----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Jakarta, 10.11.99

Kabinet gus Dur dalam ujian.

Rakyat sabar menanti, apa yg. terjadi.
Mahasiswa & Rakyat siap -siap lakukan extra parlementair kembali, bila
perlu.
Demi terlaksananya secara murni tuntutan rakyat dalam menggemakan
"reformasi total" secara konsekwen,- rakyat menghimbau agar pres. Gus
Dur konsekwen melaksanakan jeritan rakyat kearah terlaksananya
"reformasi total yg. murni" sesuai idaman rakyat seluruhnya,- menuju
kemakmuran bersama, penuh keadilan dan dijaminnya hak-hak kemanusiaan
(Human Right).

*Rakyat telah jenuh menderita sejak tahun 1965 hingga kini, karena
tingkah-polah rezim yg. menamakan "Orde Baru" pasca Sukarno, dibawah
kekuasaan rezim KKN Klik Suharto + BJ. Habibi cs.
Menteri-menteri serta pejabat-pejabat ex. "Orde Baru" ini, ternyata
jelas-jelas  tidak ada dedikasinya sama sekali kepada rakyat.
Mereka-mereka ini hanya menggendutkan perutnya sendiri dg. kemewahan
yg. ber-lebih-lebihan. Rakyat tahu dan mencatat perilaku modelnya
pejabat-pejabat "Orde Baru" ini semua. *rakyat sudah muak & jijik !!!
Jangan diulangi lagi.

Kini,....sampailah,.....kita telah berhasil melemparkan intrik-intrik
kekuasaan pemerintahan yg. menamakan "Orde Baru" tsb.,- dengan
"semangat rakyat yg. menggelora",.....dan didengar oleh masarakat
seluruh dunia, bagaikan bumi yg. kita tempati ini goncang. Semua mata
dunia mengarah kepada Indonesia, sebagai "sumber titik goncang"
se-olah-olah dengan angka 9 dari skala Richter. Cukup membelalakkan
dunia,- kerjanya "ex orde Baru" yg. tak tahu malu tsb.

*Oleh karena itulah,- agar "pres. gusDur" betul-betul menyadari ini
semua.
Jangan "banting stir" kembali keasal "orde baru & Golkar" lagi!!!
Moneypolitic&compromi?!
Adalah seharusnya utk. tidak sekali-kali memasukkan satupun menteri
"ex Orde Baru" kedalam kabinet yg. dibentuk sekarang ini. Hukumnya
"haram" memasukkan oknum-oknum yg. jelas-jelas corrupt (KKN)! Sadarlah
"kang Dur" ? Jangan sok ngotot ingkar janji kepada mahasiswa &rakyat.
Mahasiswa&rakyat telah berkorban demi reformasi total secara
konsekwen.
*Sadarlah,...baik secara religieus maupun universeel, sekali lagi
menempatkan oknum "ex orde baru/ Golkar" ini,....... adalah tindakan:
HARAM !!!
( Ingat: tidak hanya Makruh !!!)

*Ternyata kini pres. gus Dur telah memaksakan secara ngotot hal
ini,......ingatlah "bumerang" akan menimpa diri, bila tidak segera
dilakukannya reshuffle, sesuai tuntutan semula mahasiswa & rakyat
menuju reformasi total, bersih dari unsur-unsur KKN "orde baru/
Golkar".
*Pres. gus Dur hendaklah sportief (berfikir yg. wajar dan
bersih),......bahwa bapak Abdul Rachman Wahid bisa berhasil jadi
presiden ini secara hakiki , ialah karena rakyat,....dan bukan karena
pengaruh sementara "menteri atau oknum "orde baru dg. golkar"-nya".
Secara tegas,.... pres. Gus Dur hendaklah membayar dan membalas
kebajikan kepada rakyat; dan bukannya berhutang budi kepada ex.
menteri orde baru yg. penuh cacat dimata rakyat.
Ini akan terjadi kesalahan yg. fatal yg. bisa menggelincirkan pres.
gus Dur sendiri dari tachtanya yg. dicintai yg. selalu di-impi-impikan
itu sebelumnya.
*Demikianlah seruan mahasiswa bersama rakyat demi reformasi &
demokrasi dan pulihnya hak-hak kemanusiaan.

*Perlu diingat bahwa pelaksanaan hak-hak kemanusiaan adalah tidak
kalah pentingnya untuk dilaksanakan secara konsekwen dibumi pertiwi
Indonesia ini sebagai warisan leluhur kita.
Adalah sangat penting memilih serta menempatkan "apparat hukum" yg.
bersih-netral dalam jabatan-jabatan hukum "Mahkamah Agung", "kejaksaan
Agung" & "menteri Kehakiman".
Tidak salah kiranya, bila pres. Gus Dur mengangkat Buyung Nasution
sebagai Mahkamah Agung, yg. terlihat sudah sekian lama berkecimpung
secara netral membenahi bidang pembelaan hukum.
Demikianlah semoga pres. gus Dur meresapi tetesan -tetesan penderitaan
rakyat.
Dan jangan menunggu bangkitnya & bergolaknya "extra parlementair"
mahasiswa & rakyat kembali dijalanan.

Dikeluarkan oleh:
Pemantau gejolak Social,

AD. Hasman Nur

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 10 Nov 1999 jam 07:29:15 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke