---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk TNI DITOLAK DI FLORES MAUMERE, (TNI Watch!, 23/11/99). Rencana Kodam IX Udayana memindah Korem 164/Wiradharma dari Timor Timur ke Flores ditentang warga Flores. Penolakan itu cukup meluas ke seluruh pulau Flores, kendati menurut rencana semula Korem itu akan ditempatkan di Maumere, Flores Timur. Organisasi-organisasi yang menolak itu antara lain Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kupang, dan Koordinator Divisi Hak Asasi Manusia (HAM) Lembaga Advokasi dan Penelitian (LAP) Timoris. Kedua organisasi itu mengemukakan banyak bukti menunjukkan warga Flores menolak kehadiran Korem 164/Wiradharma. Hasil poling pendapat yang dilakukan LAP Timoris menyebutkan 80 persen rakyat Flores menolak. GMNI dan LAP Timoris menegaskan beberapa tuntutan yakni, penolakan Korem di Flores merupakan hak kedaulatan rakyat maka kami menuntut agar TNI menghargai dan menjamin hak kedaulatan rakyat Flores dengan menghentikan rencana pembentukan Korem dimaksud. Kedua organisasi itu mengeluarkan pernyataan keras, menanggapi pernyataan Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Adam R Damiri, yang mengatakan masyarakat setempat tidak mempermasalahkan dan hanya sebagian kecil elit-elit politik di pusat yang mempermasalahkannya. Menurut Pangdam, masyarakat setempat tidak ada yang berkomentar atau keberatan terhadap rencana kehadiran Korem 164/Wiradharma Sebuah forum warga Flores di Malang, Jawa Timur, Forum Komunikasi Rakyat Flores Malang (FKRFM) juga menolak kehadiran Korem di Flores. Alasannya, Flores selama ini aman, tertib dan damai dalam melestarikan budaya tanpa mengisolasikan diri terhadap perkembangan peradaban dunia. Penolakan itu juga ditujukan kepada Presiden RI dan Wakil Presiden RI itu ditandatangani enam orang yakni, Rafael (Kabupaten Lembata), A Sbastian Ola (Kabupaten Flores Timur), Greg da Silva (Kabupaten Sikka), Beny Rengga (Kabupaten Ende), Martin Weri (Kabupaten Ngada) dan Alsi Armanjaya (Kabupaten Manggarai). Tiga alasan penolakan yakni: kehadiran militer bertentangan dengan hak-hak asasi manusia (HAM), demokrasi dan civil society; militer akan mengubah tatanan nilai masyarakat Flores yang selalu dijiwai semangat cinta kasih dan kehadiran institusi militer akan merusak tatanan perekonomian masyarakat Flores yang berkembang selama ini. Mengapa Korem 164/Wiradharma ditolak? Puluhan ribu orang Flores, selama pendudukan TNI di Timor Timur bekerja di wilayah itu. Sebagian di antara mereka adalah wartawan surat kabar lokal, pegawai negeri dan guru. Cerita tentang perlakuan buruk militer, termasuk yang dilakukan para anggota Korem 164/Wiradharma, sudah sering mereka dengar. Cerita ini kemudian sampai di Flores. Dengan sejarah buruk Korem 164/Wiradharma itu, masyarakat Flores menolak kehadirannya.*** _______________ TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI, dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama. ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 24 Nov 1999 jam 07:07:53 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
