---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk PEMBANTAI PESANTREN TGK BANTAQIAH DARI KODIM ACEH TENGAH JAKARTA, (TNI Watch! 12/11/99). Temuan baru dari Tim Independen yang terdiri dari sejumlah intelektual UGM Yogyakarta menyebutkan bahwa penyerbuan Dayah (Pesantren) Babul Mukarramah Desa Blang Marandeh, Beutong Ateuh oleh tentara 23 Juli 1999 itu dilakukan oleh pasukan dari Kodim Aceh Tengah. Ada kepentingan bisnis yang melatarbelakanginya. Menurut informasi yang diperoleh dari Tim UGM ini, Kodim Aceh Barat tidak mungkin menghabisi pesantren tersebut karena selama ini mereka justru dikenal dekat dengan Tengku Bantaqiah. Bahkan Kodim ikut mendukung para santri Tengku Bantaqiah saat merebut kembali tanah yang pernah direbut PT Sufindo, sebuah usaha patungan perusahaan Swedia dengan pengusaha keturunan Batak. Komandan Kodim Aceh Barat Kolonel (Inf) Kusnan menurut masyarakat sangat akomodatif terhadap rakyat setempat. Kusnan ingin mencari simpati masyarakat sebagai "imbalan" atas akomodatifnya Tgk Bantaqiah terhadap militer. Sebelumnya, Tim Pencari Fakta bentukan Pemerintah Daerah Aceh untuk kasus Beutong Ateuh menyimpulkan pembantaian terhadap Tgk Bantaqiah dan santrinya yang menyebabkan 51 orang meninggal dunia dan lima lainnya hilang itu jelas dilakukan oleh oknum anggota TNI. TPF Peristiwa Beutong Ateuh yang diketuai Kolonel Inf Syahril Bakri, yang juga Kaditsospol Aceh ini menyimpulkan bahwa telah terjadi penembakan sepihak oleh TNI, dan tidak ada bukti yang cukup adanya perlawanan dari Tgk Bantaqiah dan para pengikutnya. Kesimpulan TPF ini sangat berlainan dari release TNI atas pembantaian 23 Juli 1999 itu. Pihak TNI mengklaim bahwa penembakan itu dilakukan karena pasukan TNI diserang. Apalagi pada operasi khusus di Beutong Ateuh itu, pihak TNI juga menyebutkan telah menemukan sejumlah pucuk senjata, dokumen, dan ladang ganja. Beberapa korban yang selamat dan saksi mata, menuturkan pada TPF yang turun ke Beutong Ateuh pada 16 Agustus 1999, merasa yakin bahwa Tgk Bantaqiah tidak menanam ganja karena kehadirannya di Beutong Ateuh baru sekitar 3 bulan (ketika terjadi peristiwa, red.) setelah dibebaskan dari Tahanan Tanjung Gusta. "Tim tidak menemukan cukup bukti adanya tanda-tanda suatu kegiatan gerakan bersenjata ataupun latihan fisik lainnya yang dimobilisir oleh Tgk Bantaqiah melalui kegiatan Dayah Babul Mukarramah, seperti yang dilansir tentara" tegas TPF. Menurut TPF, pasukan TNI yang merapat ke dayah wajahnya dicat hitam dan pasukan lainnya yang tidak disamarkan berjaga di seberang sungai. Pasukan tersebut sudah terlihat oleh warga setempat pada pukul 07.00 WIB, datang melalui wilayah Korem 011 Lilawangsa dengan menggunakan dua truk dan sebuah helikopter. Pada waktu penembakan terjadi, Tgk Bantaqiah bersama jamaahnya sedang melakukan pengajian. Sudah menjadi kebiasaan warga setempat pada setiap hari Jumat, mereka tidak ke sawah dan tidak bekerja. Mereka berkumpul di dayah mengikuti pengajian hingga shalat Jumat. Itulah sebabnya, pada waktu kejadian itu banyak warga berada di Dayah itu, baik para lelaki wanita dan anak-anak. Pada waktu penembakan terjadi, kata TPF, Tgk Bantaqiah dan para jamaah tidak memiliki senjata dan tidak ada yang melakukan perlawanan. TPF tidak menemukan adanya tanda-tanda bekas pertempuran, kecuali bekas tembakan senjata api pada atap seng dayah dan hantaman ledakan pada bangunan balai. *** _______________ TNI Wacht! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI, dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan ketentaraan para perwiranya pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama. ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 13 Nov 1999 jam 02:06:35 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
