----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 2 Nopember 1999

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

MEMBANGUN KEMBALI DIR
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.

Tanggapan untuk saudara birdie_99 ( [EMAIL PROTECTED] ).

Ternyata setelah kaum muslimin memegang kekuasaan di Daulah Pancasila,
dari mulai ketua MPR, DPR, Presiden dan wakil presiden, didukung oleh
sebagian besar kaum muslimin yang duduk di lembaga legislatif dan
Anggota Kabinet Gus Dur-Mega, baru sekarang muncul suatu pertanyaan yang
disponsori oleh saudara Birdie_99 yang berdomisili di
[EMAIL PROTECTED] , suatu tempat yang aman untuk menyampaikan idea,
pikiran, tanggapan, pertanyaan, tanpa bisa diketahui identitas aslinya.

Nah, dengan tampilnya pertanyaan dari saudara Birdie_99 ini, yang saya
anggap sebagai suatu langkah yang sudah terbuka, dibawah lindungan
Penguasa muslim dibawah Kabinet Gus Dur-Mega yang memimpin Daulah
Pancasila dengan UUD 1945-nya yang sekuler.

Karena saya menganggap bahwa Kabinet Dus Dur sudah tidak begitu acuh
lagi kepada pancasila, walaupun Mega masih kelihatan bersitegang dengan
pancasilanya, tetapi untuk saat sekarang Gus Dur sudah sedikitnya
menyisihkan pancasila yang sebelumnya sudah dianggap sakti oleh Diktator
militer Soeharto.

Bailah saudara Biride_99, saya salinkan pertanyaan saudara di bawah ini,

"Assalamualaikum Wr Wb. Saya hanya ingin bertanya kepada Saudara A.
Sudirman dan Saudara Utomo: Bagaimanakah cara menegakkan Daulah
Islamiyah dengan cara yang "bersih" menurut Saudara, tolong dijelaskan
dengan cara yang runtut dan jelas tentang teknik pelaksanaannya,
mekanismenya di lapang, dll  misalnya dari kondisi seperti di Indonesia
ini hingga berdirinya Daulah Islamiyah yang sempurna, atau bila kini
Saudara berada di Swedia/Amerika bagaimana bila umat Islam di sana ingin
menegakkan Daulah Islamiyah, apa saja yang harus dilakukan, dst. hingga
Swedia/Amerika menjadi negara berdasarkan Islam? Atas penjelasannya saya
ucapkan terimakasih. Wassalamualaikum Wr Wb. Salam persaudaraan" (
[EMAIL PROTECTED] , 1 Nopember 1999 ).

Nah, setelah saya baca pertanyaan saudara Birdie_99 diatas, itu sudah
memasuki tahap teknis dan mekanisme dalam membangun Daulah Islam
Rasulullah. Berarti saya duga, saudara Birdie_99 ini sudah beranggapan
bahwa rakyat Daulah Pancasila sekarang yang meyoritas muslim sudah
memahami apa itu Daulah Islam Rasululullah, sudah siap dengan aqidah
Islamnya, sudah memahami apa itu aturan dan hukum Islam, sudah paham apa
itu pemerintahan Islam, sudah mengerti apa itu konstitusi yang
bersumberkan dari Al Quran dan Sunnah, sudah memahami struktur
kekhilafahan, kekhalifan dan pemilihan khalifah.

PERBEDAAN DAULAH PANCASILA DENGAN DAULAH QURAISY

Memang, dibandingkan dengan masa kekuasaan Penguasa Quraisy dibawah
pimpinan Walid bin Mughirah 1377 tahun yang lalu, Penguasa Daulah
Pancasila dibawah Kabinet Gus Dur-Mega ini adalah lebih baik dan
rakyatnya yang mayoritas muslim sudah mencapai taraf kehidupan yang
tinggi, baik dalam bidang pendidikan, teknologi, industri, pertanian,
perhubungan, komunikasi dan informasi teknologi.

Perbedaannya, adalah Penguasa Quraisy Walid bin Mughirah adalah seorang
yang kafir, anti Islam, musuh Islam. Sedangkan Penguasa Daulah Pancasila
Gus Dur-Mega adalah muslim, walaupun punya pandangan yang berbeda
terhadap konsepsi Daulah Islam Rasulullah. Dimana untuk saat sekarang
dengan alasan untuk persatuan dan kemajemukan masih tetap ingin
menggunakan falsafah negara pancasila sebagai tali pemersatu, dengan
tali pengikat nasionalisme dan kebangsaan.

Nah sekarang, dengan latar belakang inilah saya ingin memberikan sedikit
pemikiran mengenai Daulah Islam Rasulullah, yang semoga dengan latar
belakang Penguasa Daulah Pancasila sekarang di bawah Gus Dur-Mega dengan
mendapat pendukung mayoritas kaum muslimin akan mudah mencerna apa itu
DIR, dibanding dengan apa yang terjadi pada masa Penguasa Quraisy Walid
bin Mughirah.

DASAR DAULAH ISLAM RASULULLAH

"...Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah dimuka bumi..."
(Al Baqarah, 30). "Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang
beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal saleh bahwa Dia
sungguh-sungguh akan menjadikan mereka khalifah dibumi, sebagaimana Dia
telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka khalifah, dan sungguh
Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk
mereka, dan Dia benar-benar akan menukar ketakutan menjadi aman
sentausa.Mereka tetap menyembahKu dengan tidak mempersekutukan sesuatu
apapun dengan Aku. Dan barang siapa yang kafir setelah itu, maka mereka
itulah orang-orang yang fasik" (An Nuur, 55).

Dasar-dasar pokok yang asasi untuk membentuk Daulah Islam Rasulullah
"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak
menerimanya, dan apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu
menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang
sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi
Maha Melihat. Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan
ta'atilah Rasul dan Ulil Amri diantara kamu. Kemudian jika kamu
berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah
(Al Qur'an) dan Rasul (sunnah Nabi), jika kamu benar-benar beriman
kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama dan lebih
baik akibatnya" (An Nisaa, 58-59). Disini dapat disimpulkan empat dasar
yang asasi untuk membentuk Daulah Islam, pertama amanah, kedua keadilan,
ketiga akidah Islam (ta'at kepada Allah dan Rasul) dan keempat ulil
amri.

Dari surat An Nisa ayat 58 dan ayat 59 yang diturunkan di Yatsrib
setelah Rasulullah hijrah dan setelah Rasulullah membangun Daulah Islam
Rasulullah dengan Undang Undang Madinah-nya. Dimana isi dari kedua ayat
58 dan 59 dari surat An Nisa tersebut adalah mencakup menyuruh
menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimannya, menetapkan dan
malaksanakan hukum secara adil, mentaati Allah, Rasul dan Ulil Amri
serta jika ada perbedaan pendapat tentang sesuatu, maka
kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya).

Dari kedua ayat tersebut dapat kita simpulkan bahwa untuk menetapkan dan
melaksanakan hukum adalah perlu badan kekuasaan hukum, sedangkan badan
kekuasaan hukum dan pelasanaan hukum tidak bisa berdiri dan terlaksana
kalau tidak ada daulah yaitu suatu negara yang mempunyai wilayah, rakyat
dan pemerintahan.

Karena perlunya badan kekuasaan dan badan pelaksana hukum inilah
Rasulullah membangun Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang
Madinahnya yang berdasar pada akidah Islam dengan menghormati agama lain
dan ketaatan kaum Muslimin kepada Allah, Rasul dan Ulil Amri serta
mengembalikan segala persoalan kepada (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya).

Jadi logikanya adalah surat An Nisaa' ayat 58 dan ayat 59 diatas turun
setelah Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang Madinahnya berdiri,
sehingga sebagai seorang pemimpin atau penguasa suatu Daulah Islam harus
memegang amanah dan menyampaikan kepada yang berhak menerimananya, juga
apabila menetapkan dan melaksanakan hukum haruslah adil serta apabila
timbul perbedaan dalam suatu soal harus dikembalikan kepada (Al Qur'an)
dan Rasul (sunnahnya) dan semua kaum muslimin yang tinggal dan hidup di
Daulah Islam Rasulullah harus taat kepada Allah, Rasul dan Ulil Amri.

METODE RASULULLAH, PEMBINAAN AQIDAH, HIJRAH DAN JIHAD

Dalam pembinaan aqidah ini, Rasulullah melakukannya semasa masih di
Mekkah, setelah menerima perintah "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang
menjadikan. Yang menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan
Tuhanmu yang teramat mulia. Yang mengajarkan dengan pena. Mengajarkan
kepada manusia apa yang tidak diketahuinya" (Al 'Alaq: 1-5).  "Hai orang
yang berselimut: Bangunlah dan berilah peringatan. Besarkanlah Tuhanmu,
bersihkanlah pakaianmu, jauhilah perbuatan ma'siat, janganlah kamu
memberi, karena hendak memperoleh yang lebih banyak. Dan hendaklah kamu
bersabar untuk memenuhi perintah Tuhanmu" (Al-Muddatstsir: 1-7). "Maka
jalankanlah apa yang telah diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari
orang-orang musyrik"(Al-Hijr: 94). "Dan berilah peringatan kepada
kerabat-kerabatmu yang terdekat"(Asy-syu'ra: 214).

Penjabaran untuk di Daulah Pancasila adalah mulai dengan pembinaan
aqidah baik melalui pendidikan formal dan informal untuk diri, keluarga
(istri, anak), tetangga, masyarakat sekitar, organisasi, lembaga
kemasyarakatan, partai, pemerintahan. Dilanjutkan dari hasil pembinaan
aqidah ini dengan memberikan contoh kepada anak, istri, tetangga,
masyarakat sekitar dan lingkungan yang lebih luas. Berusaha untuk
berdiri diatas kaki sendiri dengan bekerja semampunya untuk memberikan
penghidupan kepada diri dan keluarga. menjaga dan berusaha semampunya
untuk bertindak sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah.

Kemudian dalam memberikan penerangan mengenai Islam harus secara
terang-terangan baik melalui cara diskusi, ceramah, tukar pikiran,
seminar, perdebatan dan apabila tidak menemukan jalan penyelsesaiannya
dan kesamaan dalam berpijak, maka diharuskan untuk berpisah dan
berpaling, silahkan kalian jalan menurut keyakinan kalian, kami jalan
menurut keyakinan kami.

Yang paling penting dalam pemberian penerangan mengenai Islam ini,
sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah adalah tidak melibatkan
diri dalam lingkungan kekuasaan penguasa yang menentang kepada Islam.

Nah, yang jadi persoalan adalah bagaimana dengan Penguasa Gus Dur-Mega
sekarang yang memang mereka adalah muslim dan tidak langsung menentang
Islam dan memusuhi kaum muslimin?

Tentu saja, yang ditentang disini adalah idea, pemikiran, konsepsi yang
dipakai oleh Penguasa Gus Dur-Mega sekarang. Misalnya idea, faham,
pemikiran, konsepsi nasionalisme, kebangsaan dan pancasila, itu yang
perlu ditentang dan diluruskan, kalau memang Gus Dur-Mega bertahan
dengan faham nasionalisme-kebangsaan-pancasila-nya, silahkan kita ajak
berdebat secara terbuka, biar kita mengetahui siapa yang kuat hujah dan
dasarnya.

Saya melalui tulisan ini mengajak berdebat dan berdiskusi yang sehat dan
terbuka kepada Gus Dur, Mega, Amien, Akbar dan siapa saja yang ingin
mempertahankan nasionalisme-kebangsaan-pancasila. Saya siap kapan saja.

Selanjutnya adalah pembinaan jamaah, sebagaimana yang telah dicontohkan
oleh Rasulullah mengadakan pembentukan jamaah disuatu tempat yang
dikenal dengan nama Aqabah sehingga lahirlah apa yang disebut dengan
ikrar Aqabah pertama (yang diikuti oleh suku Aus dan Khazraj ). Kemudian
disusul dengan ikrar Aqabah kedua.

Penjabaran dari ikrar Aqabah ini apabila diterapkan dan dilaksanakan di
Indonesia adalah dengan mulai mengadakan konsolidasi, kerjasama,
persatuan diantara golongan, organisasi, partai-partai yang ada
hubungannya dengan Islam untuk sama-sama membicarakan strategi dan
siasat baru dalam menghadapi masa depan Islam yang mampu menjawab
tantangan kehidupan di masa depan.

Selama kaum muslimin masih percaya kepada Allah, Kitab-KitabNya dan
Rasul-RasulNya, maka selama itu masih bisa diusahakan untuk bersatu dan
melahirkan fakta perjanjian pertahanan, sebagaimana yang telah
dicontohkan Rasulullah.

Karena menurut pemikiran saya yang menjadikan bumerang perpecahan
diantara kaum muslimin adalah bukan karena masalah perbedaan kepercayaan
kepada Allah, Kitab-KitabNya dan Rasul-RasulNya, melainkan karena adanya
perbedaan pandangan, pikiran, metode, tujuan dalam masalah politik,
kekuasaan, pemerintahan dan negara. Yang kesemua perbedaan-perbedaan
tersebut bukanlah masalah yang sangat prinsipil, melainkan
masalah-masalah yang masih bisa diselesaikan dengan jalan musyawarah dan
tukar pikiran yang sehat serta penuh dengan kebijaksanaan.

Dengan dasar tersebut diatas, maka saya yakin bahwa pertentangan
diantara kelompok-kelompok, organisasi-organisasi, partai-partai yang
perjuangannya melibatkan Islam masih bisa diselamatkan dan diadakan
dialog serta kerjasama yang baik.

Organisasi-organisasi Islam yang ada di Indonesia diusahakan untuk mulai
mengadakan suatu usaha dalam bentuk lingkaran, agar bisa mencapai
kesamaan tujuan bersama dalam menerapkan apa yang telah diperintahkan
Allah SWT dan dicontohkan Rasul-Nya Muhammad saw.

Misalnya sekarang sudah dapat dilihat usaha yang baik antara NU dan
Muhammadiyah. Karena menurut saya, apabila kita sama-sama, bukan karena
alasan politik dan kekuasaan, tetapi karena berdasarkan kepada kesamaan
visi membangun persatuan dengan berlandaskan keadilan, amanah dan
perdamaian yang bertujuan untuk beribadah, bertaqwa dan mengharap ridha
Allah SWT, dengan misi  membangun kembali satu masyarakat muslim dan non
muslim didalam satu kekuasaan pemerintahan dimana Allah yang berdaulat,
yang menerapkan musyawarah dan menjalankan hukum-hukum Allah dengan
adil, berdasarkan akidah Islam dengan menghormati agama lain, dengan
konstitusi yang bersumberkan dari Al Quran dan Sunnah, yang tidak
mengenal nasionalitas, kebangsaan, kesukuan dan ras.

Apabila usaha menyatukan seluruh komponen kekuatan kaum muslimin yang
ada sekarang berhasil, maka saya yaqin apa yang telah dicontohkan
Rasulullah akan terlaksana di dunia yang di mulai dari dunia sebelah
timur, yaitu dari wilayah Indonesia.

Kemudian jadilah wilayah Indonesia sebagai tempat hijrah, sebagaimana
yang telah dicontohkan Rasulullah setelah menerima perintah  "...Dan
orang-orang yang lemah, baik laki-laki, wanita maupun anak-anak yang
semuanya berdo'a: Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini
(Mekah) yang zhalim penduduknya..." (An-Nisa: 75).

PERJANJIAN PERTAHANAN BERSAMA

Dalam membuat perjanjian pertahan bersama ini, kita mencontoh apa yang
telah dicontohkan rasulullah, yaitu dengan melahirkan Piagam Madinah
atau Undang Undang Madinah, sebagai pakta perjanjian pertahanan bersama
(antara kaum Muhajirin, Anshar dan kaum Yahudi) sebagai tali ikatan
pertahanan untuk mempertahankan aqidah Islam, rakyat dan Daulah Islam
Rasulullah di Yatsrib dari serangan pihak kaum Quraisy dan kaum
sekutunya.

Penerapannya di Indonesia adalah kita usahakan untuk membentuk pakta
pertahan bersama dari seluruh komponen kekuatan rakyat Indonesia untuk
bersama-sama membangun kesepakatan dalam rangka membangun persatuan
dengan berlandaskan keadilan, amanah dan perdamaian yang bertujuan untuk
beribadah, bertaqwa dan mengharap ridha Allah SWT, dengan membangun
kembali satu masyarakat muslim dan non muslim didalam satu kekuasaan
pemerintahan dimana Allah yang berdaulat, yang menerapkan musyawarah dan
menjalankan hukum-hukum Allah dengan adil, berdasarkan akidah Islam
dengan menghormati agama lain, dengan konstitusi yang bersumberkan dari
Al Quran dan Sunnah, yang tidak mengenal nasionalitas, kebangsaan,
kesukuan dan ras.

MEMPERTAHANKAN AQIDAH DAN UMMAH

Jelas, seperti yang telah dicontohkan Rasulullah, dimana setelah
dilakukan perjanjian pertahanan bersama, maka lahirlah perintah Allah
untuk mempertahankan aqidah dan ummah serta Daulah dari serangan kaum
yang telah mendeklarasikan perang dan permusuhan, "Dan perangilah
dijalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu
melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang
yang melampui batas" (Al Baqarah: 190).

STRUKTUR DIR DAN BAI'AT

Struktur dalam Daulah Islam adalah pertama, Khalifah. Kedua, Mu'awin
Tafwidh atau Pembantu Khalifah Bidang Pemerintahan dan Mu'awin Tanfidz
atau Pembantu Khalifah Bidang Administrasi (Pentadbiran). Ketiga, Amirul
Jihad atau Panglima Angkatan Perang. Keempat, Wali atau Gubernur atau
Pimpinan Daerah. Kelima, Qadli atau Hakim. Keenam, Mashalih Daulah atau
Departemen Negara. Ketujuh, Majelis Ummat atau ulil amri.

Kemudian masalah bai'at adalah masalah penting dan telah disepakati oleh
para imam mujtahid dan para jumhur fuqaha, yaitu apabila ada seorang
Khalifah dibai'at, padahal sudah ada Khalifah lain yang telah dibai'at,
maka Khalifah yang kedua harus diperangi, karena menurut syar'i , bai'at
telah diputuskan untuk orang yang pertama
dibai'at dengan bai'at yang sah.

Inilah sedikit tanggapan saya untuk saudara birdie_99 (
[EMAIL PROTECTED] ).

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP
http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 1 Nov 1999 jam 23:26:08 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke