---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Mahasiswa Irian Yogya Juga Tuntut Merdeka Senada dengan aspirasi ribuan massa di Irian dalam suatu demo referendum beberapa hari yang lalu, sikap mahasiswa Irian di Yogyakarta, juga tegas meminta kemerdekaan. Dalam keterangannya di Yogyakarta malam ini, koordinator mahasiswa Irian Jaya untuk aksi penuntasan HAM, Yulian Kelly Kambu didampingi dua orang fungsionaris Ikatan Mahasiswa Pelajar Irian Jaya (IPMIRJA) Yogyakarta, Jack Wanggai dan Adolf Kambuaya, menegaskan tuntutan merdeka merupakan harga mati bagi rakyat Irian Jaya. Istilah Irian itu sendiri sudah harus dihapus, kembali ke Papua. Karena Irian kepanjangan dari Integrasi dengan Republik Indonesia dan anti Nederland. Menurut Kelly Kambu, tuntutan merdeka rakyat Irian bukan latah mengikuti Aceh, atau sikap emosoinal atas ketidakadilan sosial. Sebab tuntutan serupa sudah berkumandang sejak tahun 1963, ketika referendum dilakukan di kawasan tersebut oleh rezim presiden Soekarno. Sejak itu hingga masa pemerintahan transisi Habiebie, rakyat Irian menurut Kely tidak pernah merasa bergabung dengan Indonesia. Dan mereka menganggap Indonesia, terutama TNI sebagai penjajah, antara lain karena memperbolehkan perusahaan multinasional memasuki Irian, tanpa konsesi ekonomi yang layak bagi rakyat setempat. Upaya pemerintah Jakarta mendekati rakyat Papua melalui penunjukan gubernur Freddy Numberi menjadi menteri pendayagunaan aparatur negara, dan pemekaran Irian menjadi tiga propinsi dinilai tidak akan menyelesaikan masalah. Freddy Nurmberi menurut Kelly, bukan wakil yang tepat bagi masyarakat Irian Jaya. Kelly, Jack dan Adolf menegaskan, pelanggaran HAM yang terjadi di Papua sama parahnya dengan di Aceh. Sehingga tuntutan meredeka merupakan hak yang harus dipenuhi pemerintah Jakarta, sebagai konsekuensi tidak bisa "memerdekakan" rakyat Papua dari berbagai penindasan. "Lebih baik merana di negeri sendiri dengan keterbatasan SDM, daripada dijajah pihak Indonesia" tegas Jack Wanggai. Menurut rencana, menyusul aksi referendum pekan lalu sebagai premanasan, maka awal Desember mendatang akan digelar aksi serupa, dengan massa yang lebih besar. Mahasiswa Irian Jaya yang ada di luar Irian, menurut Jack yang kuliah di Akademi Bahasa Asing Yogyakarta akan siap kembali ke Irian, guna membangun kawasan itu. Dalam proses mencapai kemerdekaan, ketiga aktifis menegaskan tidak setuju intervensi asing, namun tetap mengupayakan dialog dengan pemerintah Jakarta, bersama komponen masyarakat Indonesia lainnya. Adink UNISI FM Yogya, melaporkan. Solidaritas Ummat Islam Yogyakarta, Himbau Aceh Jangan Merdek Mencermati situasi di Aceh yang kian mengarah pada opsi kemerdekaan, berbagai komponen perguruan tinggi dan organisasi Islam di Yogyakarta menyatakan keresahan. Dalam suatu pertemuan yang diadakan di kampus Universitas Islam Indonesia (UII) malam ini, mereka bersepakat untuk mengeluarkan himbauan bersama, agar rakyat Aceh tidak memilih kemerdekaan. Mereka yang menghimbau dari perguruan tinggi Islam antara lain wakil dari Universitas Islam Indonesia, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan Universitas Ahmad Dahlan. Sedangkan dari ormas Islam adalah wakil Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Pesantren Budi Mulia, Majlis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) wilayah Yogyakarta. Baik DMI maupun MUI DIY, dihadiri langsung oleh ketuanya, yakni Drs. Soeroyo MA dan Prof. Drs. Asymuni Abdurrahman, yang kebetulan juga ketua majlis tarjih pimpinan pusat Muhammadiyah. Dalam kesempatan tersebut hadir pula salah seorang tokoh masyarakat Aceh di Yogyakarta, dosen fak.hukum UII, Dahlan Thaib SH, MA. Juru bicara pertemuan pembantu rektor I UII DR. H. Muhammad Mahfud MD menegaskan, baik pilihan merdeka maupun referendum yang mengarah pada opsi otonomi bagi Aceh, akan menimbulkan luka tersendiri, dalam hubungan dengan pemerintah Jakarta di masa mendatang. Sehingga kalangan ormas dan perguruan tinggi Islam di Yogyakarta, yang tergabung dalam Solidaritas Ummat Islam Yogyakarta, merasa perlu menghimbau rakyat Aceh, agar secara sunggung-sungguh mempertimbangkan keinginan tersebut. Himbaun ini menurut Mahfud bukan larangan untuk referendum, tetapi harapan sebagai sesama ummat Islam. Disamping secara historis sebagai wilayah yang berjasa besar bagi kemerdekaan republik Indonesia, Aceh merupakan basis komunitas Islam besar di Indonesia, sehingga lepasnya serambi Mekkah itu menurut Mahfud, berarti lepasnya salah satu tali simpul kekuatan ummat Islam di Indonesia. Berkaitan himbauan ini, maka dalam pengiriman delegasi ke Aceh nanti, pihaknya menurut Mahfud akan menemui berbagai kalangan Islam seperti ulama, komponen aktifis mahasiswa dan lembaga pendidikan Islam, serta dari pihak Gerakan Aceh Merdeka. Sementara untuk langkah kongkret ditingkat lokal Yogyakarta, solidaritas ummat Islam untuk Aceh akan mengupayakan pendirian yayasan atau organisasi donor, bagi pendidikan anak-anak Aceh korban kekerasan DOM, selama mereka berdomisili di Yogyakarta. Adink UNISI FM Yogya, melaporkan. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 19 Nov 1999 jam 09:58:43 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
