---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- DPRD Tk-I ACEH & PEMDA ACEH DUKUNG REFERENDUM PAWAI TERUS BERLANUT, LP KEUDAH JEBOL BANDA ACEH, Radio Nikoya-FM (Senin, 8/11). Sidang Umum Masyarakat Pejuang Referendum Aceh (SU-MPR) di Mesjid Raya Baiturrahman dimulai tepat pukul 09.30 Wib yang dikoordinir oleh mahasiswa & pemuda Aceh dari SIRA (Sentral Informasi Referendum Aceh), jutaan massa berkumpul di dalam dan diluar Mesjid Raya serta dihalaman parkir Geunta Plaza yang berdekatan dengan mesjid dan jalan di Mohammad Jam, Jalan Perdagangan, Jalan Diponegoro, jalan Cut Meutia, jalan Mesjid Raya dan jalan Chik Ditiro dengan penuh semangat mengikuti jalannya upacara SU-MPR Aceh melalui pengeras suara dari menara mesjid kebanggaan rakyat Aceh, Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Hingga berita ini kami turunkan, Senin (18/11) pukul 10.45 Wib, kesempatan pertama acara besar itu diisi dengan pengarahan kepada massa oleh panitia besar SU-MPR Aceh, dengan ucapan selamat datang kepada jutaan pejuang referendum cinta damai serta mengingatkan massa untuk tetap dapat mengontrol diri dan kelompok massa masing-masing agar tidak melakukan tindakan anarkhis dan upaya provokasi oleh pihak-pihak tertentu. Orasi pertama disampaikan oleh pimpinan HUDA (Himpunan Ulama-ulama Dayah Aceh), dalam orasinya ia menyampaikan, bahwa Tuhan telah memperlihatkan kepada dunia hari ini, bagaimana hasrat dan keinginan suci rakyat Aceh yang tertindas, ditipu dan dizalimi puluhan tahun bersatu di Banda Aceh dirumah Tuhan menyuarakan tuntutan referendum dengan iklan dan damai, HUDA meminta rakyat Aceh miskin dan kaya untuk tetap bersatu tujuan, yaitu referendum yang disambut gemuruh dan semangat massa cucu Cut Nyak Dhien dan Teuku Umar (pahlawan Aceh) di dalam dan luar Mesjid Raya Baiturrahman, serta juga disampaikan kembali hasil Musyawarah Ulama Dayah di Makam Syiah Kuala tanggal 13-14 september 1999 yang lalu dan telah diserahkan hasilnya kepada Presiden Gus Dur dan Ketua MPR Amien Rais sewaktu kunjungannya ke Banda Aceh sebelum SU MPR-RI di Jakarta. Orasi kedua disampaikan oleh Fadjri, mewakili mahasiswa Aceh, yang pada intinya menyebutkan bahwa mahasiswa tetap berkomitmen terus memperjuangkan tuntutan rakyat Aceh, Orasi ke tiga ditampilkan, Pimpinan Ratitah Taliban Aceh, Teungku Bulkaini.MSi, dalam pidato orasinya, beliau menyebutkan, apa yang dikatakan pemerintah pusat bahwa hanya sebahagian rakyat Aceh yang menuntut referendum Aceh adalah bohong, ia meminta agar pejabat-pejabat Aceh jangan ada lagi yang melaporkan ke Jakarta kalau rakyat Aceh hanya sedikit meminta dilaksanakan Referendum, hari ini telah dibuktikan oleh seluruh rakyat Aceh bersatu padu ke Banda Aceh menyuarakan aspirasi dan tuntutannya terhadap Referendum. Orasi ketiga disampaikan oleh seorang wanita pejuang referendum dari Pidie, ia dengan bersemangat mengatakan rakyat Aceh akan memperjuangan referendum hingga titik darah penghabisan dan siap turun berperang kapan saja. Hari ini Aceh telah menjadi milik rakyat, tak satupun diterima saran atau tawaran diluar keinginan rakyat Aceh, katanya. Selanjutnya panitia membacakan pula surat dukungan referendum dari masyarakat Aceh di New York Amerika Serikat, yang terhimpun dalam International Forum for Aceh (IFA) untuk masyarakat Aceh yang diterima via surat elektronik, yang disambut tepuk tangan dan yel-yel oleh massa didalam dan diluar mesjid raya yang banyak menyimpan sejarah panjang perjuangan rakyat Aceh masa lampau itu. Pada pukul 11.05 Wib, kegiatan SU-MPR Aceh itu juga, Ketua DPRD Tk-I, Muhammad Yus, yang dipilih tanggal 4 November 1999 dan belum dilantik itu, bersama pimpinan sementara DPRD Tk-I Aceh Muhammad Nasir, berkesempatan menyampaikan orasi dan sikap dewan, bahwa anggota dewan akan meneruskan perjuangan rakyat Aceh, sedangkan Muhammad Nasir pimpinan sementara DPRD Aceh menyampaikan komitmen/janji DPRD Aceh dan pemerintah Daerah Istimewa Aceh untuk mendukung rakyat Aceh dalam melaksanakan referendum secara damai, mengakui tuntutan penentuan hak nasib sendiri rakyat Aceh melalui referendum, berjanji terwujudnya referendum Aceh secara transparan dan Demokratis, berjanji menolak semua bentuk militerisme di Aceh, apabila DPR mengingkari janji maka bersedia dihukum secara sosial rakyat Aceh, komitmen/Ikrar DPRD Aceh dan Pemda Aceh itu ditanda tangani oleh Ketua DPRD Aceh terpilih Muhammad Yus dan Wakil Gubernur Aceh Bustari Mansyur dihadapan massa di dalam mesjid raya dengan mengucapkan Allahuakbar yang disertai pembacaan Selawat Rasul oleh massa dan akan dikirimkan kepada MPR/DPR-RI dan Sekjen PBB di New York, pada saat itu hampir saja mengundang kemarahan massa, karena ikrar yang dibacakan itu belum ditandatangani oleh Gubernur Aceh, namun seorang wanita pejuang referendum berhasil menenangkan massa yang marah di dalam mesjid agung rakyat Aceh itu dengan memberikan jaminan bahwa surat ikrar itu akan ditanda tangani oleh Gubernur sembari melanjutkan membaca selawat nabi hingga massa tenang kembali. Reporter Radio Nikoya-FM, yang memantau diluar mesjid raya melalui telepon selular melaporkan bahwa, di jalan Mohammad Jam dan Lapangan Bang Padang dekat mesjid raya tetap melakukan razia, masyarakat pengguna kendaraan roda dua dilarang menggunakan helm dan topi oleh massa, sementara itu Pimpinan Tim Medis dari Palang Merah Indonesia (PMI) Drs, Iksan Sulaiman yang membuka posko di beberapa titik lokasi pusat kota mengatakan belum ada korban massa pada kegiatan itu, kecuali beberapa masyarakat yang lemas karena tak sarapan pagi. Selain itu pawai referendum juga terus berlangsung pawai referendum mengelilingi jalan-jalan protokol kota Banda Aceh dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat oleh ribuan massa, tampak dijalan-jalan mahasiswa menjadi petugas pengatur lalulintas, khususnya di setiap perempatan jalan, tidak tampak adanya aparat keamanan di Banda Aceh. Selain itu dilaporkan bahwa Lembaga Pemasyarakatan (LP) Keudah Banda Aceh dijebol oleh Napi, sebahagian napi kabur, aparat keamanan telah dikirimkan kelokasi untuk mengamankan situasi. (Tim). News Division RADIO NIKOYA 106.15 FM Banda Aceh Hit Radio Station http://www.nikoyafm.dk3.com http://come.to/nikoyafm ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 8 Nov 1999 jam 08:51:51 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
