAN tampil di kabinet. "Wajah kabinet menunjukkan semakin buruknya citra Amien Rais sebagai tokoh nasional," katanya. Para pendukung PAN ini menilai Amien Rais terlalu rakus untuk menguasai kekuasaan, tidak menyadari kekalahan partainya di Pemilu 1999."Amien Rais dan poros tengah masih sangat berambisi menghabisi PDI-P di tampuk kekuasaan. PAN yang kalah di Pemilu justru menempatkan empat orangnya di kabinet. Sedangkan PDI-P yang pemenang pertama pemilu, hanya memperoleh 3 posisi menteri. Ini kan aneh," kata salah seorang diantara mereka. Orang-orang yang ditunjuk Amien Rais, menurut sumber SiaR di Yogya, adalah orang-orang dekatnya Amien Rais. Bambang Sudibyo dan Yahya Muhaimin merupakan orang dekat Amien, baik di UGM maupun PPSK. Semula Amien menghendaki Menteri Keuangan dijabat Fuad Bawazier, sebagai imbalan atas dukungan Fuad kepadanya selama Pemilu. Namun karena track record Fuad buruk di mata masyarakat, akhirnya Amien mengganti nama Fuad dengan Bambang Sudibyo. Di PAN, Bambang yang staf ahli MenPBUMN Tanri Abeng sebenarnya bukanlah orang yang mampu menciptakan pemikiran-pemikiran ekonomi. Selain tidak cakap, Bambang jauh lebih jelek dibandingkan Faisal Basri. Namun nama yang terakhir ini --konon sudah diusulkan untuk jadi menteri-- gagal sebagai menteri karena ditentang oleh orang-orang PAN sendiri, termasuk Amien Rais. Karena perlu diketahui, di partai berlambang matahari itu Faisal termasuk pengkritik keras Amien Rais yang terlalu berambisi untuk berkuasa. Ia termasuk yang tidak setuju ber-poros-porosan. Faisal menginginkan PAN mengakui PDI-P sebagai pemenang Pemilu dan menjadikan partainya sebagai barisan oposisi di parlemen. "Tapi Amien lebih senang membuat Poros Tengah karena tempelan kuat AM Fatwa," kata sumber PAN. Sumber ini khawatir, kelak ketidakberhasilan kabinet Gus Dur ini akan berdampak negatif terhadap perolehan suara PAN di Pemilu mendatang. *** Daftar susunan lengkap kabinet Persatuan Nasional adalah: Menko Polkam: Jenderal TNI Wiranto (TNI) Mendagri: Soerjadi Soedirdja (TNI) Menlu: Alwi Shihab (PKB) Menhan: Juwono Sudarsono (GOLKAR-ORBA) Menhukum & Perundang-undangan: Yusril Ihza Mahendra (PBB) Menko Ekuin: Kwik Kian Gie (PDIP) Menkeu: Bambang Soedibyo (PAN) Mentamben: Letjen TNI Soesilo Bambang Yudhoyono (TNI) Menperindag: Yusuf Kalla (Orba-Intim) Mentan: M Prakosa (PDI-P) Menhutbun: Nur Mahmudi Ismail (PK) Menhub: Letjen TNI Agum Gumelar (TNI) Menteri Urusan Kelautan dan Maritim: Sarwono Kusumaatmadja Menko Kesra & Taskin: Hamzah Haz (PPP) Mennaker: Bomer Pasaribu (Orba) Menkes: Achmad Sujudi (PKB) Mendiknas: Yahya Muhaimin (PAN) Menag: Moh Tholhah Hasan (NU) Menperkim: Erna Witoelar Menneg Ristek: AS Hikam (PKB) Menneg LH: Sony Keraf (PDI-P) Men Otonomi Daerah: Ryaas Rasyid (Orba) Men Pariwisata: Hidayat Jaelani (PKB?) Men Investasi: Laksamana Sukardi (PDI-P) Men Pemuda: Mahadi Sinambela (Golkar/Orba) Men-PU: Rafiq M Soetjipto (PKB?) Men-UPW: Khofifah Indar Parawansa (PKB) Men-HAM: Hasballah M Saad (PAN) Mentrans & Kependudukan: Al Hilal Hamdi (PAN) Men-PAN: Laksamana Muda TNI Freddy Numberi (TNI) Menneg Masalah Kemasyarakatan: Anak Agung Gede Agung Jaksa Agung: Marzuki Darusman (Golkar) Panglima TNI: Laksamana TNI Widodo AS Sekretaris Negara: Ali Rahman ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 27 Oct 1999 jam 23:16:32 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
