----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

KOLOM SUPANGKAT:

    MISKOMUNIKASI PEMERINTAH - RAKYAT ACEH: STATUSKUO

Miskomunikasi antara pemerintah, DPR/MPR dengan rakyat Aceh yang telah
berontak selama puluhan tahun itu telah mengakibatkan situasi stand-off atau
statuskuo.

Stand-off atau statuskuo dalam masalah segawat masalah Aceh, dll tidaklah
"secure" seperti yang mereka duga atau mereka inginkan, malah akan memper-
buruk situasi.

Mayoritas penguasa Indonesia sesudah pemilu 1999: DPR/MPR dan Kabinet
Gus Dur terpaan dari kursi para Wakil Rakyat yang mayoritasnya terdiri atas
PDI, Golkar dan Poros Islam, secara "mutlak" adalah anti-Federalisme, lebih
lebih lagi anti-Separatisme yang dituntut oleh rakyat Aceh.

Inilah situasi yang sebenarnya.

Baik para Wakil Rakyat maupun Kabinet Gus Dur - termasuk TNI - tidak mau
tahu akan tuntutan kemerdekaan. Malah digunakan taktik "divide et impera"
yang kuno seperti halnya di Timtim: mengadu domba antara golongan yang
pro-kemerdekaan dengan yang pro-pemerintah.

Di Timtim taktik kuno ini sudah gagal total, kita mau ulangi lagi di Aceh.

Kemudian pemerintah muncul dengan gagasan "referendum untuk hukum Is-
lam" bukan untuk kemerdekaan. Ini sama saja dengan menipu diri sendiri,
tuntutan dasar pemberontak Aceh adalah kemerdekaan dengan pembentu-
kan negara Islam. Kita mau pisahkan antara tuntutan kemerdekaan dengan
tuntutan negara Islam.

Rakyat Aceh ini sudah ratusan tahun lamanya ditipu muslihati Blanda dan
pemerintah Indonesia, mereka sudah tidak bisa ditipu muslihati lagi.

Jelaslah bahwa tidak ada komunikasi atau telah terjadi miskomunikasi antara
para penguasa Indonesia dengan rakyat Aceh. Maka daripada itu sudah ham-
pir kadaluwarsa waktunya bagi Presiden Gus Dur, DPR/MPR untuk berkomu-
kasi secara rasional dengan rakyat Aceh bukan hanya sekedar dengan rak-
yat Aceh yang pro-pemerintah seperti halnya yang telah terjadi di Timtim dan
telah menimbulkan malapetaka internasional yang dahsyat bagi kita semua.

New York, 25 Nopember 1999.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 26 Nov 1999 jam 04:01:16 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke