---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk PARA MENTERI MULAI REKRUT KRONI SEPARTAI JAKARTA, (SiaR,3/11/99). Menteri kabinet baru mulai menarik kroninya ke dalam struktur jabatan tertentu di departemen yang dipimpin. Ini dikhawatirkan akan memunculkan banyak kasus penyelewengan korupsi yang akan digunakan untuk partai bersangkutan dalam Pemilu 2004. Kecenderungan itu tampak dari upaya perekrutan orang-orang separtai untuk menduduki posisi staf ahli atau deputi menteri. SiaR memperoleh informasi bahwa Menkeu Bambang Sudibyo dari PAN tengah berupaya memasukkan orang-orang dari PAN menjadi pejabat di departemennya. Begitupun dengan Menteri Kehutanan dan Perkebunan, Nurmahmudi Ismail juga mulai menarik orang-orang dari Partai Keadilan untuk menjadi staf ahli dan dirjen di departemen yang dipimpinnya. Beberapa departemen yang dikenal sebagai departemen basah juga mulai terlihat indikasi itu, seperti Departemen Perhubungan, Departemen Pertembangan dan Energi yang dijabat oleh Letjen TNI Agum Gumelar dan Letjen TNI Susilo Bambang Yudhoyono. Mereka berdua merekrut dari kalangan TNI. Beberapa kalangan DPR dan mahasiswa menyesalkan beberapa menteri yang mulai menyusun kekuatan di departemennya masing-masing sebagai basis persiapan partai di kompetisi Pemilu mendatang. Kecemasan itu dilontarkan oleh Syaiful Anwar Husein ketua DPP PPP dan Bona Sigalingging dari Front Aksi Mahasiswa Untuk Reformasi dan Demokrasi (FAMRED) di Jakarta, Selasa (02/11). Menurut Syaiful Anwar Husein dari F-PPP, para menteri yang merekrut seseorang di departemennya harus berlandaskan pada penilaian kemampuan profesional dan bukan karena kedekatan politik. "Tidak ada gunanya merekrut orang yang tidak profesional, karena menterinya sendiri sudah berlatar belakang politisi," ujarnya. Anggota DPR itu menambahkan, "Jika menteri merekrut para stafnya berdasarkan ikatan satu partai, maka mereka hanya bertindak menjadi tim sukses mentrinya dalam rangka membesarkan partainya saja". Senada dengan itu Bona Sigalinging berpendapat, "Kita tidak mengharapkan cara-cara Orde Baru maupun Orde Lama berulang kembali." "Dulu, jika menterinya dari PNI maka semua pejabat di departemennya dari PNI, terutama yang menduduki pos pos penting dari partainya," kata aktifis FAMRED itu. Akibatnya akan muncul kroni politik dan bentuk penyelewengan baru yang dilakukan oleh partai yang menjabat tersebut. *** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 4 Nov 1999 jam 00:23:21 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
